Ekonom UGM usul naikkan harga Pertalite dan turunkan harga Pertamax

Elshinta
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 10:41 WIB |
Ekonom UGM usul naikkan harga Pertalite dan turunkan harga Pertamax
Sejumlah pengendara motor antre mengisi BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/8/2022). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Elshinta.com - Ahli Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengusulkan agar Pertamina menaikkan harga Pertalite dan menurunkan harga Pertamax untuk mempersempit disparitas harga antara kedua jenis BBM tersebut.

"Dengan menaikkan harga Pertalite dan menurunkan harga Pertamax secara bersamaan maksimal selisih harga sebesar Rp1.500 per liter. Kebijakan harga ini diharapkan akan mendorong konsumen Pertalite migrasi ke Pertamax secara suka rela," ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Komunikasi publik secara masif, kata Fahmy, perlu dilakukan mengenai penggunaan Pertamax yang lebih bagus untuk mesin kendaraan dan lebih irit supaya menarik minat masyarakat untuk beralih dari mengonsumsi Pertalite ke Pertamax.

Sampai Juli 2022, Pertamina melaporkan konsumsi bahan bakar minyak jenis Pertalite telah menembus angka 16,8 juta kiloliter atau setara dengan 73,04 persen dari total kuota yang ditetapkan tahun ini sebesar 23 juta kiloliter. Angka konsumsi yang tinggi itu membuat kuota Pertalite hanya tersisa 6,2 juta kiloliter.

Kalau upaya pembatasan konsumsi Pertalite tidak berhasil, maka kuota BBM subsidi diproyeksikan jebol paling lama pada akhir Oktober 2022.

Kondisi itu menimbulkan dilema bagi pemerintah yang dalam hal ini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara, karena jika kuota Pertalite ditambah akan meningkatkan beban APBN untuk subsidi menjadi lebih dari Rp600 triliun.

Namun, jika kuota Pertalite tidak ditambah bisa memicu kelangkaan BBM di berbagai SPBU yang berpotensi menyulut keresahan sosial.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif sejauh ini hanya bisa menghimbau agar orang kaya tidak menggunakan BBM subsidi. Ia beralasan konsumen adalah makhluk rasional yang mempunyai price elasticity akan tetap mengkonsumsi BBM dengan harga lebih murah selama belum ada larangan.

"Arifin melupakan tabung elpiji tiga kilogram tertulis 'hanya untuk orang miskin', faktanya lebih 60 persen konsumen yang bukan miskin tetap mengkonsumsi gas melon karena distribusi terbuka," ucap Fahmy.

Selain memperkecil disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax, lanjut Fahmy, pemerintah harus menetapkan segera Peraturan Presiden yang menegaskan bahwa Pertalite dan Solar hanya untuk sepeda motor dan kendaraan angkutan orang serta angkutan barang untuk mencegah kuota BBM bersubsidi agar tak jebol.

Menurutnya, pembatasan yang tegas dan lugas dapat mencegah jebolnya kuota BBM subsidi tersebut.

Fahmy menilai platform MyPertamina tidak akan berhasil membatasi BBM subsidi agar tepat sasaran, bahkan justru menimbulkan ketidaktepatan sasaran dan ketidakadilan bagi konsumen yang tidak punya akses.

"Untuk mencegah jebolnya kuota BBM bersubsidi tidak bisa hanya dengan mengeluh dan menghimbau saja. Namun, perlu kebijakan tegas dan lugas yang segera diberlakukan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Satgas: 3,66 juta ekor ternak sudah divaksinasi PMK
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:56 WIB

Satgas: 3,66 juta ekor ternak sudah divaksinasi PMK

Elshinta.com, Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) melaporkan bahwa 3,66 ju...
PVMBG ungkap potensi pergerakan tanah saat musim hujan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:24 WIB

PVMBG ungkap potensi pergerakan tanah saat musim hujan

Elshinta.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk m...
Penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga capai 63,92 juta penduduk RI
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:11 WIB

Penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga capai 63,92 juta penduduk RI

Elshinta.com, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang tela...
Wapres: Stunting sumber malapetaka yang harus dicegah dan diatasi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:05 WIB

Wapres: Stunting sumber malapetaka yang harus dicegah dan diatasi

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin menegaskan bahwa stunting adalah kondisi yang menjadi sumbe...
TGIPF terima masukan suporter sepak bola soal usut tragedi Kanjuruhan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:58 WIB

TGIPF terima masukan suporter sepak bola soal usut tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menerima sejumlah mas...
 Tekan ODGJ, Dinkes Kabupaten Majalengka bentuk tim pelaksana kesehatan jiwa
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:46 WIB

Tekan ODGJ, Dinkes Kabupaten Majalengka bentuk tim pelaksana kesehatan jiwa

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah menggelar koordinasi lintas sek...
BPS Jateng berikan pelatihan pendataan awal Regsosek 2022
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:12 WIB

BPS Jateng berikan pelatihan pendataan awal Regsosek 2022

Elshinta.com, Wujudkan sistem perlindungan sosial yang inklusif, Pemerintah berencana membangun basi...
PVMBG imbau wisatawan waspada saat mendaki gunung api status level II
Kamis, 06 Oktober 2022 - 20:47 WIB

PVMBG imbau wisatawan waspada saat mendaki gunung api status level II

Elshinta.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau wisatawan untuk selal...
AHM sediakan kendaraan listrik untuk operasional KTT G20 di Bali
Kamis, 06 Oktober 2022 - 20:11 WIB

AHM sediakan kendaraan listrik untuk operasional KTT G20 di Bali

Elshinta.com, PT Astra Honda Motor (AHM) menyediakan 20 unit sepeda motor listrik berupa Honda PCX E...
Pakar pertanian ajak masyarakat berkontribusi dalam ketahanan pangan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 19:47 WIB

Pakar pertanian ajak masyarakat berkontribusi dalam ketahanan pangan

Elshinta.com, Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Totok...

InfodariAnda (IdA)