Puluhan ribu ekstasi Malaysia masuk dari pelabuhan sungai di Pekanbaru

Elshinta
Senin, 15 Agustus 2022 - 18:12 WIB |
Puluhan ribu ekstasi Malaysia masuk dari pelabuhan sungai di Pekanbaru
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce, (tengah) saat jumpa pers penangkapan dua orang pemilik puluhan ribu pil ekstasi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (15/8/2022). ANTARA/ Walda

Elshinta.com - Puluhan ribu pil ekstasi produksi Malaysia diduga bisa masuk ke Provinsi Riau melalui pelabuhan kecil di jalur sungai Pekanbaru.

"Ada banyak jalur sungai. Jadi, dengan geografis banyaknya jalur sungai, itu yang digunakan oleh para pelaku untuk menyelundupkan narkotika," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce saat menggelar jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin.

Namun saat ditanya lebih detail soal lokasi titik pelabuhan yang menjadi pintu masuk barang haram tersebut, Pasma tidak menjelaskan secara rinci.

Pasma menjelaskan ekstasi itu masuk ke wilayah Riau pada awal Agustus 2022. Informasi itu didapatkan polisi berdasarkan penangkapan seorang pengguna ekstasi di wilayah Jakarta.

Puluhan ribu pil ekstasi itu direncanakan akan dibawa dari Riau ke Jakarta untuk diedarkan. Dua tersangka yang ditugaskan untuk mengantar ekstasi itu adalah M (31) dan S (40).

Atas dasar informasi tersebut, polisi langsung menangkap kedua tersangka. M ditangkap di kediamannya di Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau pada Selasa (2/8).

"Kita dapati pil ekstasi sebanyak 30.500 butir yang berwarna merah jambu (pink) dari rumah M," kata Pasma.

Keesokan harinya, polisi menangkap tersangka S di Kabupaten Bengkalis, Riau. Dari tangan S, polisi mengamankan 70.855 butir ekstasi.

Total ekstasi yang diamankan dari dua tersangka sebanyak 101.355 butir yang dikemas dalam 22 kantong plastik.

"Kita juga amankan sabu siap edar dalam satu plastik yang beratnya kurang lebih 72.86 gram, juga ada satu plastik jenis ganja seberat 46,35 gram," jelas dia.

Kedua tersangka pun dibawa ke Polres Jakarta Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku sudah bekerja sebagai kurir ekstasi sebanyak lima kali.

Per kantong, kedua tersangka diberikan upah sebesar Rp3.000.000. Hingga saat ini, penyidik masih mencari aktor utama yang mengirimkan barang haram tersebut dari Malaysia.

Penyidik juga masih menyelidiki ke wilayah mana saja barang ekstasi tersebut akan disebarkan.

"Tidak menutup kemungkinan diedarkan ke klub-klub malam. Masih kita dalami," kata Pasma.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Menlu RI: MK berperan pastikan negara patuh hukum internasional
Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:55 WIB

Menlu RI: MK berperan pastikan negara patuh hukum internasional

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat memberi sambutan kehormatan (honorar...
Kuasa hukum: Ferdy Sambo pasrahkan nasib pada majelis hakim
Rabu, 05 Oktober 2022 - 23:11 WIB

Kuasa hukum: Ferdy Sambo pasrahkan nasib pada majelis hakim

Elshinta.com, Kuasa hukum tersangka Ferdy Sambo yakni Febri Diansyah mengatakan kliennya memasrahkan...
Perempuan Kodingareng bawa replika gurita di kantor Gubernur Sulsel
Rabu, 05 Oktober 2022 - 22:11 WIB

Perempuan Kodingareng bawa replika gurita di kantor Gubernur Sulsel

Elshinta.com, Puluhan perempuan nelayan asal Pulau Kodingareng Makassar didampingi aktivis lembaga W...
Soal Formula E, ini pandangan dan saran Prof Romli Atmasasmita
Rabu, 05 Oktober 2022 - 20:06 WIB

Soal Formula E, ini pandangan dan saran Prof Romli Atmasasmita

Elshinta.com, Pakar Hukum Universitas Padjajaran (Unpad), Profesor Romli Atmasasmita, meminta KPK ti...
Kejari OKU proses berkas kasus dugaan korupsi Program Serasi
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:23 WIB

Kejari OKU proses berkas kasus dugaan korupsi Program Serasi

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memprose...
Kejari Garut periksa mantan anggota DPRD terkait kasus korupsi BOP
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:11 WIB

Kejari Garut periksa mantan anggota DPRD terkait kasus korupsi BOP

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut terus melayangkan surat pemanggilan kepada sejumlah ma...
Menuntaskan persoalan yang masih tersisa di Poso
Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:35 WIB

Menuntaskan persoalan yang masih tersisa di Poso

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memastikan operasi yang melibatkan Satuan Tugas Mad...
Kemenkumham Sumsel bebaskan ribuan napi lewat integrasi dan asimilasi
Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:11 WIB

Kemenkumham Sumsel bebaskan ribuan napi lewat integrasi dan asimilasi

Elshinta.com, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan ...
Polda Sulteng proses dugaan personel tembak demonstran
Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:35 WIB

Polda Sulteng proses dugaan personel tembak demonstran

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) telah memproses Bripka H atas perkar...
KPK periksa izin IUP 208 perusahaan galian C di Bengkulu
Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:11 WIB

KPK periksa izin IUP 208 perusahaan galian C di Bengkulu

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI akan memeriksa dan mengevaluasi 208 izin usaha ...

InfodariAnda (IdA)