Meningkatnya kekerasan seksual di perguruan tinggi jadi bahasan GSF

Elshinta
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:34 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Meningkatnya kekerasan seksual di perguruan tinggi jadi bahasan GSF
Sumber foto: Supriyarto Rudatin/Elshinta.com.

Elshinta.com - Kekerasan seksual di pendidikan tinggi di Indonesia ini menjadi topik yang dibahas Gender Studies Forum (GSF) pada Rabu (10/8) dan Kamis (11/8) lalu, yang dilaksanakan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 

Dengan mengangkat judul “Menginvestigasi Kekerasan Seksual di Pendidikan Tinggi di Indonesia: Interseksi dan Interjeksi”.
 
Kegiatan ini diikuti oleh tidak kurang dari dua ratus peserta, baik offline maupun online, untuk berbagi pengalaman, mulai dari Komnas Perempuan, Komnas Disabilitas, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi dari 58 kampus di Indonesia. 
 
Gender Studies Forum dibuka oleh Dr Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemdikbud. 
 
Dalam sambutannya, Chatarina menyambut baik kolaborasi ini. Sebab di pihak kementerian yang bertanggung jawab atas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, kerja-kerja kolaboratif mutlak harus dilakukan.
 
“Kerja kolaboratif ini harus melibatkan berbagai elemen, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas. Kementerian menyambut baik GSF sebagai bagian dari upaya duduk bersama untuk mencari jalan terbaik menyelesaikan persoalan kekerasan seksual,” ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin.
 
Direktur Eksekutif Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Tunggal Pameswari menyebut bahwa kegiatan GSF ini menjadi sangat penting sebab menyediakan bahan dan amunisi untuk mendorong kebijakan yang responsif dan inklusif. 
 
Hal ini yang menjadi alasan mengapa Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial mendukung sepenuhnya program, diskusi, maupun diseminasi hasil dari GSF ini.
 
Prof. Alimatul Qibtiyah selaku komisioner Komnas Perempuan menjelaskan bahwa angka kekerasan seksual di Indonesia semakin meningkat setiap tahun, dan berbagai upaya secara regulatif sudah bergerak ke arah upaya pencegahan kekerasan seksual.
 
Menurut data catatan dari Komnas Perempuan selama periode 2017-2021, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan paling banyak terjadi di perguruan tinggi. 
 
Dr. Dante Rigmalia, ketua Komnas Disabilitas, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam kekerasan seksual terletak pada sikap masyarakat dan aparat penegak hukum yang cenderung mengabaikan.
 
Akibat kurangnya pengetahuan aparat, sistem peradilan pidana di Indonesia menjadi tidak terintegrasi dengan sistem pemulihan korban. Trauma dan rasa malu yang dialami penyandang disabilitas sebagai korban kekerasan seksual seringkali diabaikan. Pada akhirnya, korban dan keluarga merasa pesimis kasus tersebut bisa diselesaikan.
 
Dr. Sri Wiyanti Eddyono dari UGM bicara mengenai distorsi termal keadilan restoratif. Bahwa menyelesaikan konflik hukum, terutama kekerasan seksual, harus dilakukan dengan menggelar mediasi antara korban dan terdakwa. Menurutnya, tujuan keadilan restoratif dalam UU TPKS dan Permendikbud memiliki prinsip melindungi dan memulihkan korban. 
 
Dalam sambutan penutup dari Dr. Khaerul Umam Noer, Ketua Pelaksana kegiatan GSF yang juga seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta, dia menjelaskan bahwa GSF adalah kerja kolaboratif yang mendudukan semua pihak, mulai dari pengambil kebijakan di kampus, akademisi dan aktivis, elemen mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil.
 
Kegiatan Gender Studies Forum ini ditutup dengan dibacakannya “Seruan Dari Depok: Nyalakan Tanda Bahaya” oleh setiap pihak yang hadir, mulai dari pelaksana, pembicara, hingga para peserta yang mengikuti kegiatan ini.
 
Gender Studies Forum dilaksanakan atas kerja sama Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Bengkulu, Universitas Lambung Mangkurat dan Droupadi.
 
Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kedutaan Norwegia di Jakarta, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, dan Atiqoh Noer Alie Center.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari
Selasa, 27 September 2022 - 23:01 WIB

Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari

Elshinta.com, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua mewajibkan siswa sekolah dasar (S...
 Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua
Senin, 26 September 2022 - 16:12 WIB

Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua

Elshinta.com, Personel Satgas Yonif 126/KC Pos Waris menjadi Guru Pendidik (Gadik) di SD Kanandega K...
Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas
Senin, 26 September 2022 - 10:55 WIB

Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas

Elshinta.com, Acara ini dibuat untuk menampik stigma negatif soal pendidikan di Timur Indonesia, sek...
 Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar
Minggu, 25 September 2022 - 19:23 WIB

Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar

Elshinta.com,
Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM
Minggu, 25 September 2022 - 18:07 WIB

Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM

Elshinta.com, Memasuki tahun ketiga Universitas Majalengka (Unma) mendapatkan Program Gerakan Nasion...
Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia
Kamis, 22 September 2022 - 11:57 WIB

Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia

Elshinta.com, Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar hadir melalui terobosan para Pengajar Muda yang d...
Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan
Kamis, 22 September 2022 - 11:36 WIB

Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan

Elshinta.com, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekn...
 Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM
Rabu, 21 September 2022 - 17:46 WIB

Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM

Elshinta.com, Empat bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) saling beradu visi misi di dal...
P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas
Rabu, 21 September 2022 - 14:49 WIB

P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas

Elshinta.com, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Rise...

InfodariAnda (IdA)