BRIN: Indonesia berisiko rendah terdampak aktivitas Matahari

Elshinta
Jumat, 12 Agustus 2022 - 13:25 WIB |
BRIN: Indonesia berisiko rendah terdampak aktivitas Matahari
Petugas mengukur intensitas radiasi matahari menggunakan Aktinograf di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 3 Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Elshinta.com - Peneliti Pusat Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Johan Muhammad mengatakan Indonesia berisiko rendah terdampak aktivitas atau badai Matahari.

“Di Indonesia sendiri, dampak (aktivitas Matahari, red.) yang didapat tidak sebesar daerah yang berada di lintang tinggi seperti di sekitar kutub Bumi. Hal ini dikarenakan letak Indonesia yang berada di khatulistiwa,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Aktivitas Matahari secara langsung mengubah kerapatan dan tekanan plasma di medium antarplanet dan ionosfer, serta meningkatkan tekanan magnetik pada magnetosfer Bumi.

Hal itu menyebabkan berbagai sinyal gelombang elektromagnetik yang biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk keperluan komunikasi dan navigasi dapat terganggu saat terjadi aktivitas Matahari yang ekstrem.

Di samping itu, Matahari sebagai sumber energi utama di tata surya memiliki pengaruh terhadap cuaca antariksa.

Matahari secara rutin melepaskan energi dalam bentuk radiasi. Beberapa aktivitas Matahari yang berpengaruh besar terhadap kondisi cuaca antariksa di antaranya adalah flare, lontaran massa korona, dan angin surya.

Cuaca antariksa akan banyak berdampak pada gangguan sinyal radio frekuensi tinggi (HF) dan navigasi berbasis satelit.

Di Indonesia, cuaca antariksa akibat aktivitas Matahari dapat mengganggu komunikasi antarpengguna radio HF dan mengurangi akurasi penentuan posisi navigasi berbasis satelit, seperti Global Positioning System (GPS).

Ia menjelaskan karena semakin tingginya ketergantungan masyarakat di Indonesia terhadap teknologi satelit dan jaringan ekonomi global, gangguan pada satelit dan jaringan kelistrikan di wilayah lintang tinggi seperti kutub akibat cuaca antariksa juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di Indonesia secara tidak langsung.

Cuaca antariksa merupakan keadaan di lingkungan antariksa, khususnya antara Matahari dan Bumi, yang meliputi kondisi Matahari, medium antarplanet, atmosfer atas Bumi (ionosfer), dan selubung magnet Bumi (magnetosfer).

“Seperti halnya cuaca di Bumi, cuaca antariksa bersifat dinamis dan sangat bergantung pada aktivitas Matahari,” ujarnya.

Johan menjelaskan tidak ada istilah kiamat badai Matahari di kalangan masyarakat ilmiah.

“Kita telah hidup lama berdampingan dengan cuaca antariksa. Aktivitas Matahari rutin terjadi. Yang perlu kita pahami adalah bagaimana prosesnya dan memitigasi dampak negatifnya semampu kita,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah termakan hoaks yang beredar berkaitan dengan badai Matahari.

Matahari memiliki siklus sekitar 11 tahun sekali. Saat ini, sedang berada di awal siklus ke-25 yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2024-2025.

Pada saat puncaknya, aktivitas Matahari diperkirakan akan meningkat dengan frekuensi kejadian flare dan lontaran massa korona kemungkinan akan bertambah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Warga binaan Rutan Salatiga doakan korban Tragedi Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:58 WIB

Warga binaan Rutan Salatiga doakan korban Tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Ratusan Warga Binaan pecinta bola di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga, Jawa Ten...
Akses jalan desa di Pacitan terputus akibat longsor
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:25 WIB

Akses jalan desa di Pacitan terputus akibat longsor

Elshinta.com, Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan, Jawa Timur, sejak Ahad (2/1...
Menkes: 26 korban tragedi Kanjuruhan yang dirawat ditangani cepat
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:06 WIB

Menkes: 26 korban tragedi Kanjuruhan yang dirawat ditangani cepat

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan 26 orang korban tragedi Stad...
Komnas HAM: Ada indikasi pelanggaran HAM saat kerusuhan Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:05 WIB

Komnas HAM: Ada indikasi pelanggaran HAM saat kerusuhan Kanjuruhan

Elshinta.com, Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menyebut ada indik...
Pemerintah minta Menpora panggil PSSI terkait peraturan pertandingan
Senin, 03 Oktober 2022 - 14:46 WIB

Pemerintah minta Menpora panggil PSSI terkait peraturan pertandingan

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meny...
Presiden perintahkan Menkes konsultasi dengan WHO soal status pandemi
Senin, 03 Oktober 2022 - 14:25 WIB

Presiden perintahkan Menkes konsultasi dengan WHO soal status pandemi

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dirinya mendapat pe...
Menkopolhukam: Pemerintah bentuk TGIPF usut tragedi Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 12:23 WIB

Menkopolhukam: Pemerintah bentuk TGIPF usut tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meny...
 Berantas narkoba di perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC dapat apresiasi
Senin, 03 Oktober 2022 - 12:12 WIB

Berantas narkoba di perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC dapat apresiasi

Elshinta.com, Sebagai bentuk apresiasi, BNN Provinsi Papua memberikan piagam penghargaan kepada Satg...
Stok vaksin COVID-19 di Kabupaten Belitung habis
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:48 WIB

Stok vaksin COVID-19 di Kabupaten Belitung habis

Elshinta.com, Stok vaksin COVID-19 di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, habis ...
Warga Muhammadiyah Surabaya salat gaib bagi korban tragedi Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:16 WIB

Warga Muhammadiyah Surabaya salat gaib bagi korban tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Warga Muhammadiyah di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, melaksanakan shalat gaib bag...

InfodariAnda (IdA)