Kejari Lombok Timur tetapkan tiga tersangka korupsi proyek alsintan

Elshinta
Jumat, 12 Agustus 2022 - 17:47 WIB |
Kejari Lombok Timur tetapkan tiga tersangka korupsi proyek alsintan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur Lalu Mohamad Rasyidi (kiri) bersama Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Lombok Timur M Isa Ansyori dalam konferensi pers penetapan tersangka kasus korupsi alsintan tahun 2018 di Selong, NTB, Jumat (12/8/2022). ANTARA/HO-Kejari Lombok Timur

Elshinta.com - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur Lalu Mohamad Rasyidi melalui keterangan resmi yang diterima di Mataram, Jumat, mengungkapkan tiga tersangka tersebut adalah mantan anggota DPRD Lombok Timur, berinisial S, mantan Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur berinisial Z, dan AM, eksekutor pembentuk organisasi usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) di dua kecamatan wilayah Lombok Timur.

"Jadi, dari hasil gelar perkara ketiga tersangka ini diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi hingga menimbulkan kerugian negara yang nilainya mencapai Rp3,8 miliar," kata Rasyidi.

Nilai kerugian yang muncul dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB itu perihal penyaluran alsintan yang tidak sesuai dengan aturan.

"Jadi, alsintan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan petani, malah digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka S dan AM," ujarnya.

Modus kedua tersangka, jelas dia, dengan cara menjual dan membagikan kepada orang yang tidak berhak atau tidak tercantum sebagai penerima bantuan sesuai daftar calon petani dan calon lokasi (CPCL).

Karena itu, dari hasil gelar disimpulkan bahwa tersangka S dalam kasus ini berperan sebagai orang yang menyuruh tersangka AM untuk membentuk UPJA sebagai dasar penerbitan CPCL oleh Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, kala itu tersangka S masih menduduki jabatan tersebut.

"CPCL yang diterbitkan S ini tidak melalui mekanisme verifikasi. Jadi, UPJA yang dibuat oleh AM atas suruhan S ini hanya formalitas saja," ucap dia.

Sebagai tersangka, ketiganya disangkakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Proyek penyaluran bantuan alsintan melalui Dinas Pertanian Lombok Timur ini bersumber dari Bantuan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018.

Dalam pengadaan, pemerintah menyalurkan bantuan dalam bentuk alsintan untuk petani yang terdaftar dalam dua UPJA di wilayah Lombok Timur.

Bantuan alsintan itu berupa traktor roda 4 sebanyak 5 unit, Traktor roda dua sebanyak 60 unit, pompa air berdiameter 3 inci sebanyak 121 unit, pompa air irigasi sebanyak 29 unit, dan "handsprayer" sebanyak 250 unit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Menlu RI: MK berperan pastikan negara patuh hukum internasional
Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:55 WIB

Menlu RI: MK berperan pastikan negara patuh hukum internasional

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat memberi sambutan kehormatan (honorar...
Kuasa hukum: Ferdy Sambo pasrahkan nasib pada majelis hakim
Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:11 WIB

Kuasa hukum: Ferdy Sambo pasrahkan nasib pada majelis hakim

Elshinta.com, Kuasa hukum tersangka Ferdy Sambo yakni Febri Diansyah mengatakan kliennya memasrahkan...
Perempuan Kodingareng bawa replika gurita di kantor Gubernur Sulsel
Rabu, 05 Oktober 2022 - 22:11 WIB

Perempuan Kodingareng bawa replika gurita di kantor Gubernur Sulsel

Elshinta.com, Puluhan perempuan nelayan asal Pulau Kodingareng Makassar didampingi aktivis lembaga W...
Soal Formula E, ini pandangan dan saran Prof Romli Atmasasmita
Rabu, 05 Oktober 2022 - 20:06 WIB

Soal Formula E, ini pandangan dan saran Prof Romli Atmasasmita

Elshinta.com, Pakar Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Profesor Romli Atmasasmita, meminta KPK ti...
Kejari OKU proses berkas kasus dugaan korupsi Program Serasi
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:23 WIB

Kejari OKU proses berkas kasus dugaan korupsi Program Serasi

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memprose...
Kejari Garut periksa mantan anggota DPRD terkait kasus korupsi BOP
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:11 WIB

Kejari Garut periksa mantan anggota DPRD terkait kasus korupsi BOP

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut terus melayangkan surat pemanggilan kepada sejumlah ma...
Menuntaskan persoalan yang masih tersisa di Poso
Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:35 WIB

Menuntaskan persoalan yang masih tersisa di Poso

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan operasi yang melibatkan Satuan Tugas Mad...
Kemenkumham Sumsel bebaskan ribuan napi lewat integrasi dan asimilasi
Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:11 WIB

Kemenkumham Sumsel bebaskan ribuan napi lewat integrasi dan asimilasi

Elshinta.com, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan ...
Polda Sulteng proses dugaan personel tembak demonstran
Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:35 WIB

Polda Sulteng proses dugaan personel tembak demonstran

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) telah memproses Bripka H atas perkar...
KPK periksa izin IUP 208 perusahaan galian C di Bengkulu
Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:11 WIB

KPK periksa izin IUP 208 perusahaan galian C di Bengkulu

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI akan memeriksa dan mengevaluasi 208 izin usaha ...

InfodariAnda (IdA)