Hadirkan sosok mirip Gus Samsudin dan Pesulap Merah, massa minta KPK bongkar dugaan korupsi Formula E

Elshinta
Jumat, 12 Agustus 2022 - 20:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Hadirkan sosok mirip Gus Samsudin dan Pesulap Merah, massa minta KPK bongkar dugaan korupsi Formula E
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Aktivis yang tergabung dalam Satgas Pemburu Koruptor menggelar aksi geruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (12/8).

Aksi ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada penyidik KPK tidak melupakan dugaan kasus korupsi Formula E yang pernah dilaporkan ke KPK.

"KPK bisa OTT sana-sini, terbaru OTT di Pemalang dan itu bisa cepat dilakukan karena serius. Tapi kenapa kasus korupsi Formula E kayak biarkan mangkrak di tengah jalan. Rakyat menantikan gebrakan dan langkah tegas KPK," tegas Koordinator aksi Ali Ibrahim.

Didalam aksinya, mereka menggelar spanduk bertuliskan kritikan ke KPK.

Para pendemo juga melakukan aksi teatrikal atau parodi aksi massa mirip Pesulap Merah dan Gus Samsudin yang saat ini sedang ramai diperbincangkan berkalaborasi membantu KPK untuk bongkar praktek korupsi di tanah air.

"Dari pada mereka berdua berantem tes adu sakti, adu ilmu lebih baik bantu KPK. Ada yang lebih bermanfaat, untuk tangkap koruptor bongkar kasus korupsi yang belum tuntas. Khususnya Formula E," terangnya.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah akan kembali meroket jika segera umumkan hasil penyelidikan kasus Formula E dan mendorong untuk menaikkan status kasus itu ke tahap penyidikan.

"Buktikan KPK bisa, jangan cuma bisa OTT sana-sini tapi selesaikan penyelidikan kasus Formula E gak kelar-kelar," sebutnya.

Selain di Gedung Merah Putih KPK, massa juga menggelar demo di depan Bank DKI. Massa menyampaikan agar kasus Formula E menjadi terang benderang, KPK harus segera panggil dan periksa Anies Baswedan sebelum lengser, juga panggil pihak Jakpro, Bank DKI dan Dispora DKI.

"KPK harus buktikan tidak mandul, dan konsisten memberikan informasi ke publik secara transparan terkait perkembangan penyelidikan kasus Formula E," sebutnya.

Aktivis Satgas Pemburu Koruptor juga menyambangi Kantor BPK Provinsi dengan menyampaikan aspirasi agar membantu KPK untuk menelusuri cuan yang mencurigakan terkait kasus Formula E.

"Ungkap kasus Formula E secara terang benderang. Cuan bertebaran disana, dan banyak mencurigai soal comitment fee," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kejari Karanganyar periksa 8 saksi dugaan kasus korupsi BUMDes Berjo
Selasa, 04 Oktober 2022 - 15:59 WIB

Kejari Karanganyar periksa 8 saksi dugaan kasus korupsi BUMDes Berjo

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah, memeriksa delapan saksi terkait dugaan kasu...
Polisi-suporter sepakbola di Kota Tangerang sepakat jaga situasi aman
Selasa, 04 Oktober 2022 - 15:11 WIB

Polisi-suporter sepakbola di Kota Tangerang sepakat jaga situasi aman

Elshinta.com, Polres Metro Tangerang bersama suporter sepakbola di Kota Tangerang bersepakat untuk m...
Penyelundup sabu dalam Lapas Samarinda diserahkan ke polisi
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:35 WIB

Penyelundup sabu dalam Lapas Samarinda diserahkan ke polisi

Elshinta.com, Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda, Kaltim menyerahkan seorang wanita MA (25) asal S...
KPK jerat mantan anggota DPR dalam pengembangan kasus Garuda Indonesia
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:47 WIB

KPK jerat mantan anggota DPR dalam pengembangan kasus Garuda Indonesia

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai...
Kemenkominfo: Tim independen usut tragedi Kanjuruhan
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:11 WIB

Kemenkominfo: Tim independen usut tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan pemerintah sudah membentuk tim indep...
KPK ingatkan mantan pejabat Pemkot Ambon kembalikan aset daerah
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:35 WIB

KPK ingatkan mantan pejabat Pemkot Ambon kembalikan aset daerah

Elshinta.com, Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Kejari OKU eksekusi uang rampasan kasus korupsi senilai Rp1,9 miliar
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:11 WIB

Kejari OKU eksekusi uang rampasan kasus korupsi senilai Rp1,9 miliar

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan melalui Seksi Tind...
Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya
Senin, 03 Oktober 2022 - 21:37 WIB

Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya

Elshinta.com, Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penguasaan lahan secara ilegal ole...
Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:32 WIB

Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memasang pita penggaduh di se...
MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:20 WIB

MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat

Elshinta.com, Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Mo...

InfodariAnda (IdA)