Disdik DKI jamin proses edukasi keberagaman dan saling menghargai

Elshinta
Senin, 15 Agustus 2022 - 19:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Disdik DKI jamin proses edukasi keberagaman dan saling menghargai
Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/3QCXBJy/elshinta.com

Elshinta.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menjamin adanya proses edukasi tentang keberagaman dan sikap saling menghargai di seluruh sekolah Ibu Kota. Organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut bakal memberikan sanksi tegas kepada guru intoleran di sekolah.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah I Jakarta Utara. Di wilayah ini tercatat tidak ada kasus diskriminasi guru terhadap siswa dari 10 laporan yang diungkap sejak 2020 lalu.
 
Kepala Sudindik Wilayah I Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan di sekolah termasuk para guru dan siswa. Ia menyebut, pentingnya mengedepankan keterbukaan dalam berkomunikasi agar tak terjadi tindakan diskriminasi.
 
"Jadi semua pergerakan di sekolah kita ajak ngobrol semua terkait dengan profil pelajar Pancasila. Jadi kegotongroyongan, kebhinekaan itu kita tekankan untuk diutarakan dan ternyata tidak ada satupun (kasus diskriminasi)," ujar Asih saat dikonfirmasi, Senin (15/8).
 
Pihaknya mengedepankan program yang menunjukkan kebersamaan keberagaman umat beragama di sekolah untuk para siswa. Misalnya, dengan mengenalkan rumah ibadah tiap agama kepada semua siswa yang berbeda kepercayaan.
 
"Bahkan tadi saya ke SMPN 122, itu ada pelajar yang hindu, kristen, budha itu mereka sama-sama berkarya di rumah ibadah muslim. Utu ada lomba-lomba 17 Agustus mereka bikin konten kebhinekaaan dan tempatnya kebetulan di musala," ucapnya.
 
Ia menegaskan, kepada para guru dan tenaga pengajar di sekolah pentingnya mematuhi SKB tiga Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 178 Tahun 2014 tentang penggunaan seragam sekolah di sekolah negeri.
 
Dalam regulasi tersebut, dijelaskan bahwa guru tak boleh memaksa siswa dalam menggunakan pakaian yang bertentangan dengan kepercayaan agamanya atau mengenai pemaksaan penggunaan hijab.
 
"Karena kami kan sudah punya role dari Permendikbud dan Pergub yang terkait juga dengan seragam dan lain-lain. Jadi intinya kita terbuka kalo ada maasalah apapun dibicarakan," tutur Asih.
 
Sub Koordinator Humas dan Kerja Sama Antarlembaga Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan, pihaknya menjamin tumbuh dan berkembangnya keberagaman di sekolah, sehingga tidak akan ada lagi pemaksaan terkait dengan atribut-atribut keagamaan di sekolah. Selain itu, Disdik juga memastikan adanya kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di sekolah.
 
“Untuk sanksi tegas nantinya juga berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI khususnya di bidang pendidikan,” kata Taga pada Senin (15/8/2022).
 
Hal itu dikatakan Taga untuk menyikapi 10 sekolah yang disebut Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta bermasalah karena intoleran. Persoalan itu diungkap PDI Perjuangan saat rapat kerja dengan Disdik pada Rabu (10/8/2022) lalu.
 
“10 sekolah yang diberitakan saat ini adalah hasil inventarisir dari Fraksi PDIP dari tahun 2020 sampai terakhir saat ini (2022),” ujar Taga.
 
Menurutnya, kasus yang sudah terbukti terjadi pelanggaran sudah ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Sedangkan untuk kasus terbaru saat ini masih didalami oleh tim, namun dipastikan anak-anak tetap bersekolah.
 
Taga menjelaskan, ada dua regulasi yang mengatur soal penggunaan seragam dan atribut di sekolah. Aturan itu adalah Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 tentang Seragam Sekolah dan Pergub DKI Jakarta Nomor 178 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah.
 
Kebijakan itu kemudian disosialisasikan Disdik DKI Jakarta melalui Surat Edaran Nomor 83/SE/2015 tentang Pakaian Dinas Bagi Pendidik, Tenaga Pendidik dan Pakaian Seragam Sekolah dan Olahraga bagi Peserta Didik. Dalam aturan itu, kata Taga, tidak ada pasal yang mewajibkan para pelajar untuk memakai atribut keagamaan di sekolah.
 
 “Jadi tidak ada pasal yang menyebutkan kata wajib, tapi dapat disesuaikan dengan agama, keyakinan, dan keterpanggilan peserta didik yang bersangkutan,” ucapnya.
 
Dia menambahkan, edukasi tentang keberagaman dan sikap saling menghargai diberikan kepada 2.008 sekolah negeri dan 6.837 sekolah swasta. Sasarannya adalah 41.658 guru di sekolah negeri dan 52.404 di sekolah swasta.
 
“Edukasi ini juga diberikan kepada 935.457 peserta didik di sekolah negeri  dan 718.829 peserta didik di sekolah swasta. Ini tentunya, mempunyai tantangan tersendiri dan dengan adanya masukan, serta pengaduan masyarakat tentu akan kami tindaklanjuti,” imbuhnya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari
Selasa, 27 September 2022 - 23:01 WIB

Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari

Elshinta.com, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua mewajibkan siswa sekolah dasar (S...
 Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua
Senin, 26 September 2022 - 16:12 WIB

Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua

Elshinta.com, Personel Satgas Yonif 126/KC Pos Waris menjadi Guru Pendidik (Gadik) di SD Kanandega K...
Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas
Senin, 26 September 2022 - 10:55 WIB

Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas

Elshinta.com, Acara ini dibuat untuk menampik stigma negatif soal pendidikan di Timur Indonesia, sek...
 Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar
Minggu, 25 September 2022 - 19:23 WIB

Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar

Elshinta.com,
Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM
Minggu, 25 September 2022 - 18:07 WIB

Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM

Elshinta.com, Memasuki tahun ketiga Universitas Majalengka (Unma) mendapatkan Program Gerakan Nasion...
Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia
Kamis, 22 September 2022 - 11:57 WIB

Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia

Elshinta.com, Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar hadir melalui terobosan para Pengajar Muda yang d...
Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan
Kamis, 22 September 2022 - 11:36 WIB

Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan

Elshinta.com, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekn...
 Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM
Rabu, 21 September 2022 - 17:46 WIB

Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM

Elshinta.com, Empat bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) saling beradu visi misi di dal...
P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas
Rabu, 21 September 2022 - 14:49 WIB

P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas

Elshinta.com, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Rise...

InfodariAnda (IdA)