Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes

Elshinta
Minggu, 14 Agustus 2022 - 20:01 WIB |
Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes
Ilustrasi berjalan kaki. (Foto oleh Daniel Reche dari Pexels)

Elshinta.com - Tujuh studi yang dilakukan para peneliti di University of Limerick di Irlandia menunjukkan bahwa berjalan kaki selama dua menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Dalam lima dari tujuh penelitian, responden tidak memiliki riwayat pradiabetes atau diabetes tipe 2. Sementara dua penelitian lain mengamati orang dengan diabetes dan tanpa diabetes.

Dikutip dari Healthline, Minggu, hasil tinjauan menyarankan waktu terbaik untuk berjalan kaki dilakukan 60 menit hingga 90 menit setelah makan. Pada waktu tersebut kadar gula darah biasanya memuncak.

Para peneliti mengatakan bahkan hanya beberapa menit berjalan lambat dengan intensitas ringan sudah cukup untuk membuat penurunan kadar gula darah bagi responden penelitian.

Secara signifikan, berjalan setelah makan dikaitkan dengan kenaikan dan penurunan kadar gula darah secara bertahap daripada duduk atau bahkan berdiri.

Mengomentari studi tersebut, ahli psikologi olahraga Dr. Haley Perlus menjelaskan bahwa berjalan dan berdiri secara positif dapat mempengaruhi metabolisme glukosa.

“Glukosa dilepaskan ke aliran darah setelah makan dan menghasilkan lonjakan kecil kadar gula darah. Sementara lonjakan gula kecil tidak abnormal, menjaga kadar gula sangat penting dalam mengelola diabetes," kata Perlus kepada Healthline.

Otot akan aktif ketika seseorang berjalan dan otot akan menyerap kelebihan glukosa yang ditemukan dalam aliran darah. Aliran darah yang lebih baik sangat penting untuk otot, anggota tubuh, dan organ sehingga menghasilkan sistem vaskular yang lebih sehat, jelas Perlus.

Ia menambahkan bahwa jalan kaki setelah makan malam juga dapat melepaskan serotonin, yang membantu tidur lebih nyenyak, nafsu makan lebih teratur, meningkatkan pola pikir positif, dan meningkatkan daya ingat.

Sementara itu, pelatih atletik bersertifikat Amber Kivett memiliki kekhawatiran tentang keterbatasan studi yang justru bisa menimbulkan masalah bagi orang-orang tertentu, misalnya orang dengan obesitas yang menderita rasa sakit saat berjalan.

Terlepas dari keterbatasan studi, Kivett mengatakan bahwa berjalan setelah makan memiliki banyak manfaat lain yang perlu diketahui.

Manfaat lain, menurut Kivett, mencakup keseimbangan fungsi penyerapan pada usus, mengoptimalkan sistem limfatik, pelepasan "hormon bahagia", hingga mengurangi timbulnya inflamasi dengan menurunkan hormon stres.

"Entah apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, atau Anda seorang individu yang 'sehat' atau atletis, menikmati jalan kaki singkat dengan intensitas ringan setelah makan akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Benarkah kopi bagus untuk turunkan berat badan?
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:47 WIB

Benarkah kopi bagus untuk turunkan berat badan?

Elshinta.com, Kopi mungkin berperan dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi nafsu makan ...
Dokter: Olahraga aerobik cocok untuk cegah serangan jantung
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:59 WIB

Dokter: Olahraga aerobik cocok untuk cegah serangan jantung

Elshinta.com, Olahraga aerobik yang biasanya dilakukan dalam intensitas rendah dalam durasi lama bis...
Studi: Minum teh setiap hari turunkan risiko diabetes
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:35 WIB

Studi: Minum teh setiap hari turunkan risiko diabetes

Elshinta.com, Minum teh setiap hari dapat meningkatkan kesehatan, memperpanjang usia harapan hidup d...
Dokter: Konsumsi sayur segar dan tinggi serat jaga kesehatan jantung
Selasa, 04 Oktober 2022 - 06:45 WIB

Dokter: Konsumsi sayur segar dan tinggi serat jaga kesehatan jantung

Elshinta.com, Dokter spesialis penyakit jantung pembuluh darah menyebutkan konsumsi buah dan sayur s...
WaspadaI gejala meningitis sakit kepala yang tak kunjung sembuh
Senin, 03 Oktober 2022 - 22:11 WIB

WaspadaI gejala meningitis sakit kepala yang tak kunjung sembuh

Elshinta.com, Ahli kesehatan dokter spesialis saraf, dr Adisresti Diwyacitta, Sp.S berpesan kepada ...
Dokter sarankan orang tua periksakan mata anak sejak dini
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:27 WIB

Dokter sarankan orang tua periksakan mata anak sejak dini

Elshinta.com, Dokter spesialis mata dr. Ratu Windi Meidiana, M.Ked (Oph), SpM menyarankan agar orang...
Dokter paparkan perawatan yang tepat pada orang dengan demensia
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:59 WIB

Dokter paparkan perawatan yang tepat pada orang dengan demensia

Elshinta.com, Perawat di RSUI Ns. Hesti Rahayu, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.M.B mencontohkan perawatan yang...
Dokter: Pikun bisa serang orang yang masih muda
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:37 WIB

Dokter: Pikun bisa serang orang yang masih muda

Elshinta.com, Dokter spesialis saraf dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS(K), Ph.D, mengatakan pikun tidak ...
Dokter: Modifikasi gaya hidup penting untuk penderita diabetes
Senin, 03 Oktober 2022 - 06:15 WIB

Dokter: Modifikasi gaya hidup penting untuk penderita diabetes

Elshinta.com, Memodifikasi gaya hidup adalah salah satu solusi penting yang bisa diterapkan oleh pen...
Kapolsek Secanggang bantu 18 balita stunting dan dua orang dhuafa
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 21:56 WIB

Kapolsek Secanggang bantu 18 balita stunting dan dua orang dhuafa

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Sektor Secanggang, Polres Langkat, AKP Salija, membagikan bansos pak...

InfodariAnda (IdA)