Indonesia-Saudi bentuk satgas awasi sistem penempatan PMI satu kanal

Elshinta
Jumat, 12 Agustus 2022 - 07:15 WIB |
Indonesia-Saudi bentuk satgas awasi sistem penempatan PMI satu kanal
Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziyah (kanan) dan Wakil Menteri Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sosial Arab Saudi Abdullah bin Nasser Abuthnain (kiri) menyampaikan pernyataan bersama selepas penandatanganan perjanjian aturan teknis (technical meeting) integrasi aplikasi pasar kerja dua negara. ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Elshinta.com - Indonesia dan Arab Saudi membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk mengawasi dan mengevaluasi uji coba (pilot project) integrasi aplikasi pasar kerja dua negara untuk mewujudkan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) lewat sistem satu kanal (one channel system).

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Ida Fauziyah menjelaskan satuan tugas itu bakal diisi oleh pejabat terkait dari dua negara dan akan bertemu secara rutin membahas hasil uji coba penggunaan sistem satu kanal penempatan  PMI ke Arab Saudi.

Joint taskforce (satgas bersama) akan bertemu setiap 3 bulan dan akan berkomunikasi tiap saat jika dianggap perlu, dan tadi beliau (perwakilan Arab Saudi) mengundang kami untuk melihat kesiapan (aplikasi MUSANED) tersebut di Arab Saudi,” kata Ida Fauziyah saat jumpa pers di Kuta, Badung, Bali, Kamis.

Pembentukan satgas bersama itu merupakan salah satu poin yang disetujui oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat menyepakati aturan teknis (technical arrangement) uji coba integrasi sistem penerimaan PMI secara terbatas ke Arab Saudi.

Dokumen itu diteken oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker RI Suhartono dan Deputi Bidang Hubungan Internasional Kementerian SDM dan Pengembangan Sosial Kerajaan Arab Saudi Adnan Alnuaim di Bali, Kamis.

Kegiatan itu pun disaksikan langsung oleh Menaker RI Ida Fauziyah dan Wakil Menteri Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sosial Arab Saudi Abdullah bin Nasser Abuthnain.

Menaker RI menyampaikan lewat satgas itu nantinya dua negara bakal mengetahui efektivitas integrasi aplikasi pasar kerja Arab Saudi (MUSANED) dan aplikasi dari Indonesia (Siap Kerja).

“Dari taskforce ini kami bisa mengetahui apakah technical arrangement ini bisa berjalan dengan baik. Jadi titik tekannya adalah penempatan dengan memberi perlindungan maksimal menggunakan one channel system jadi rekrutmennya tidak bisa secara langsung, tetapi harus menggunakan sistem (yang terintegrasi) dari sana MUSANED dan kami menggunakan aplikasi Siap Kerja,” kata Ida Fauziyah.

Sejauh ini, integrasi MUSANED dan Siap Kerja masih berlangsung. Tim IT dari dua negara, pada Ahad (9/8), juga telah bertemu membahas proses penyatuan sistem kerja.

Targetnya, kata Ida, integrasi itu bakal rampung dalam kurang lebih 2 bulan.

“Paling lama 2 bulan sistem ini akan berjalan, karena (aturan teknisnya) sudah ditandatangani,” kata dia.

Nantinya, sistem satu kanal yang merupakan hasil integrasi dua aplikasi itu bakal diuji coba di tujuh daerah di Arab Saudi, yaitu di Mekkah, Jeddah, Riyadh, Madinah, Dammam, Dahran, dan Khobar.

Oleh karena itu, ia memastikan sebelum dua aplikasi itu terintegrasi menjadi sistem satu pintu, maka Indonesia belum akan mengirim PMI ke Arab Saudi.

One channel system ini untuk menghindari (penempatan PMI) unprocedural (yang di luar ketentuan),” kata Menaker.

Apabila sistem satu pintu itu berlaku, Indonesia hanya akan mengirim PMI untuk enam jenis pekerjaan, yaitu asisten rumah tangga (housekeeper), perawat bayi (baby sitter), juru masak keluarga (family cook), perawat khusus untuk orang lanjut usia (elderly caretaker), supir keluarga (family driver), dan pengurus anak-anak (child care).

Penempatan terbatas di enam jenis pekerjaan itu telah disepakati dua negara pada aturan teknis yang diteken pada 2018.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia
Rabu, 28 September 2022 - 09:35 WIB

BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat di wil...
Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah
Rabu, 28 September 2022 - 08:59 WIB

Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah

Elshinta.com, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga prihatin setelah mengetahui...
Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru
Rabu, 28 September 2022 - 08:47 WIB

Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru

Elshinta.com, Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution meresmikan Pasar Aksara baru yang memi...
DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda
Rabu, 28 September 2022 - 08:23 WIB

DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda

Elshinta.com, Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menerima 26 sertifikat karya budaya yang ditetapkan m...
Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara
Selasa, 27 September 2022 - 23:35 WIB

Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara

Elshinta.com, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi APBN 2022 per Agustus yang kembali ...
Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang
Selasa, 27 September 2022 - 23:23 WIB

Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang

Elshinta.com, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan tes usap terhad...
Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman
Selasa, 27 September 2022 - 21:11 WIB

Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah Koferensi Tingkat Tinggi G20 memastikan segala...
Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20
Selasa, 27 September 2022 - 18:48 WIB

Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20

Elshinta.com, Pemerintah menyiapkan skema buka tutup untuk menghindari terjadinya penumpukan dan kep...
Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan
Selasa, 27 September 2022 - 16:47 WIB

Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan

Elshinta.com, Perwakilan Menteri Kesehatan Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia menemui Gubernur Ganjar ...
Benarkah kaum milenial tak tertarik jadi petani?
Selasa, 27 September 2022 - 16:35 WIB

Benarkah kaum milenial tak tertarik jadi petani?

Elshinta.com, Apakah benar tidak ada generasi milenial yang tertarik pada pertanian? Pertanyaan itu ...

InfodariAnda (IdA)