Indonesia berpotensi jadi pusat industri panas bumi skala global

Elshinta
Senin, 15 Agustus 2022 - 15:28 WIB |
Indonesia berpotensi jadi pusat industri panas bumi skala global
PLTP PGE Area Kamojang di Kecamatan Ibun, Kab Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-PGE

Elshinta.com - Indonesia diyakini akan menjadi pusat industri panas bumi berskala dunia di masa depan, dilihat dari besarnya potensi panas bumi yang dimiliki.

Untuk bisa mencapai target tersebut tidak bisa hanya tinggal diam, harus ada upaya untuk membuat energi panas bumi pemanfaatannya lebih optimal lagi, kata Ahmad Yuniarto, Presiden Direktur PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), bagian dari Subholding Power and New Renewable Energy Pertamina di Jakarta, Senin.

Ahmad Yuniarto mengungkapkan dengan menjadi pusat industri panas bumi dunia, secara otomatis ketahanan energi yang ditopang oleh panas bumi bisa terwujud. Panas bumi menjadi salah satu energi baru terbarukan yang paling relevan untuk menjadi sumber daya energi utama untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Indonesia sangat potensial untuk panas bumi karena melimpahnya sumber daya. Listrik yang dihasilkan dari panas bumi juga sangat stabil dan masih ada ruang agar biayanya kompetitif dan energi panas bumi sangat kompeten sebagai base load pembangkit listrik untuk sistem kelistrikan apapun," ujar Yuniarto.

Menurut Yuniarto, untuk bisa mengejar target dekarbonisasi pengembangan panas bumi tidak bisa dilakukan biasa-biasa saja seperti sekarang. Perlu ada akselerasi ekstra dari dari pemerintah selaku regulator, tidak hanya mengandalkan pelaku usaha.

Green hydrogen, misalnya, yang menjadi produk lanjutan dari panas bumi, pengembangannya bisa memberikan efek berantai (multiplier effect) luar biasa. Namun pengembangannya membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh PGE.

"Kita bisa jadikan geothermal sebagai green economy memberikan efek terhadap Indonesia. Kondisi itu memberikan value lebih banyak ke Indonesia hanya saja bisakah kita memproyeksikan green hydrogen dengan biaya efisien," ungkap Yuniarto saat berbicara dalam 11th ITB International Geothermal Workshop 2022, belum lama ini.

PGE sudah menjalin koordinasi dengan beberapa Kementerian untuk pemanfaatan green hydrogen. PGE juga akan mencari mitra strategis untuk pengembangan bisnis baru ini. Tidak hanya untuk bisnis panas bumi mitra nanti juga diharapkan bisa membawa teknologi serta pendanaan untuk pengembangan green hydrogen.

Green hydrogen diyakini bisa dikembangkan berdampingan dengan potensi panas bumi karena cadangannya juga d sekitar cadangan panas bumi. Indonesia yang memiliki cadangan panas bumi besar tentu memiliki keuntungan besar.

"Ke depan, green hydrogen tidak hanya diminati dari dalam tapi juga dari luar negeri,” katanya.

Hingga saat ini, PGE berada di peringkat pertama dalam pengelolaan panas bumi nasional dengan kapasitas terpasang 1.887 megawatt (MW). Sebesar 1.205 MW dikelola bersama mitra dan 672 MW dioperasikan sendiri oleh PGE.

Dalam RUPTL pengembangan panas bumi diharapkan mampu mencapai 5.444,5 MW pada tahun 2030 dengan rincian kapasitas terpasang PLN 1.077,5 MW dan IPP sebesar 4.367 MW.

Dalam 10 tahun ke depan, PGE menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang energi bersih yang bersumber dari panas bumi hingga dua kali lipat lebih dari yang saat ini dioperasikan sendiri oleh PGE.

Pada 2030, PGE menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGE menjadi 1.540 MW. “Ini artinya di tahun 2030 PGE berpotensi untuk bisa memberikan kontribusi potensi pengurangan emisi sebesar 9 juta ton CO2 per tahun, dan menargetkan menjadi tiga besar perusahaan produsen panas bumi di dunia,” kata Yuniarto.

Sementara itu, Hendra Yu Tonsa Tondang, Vice President Geothermal PT PLN (Persero), mengungkapkan masalah krusial dalam pengembangan panas bumi adalah adanya gap tarif listrik dan keekonomian proyek. Hal itu sangat menentukan untuk kelangsungan panas bumi.

Menurut dia, ada beberapa instrumen untuk mengisi atau menutup gap tersebut, antara lain penerapan carbon tax, menurunkan biaya pokok produksi listrik di Indonesia Timur, insentif belanja modal, government drilling, green/clean energy fund dan penerapan teknologi yang tepat sehingga bisa meningkat success ratio proyek.

"Kita tahu sekarang pemerintah sedang melakukan eksplorasi program, goverment drilling," kata Hendra.

Menurut dia, tarif listrik EBT sampai sekarang masih tinggi ketimbang fosil. Untuk itu campur tangan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk mendorong pemanfaatan EBT secara maksimal. "Kita membutuhkan kebijakan dari pemerintah, khususnya tarif. Ketika tarif lebih tinggi dari BPP akan meningkatkan subsidi juga kan," tegas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polisi selidiki temuan jenazah diduga korban pembunuhan di Temanggung
Minggu, 02 Oktober 2022 - 18:23 WIB

Polisi selidiki temuan jenazah diduga korban pembunuhan di Temanggung

Elshinta.com, Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, melakukan penyelidikan temuan jenazah yang a...
Kapolri bertolak ke Malang evaluasi tragedi Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 18:11 WIB

Kapolri bertolak ke Malang evaluasi tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertolak ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, u...
PSSI komunikasi dengan FIFA demi hindari sanksi pascakerusuhan Malang
Minggu, 02 Oktober 2022 - 17:55 WIB

PSSI komunikasi dengan FIFA demi hindari sanksi pascakerusuhan Malang

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi deng...
Pemkab Malang tanggung biaya medis korban kerusuhan di Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:44 WIB

Pemkab Malang tanggung biaya medis korban kerusuhan di Kanjuruhan

Elshinta.com, Bupati Malang Sanusi menyatakan pihaknya menanggung semua biaya perawatan medis korban...
Kemenkes: Tragedi Stadion Kanjuruhan sebabkan 188 korban luka
Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:25 WIB

Kemenkes: Tragedi Stadion Kanjuruhan sebabkan 188 korban luka

Elshinta.com, Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melaporkan sebanyak 188 ...
Polda Jabar: Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:56 WIB

Polda Jabar: Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga

Elshinta.com, Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan tragedi maut di Sta...
Basarnas Kendari selamatkan 194 jiwa dari 53 kejadian hingga September
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:37 WIB

Basarnas Kendari selamatkan 194 jiwa dari 53 kejadian hingga September

Elshinta.com, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sulawesi Tenggara mencatat, telah ...
Presiden derduka atas tragedi di Kanjuruhan, minta Liga 1 dihentikan sementara
Minggu, 02 Oktober 2022 - 12:05 WIB

Presiden derduka atas tragedi di Kanjuruhan, minta Liga 1 dihentikan sementara

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang dalam...
Kementerian PPPA jangkau anak-anak korban tragedi Stadion Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 11:44 WIB

Kementerian PPPA jangkau anak-anak korban tragedi Stadion Kanjuruhan

Elshinta.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya menjangkau anak-ana...
Jokowi perintahkan Kapolri usut tuntas tragedi Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 11:14 WIB

Jokowi perintahkan Kapolri usut tuntas tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabow...

InfodariAnda (IdA)