Presiden tegaskan kembali pentingnya jaga pasokan pangan nasional

Elshinta
Kamis, 11 Agustus 2022 - 22:47 WIB |
Presiden tegaskan kembali pentingnya jaga pasokan pangan nasional
Presiden Joko Widodo menanam batang pohon kelapa genjah di Desa Sanggang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali pentingnya menjaga pasokan pangan nasional, sebagaimana disampaikannya saat meninjau pengembangan dan penanaman kelapa genjah di Desa Sanggang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut Presiden sejumlah negara di dunia tengah dilanda krisis pangan dan kelaparan, sehingga Indonesia harus tetap hati-hati dan waspada menghindari hal serupa.

"Kita pun harus hati-hati dan harus waspada terhadap yang namanya krisis pangan, jangan sampai terjadi di negara kita Indonesia. Oleh sebab itu, menjaga pasokan pangan wajib," katanya seusai kegiatan penanaman sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.

Presiden juga mengingatkan menjaga pasokan pangan harus dibarengi dengan langkah-langkah untuk memastikan distribusi pangan tidak menimbulkan ketimpangan antardaerah di Indonesia, yang dapat mengakibatkan harga pangan ikut meningkat.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mendorong para petani untuk mulai menanam komoditas pangan yang bisa menjadi substitusi bahan pangan impor.

"Misalnya, urusan gandum, ini gandum di kita ini bisa dicampur dengan cassava, dicampur misalnya sorgum, dicampur dengan sagu. Saya kira ini akan mengurangi impor kita," kata Presiden.

Di sisi lain, Kepala Negara juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi bahan pangan agar tidak membuat daya beli masyarakat menurun.

"Menjaga inflasi bahan makanan, bahan pangan, harus dijaga inflasinya sehingga kenaikan harganya tidak memberatkan daya beli masyarakat," tutup Presiden.

Sebelum meninjau pengembangan dan penanaman kelapa ganjah di Sukoharjo, Presiden sempat melakukan kegiatan serupa di Desa Giriroto, Boyolali.

Presiden menyampaikan bahwa di wilayah Solo Raya ditargetkan penanaman 200 ribu batang kelapa genjah dengan alokasi 110 ribu di Sukoharjo, 46 ribu di Boyolali, dan 46 ribu sisanya di Karanganyar.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penanaman satu juta pohon kelapa genjah untuk memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif sebagai langkah mengantisipasi krisis pangan.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan ITU 2023-2026
Selasa, 04 Oktober 2022 - 15:35 WIB

Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan ITU 2023-2026

Elshinta.com, Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan International Telecommunication Union (ITU) p...
Basarnas temukan jasad anggota TNI diduga diterkam buaya
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:59 WIB

Basarnas temukan jasad anggota TNI diduga diterkam buaya

Elshinta.com, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut)  menemukan ja...
Kemenag ajak gelar shalat ghaib untuk korban tragedi Kanjuruhan
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:11 WIB

Kemenag ajak gelar shalat ghaib untuk korban tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Kementerian Agama mengajak umat Islam menggelar shalat ghaib serta mendoakan korban at...
Tujuh perguruan tinggi Indonesia dapat hibah penguatan kepemimpinan
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:11 WIB

Tujuh perguruan tinggi Indonesia dapat hibah penguatan kepemimpinan

Elshinta.com, Tujuh perguruan tinggi dari Indonesia dan tiga perguruan tinggi dari Uni Eropa mendapa...
BMKG imbau nelayan di Bengkulu tidak melaut karena cuaca buruk
Selasa, 04 Oktober 2022 - 12:59 WIB

BMKG imbau nelayan di Bengkulu tidak melaut karena cuaca buruk

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pulau Baai mengimbau agar nelayan ...
Korem 045 - PT Timah tanam ribuan pohon di lahan bekas tambang
Selasa, 04 Oktober 2022 - 12:35 WIB

Korem 045 - PT Timah tanam ribuan pohon di lahan bekas tambang

Elshinta.com, Korem 045/Garuda Jaya bersinergi dengan PT Timah Tbk menanam ribuan pohon buah-buahan ...
Ekspor timah dan nontimah Babel naik 82,05 persen
Selasa, 04 Oktober 2022 - 10:47 WIB

Ekspor timah dan nontimah Babel naik 82,05 persen

Elshinta.com, Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor timah d...
Dinkes Jateng realokasi vaksin meningitis sisa haji untuk KKP
Selasa, 04 Oktober 2022 - 10:11 WIB

Dinkes Jateng realokasi vaksin meningitis sisa haji untuk KKP

Elshinta.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah merealokasi vaksin meningitis sisa haji ...
Peneliti: Perlu eksplorasi sumber air di daerah rentan kekeringan
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:47 WIB

Peneliti: Perlu eksplorasi sumber air di daerah rentan kekeringan

Elshinta.com, Peneliti agroklimatologi dan hidrologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ahmad S...
BMKG ingatkan warga NTT waspada bencana alam pada peralihan musim
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:23 WIB

BMKG ingatkan warga NTT waspada bencana alam pada peralihan musim

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan warga Provinsi Nusa Tenggar...

InfodariAnda (IdA)