Apresiasi dunia internasional, tiga tahun Indonesia swasembada beras

Elshinta
Selasa, 16 Agustus 2022 - 11:34 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Apresiasi dunia internasional, tiga tahun Indonesia swasembada beras
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com

Elshinta.com - Lembaga internasional, pusat penelitian beras dunia atau International Rice Research Institute (IRRI) memberikan penghargaan terhadap Republik Indonesia yang selama tiga tahun terakhir mampu mencapai swasembada beras secara berturut-turut. Pengharagaan ini diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.

IRRI menilai, Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok domestik dalam hal ini beras lebih dari 90 persen. Diketahui, produksi beras nasional dari tahun 2019 konsisten beradi di angka 31,3 juta ton sehingga berdasarkan hitungan BPS jumlah stok akhir di bulan April 2022 tertinggi di angka 10,2 juta ton.

"Dan kalau ditanya barangnya ada di mana? ya ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran dan juga juga di Bulog. Plus beberapa di industri-industri pangan. Inilah yang menyebabkan kenapa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah mencapai swasembada pangan," ujar Presiden, Minggu (14/8). 

Presiden mengatakan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi nasional dan menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi kondisi pangan internasional.

"Terimaksih yang sebesar-besarnya kepada pelaku dan bekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya, tentu saja Bupati, gubernur dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang semuanya bekerja sama dengan riset-riset dari universitas perguruan tinggi yang kita miliki. Ini adalah kerja yang terintegrasi dan kerja gotong royong," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kontributor Elshinta, Rizkia, Selasa (16/8). 

Dijelaskan Presiden, salah satu infrastruktur yang selama ini dibangun Indonesia sejak tahun 2015 adalah infrastruktur di bidang pertanian. Tercatat, ada bendungan yang sudah diresmikan mencapai 29 dan tahun ini akan selesai lagi 38 bendungan dengan target sampai tahun 2024 lebih dari 61 bendungan.

"Kita juga membangun embung dan 4.500 jaringan irigasi yang dibangun selama 7 tahun terakhir, selain juga kita terus memanfaatakan varietas unggul padi, intensifikasi dan ekstensifikasi. Kita berharap, ke depan tidak hanya beras yang swasembada, tetapi kita jagung dan lainya," katanya.

Presiden menambahkan program diversifikasi juga dapat dioptimalakan dengan baik untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. Saat ini, Indonesia terus melakukan penanaman sorgum sebagau subtitusi yang bisa menggantikan gandum.

"Diversifikasi pangan hati-hati, kita tidak hanya tergantung pada beras tetapi harus kita mulai juga untuk jenis-jenis bahan pangan yang lainnya. Kita sudaj mulai kemarin di Waingapu sorgum, kemudian di beberapa provinsi jagung juga besar besaran yang dulu harus impor 3,5 juta ton hari ini kita hanya impor kira-kira 800 ribu ton. Ini sebuah lompatan yang sangat besar sekali dan kita harapkan dengan terus-menerus kita konsentrasi ke sana," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Perajin tahu Kulon Progo perkecil ukuran siasati harga kedelai
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:56 WIB

Perajin tahu Kulon Progo perkecil ukuran siasati harga kedelai

Elshinta.com, Perajin tahu di Desa Ngentakrejo dan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Y...
Presiden Jokowi `groundbreaking` pabrik pipa di Batang
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:45 WIB

Presiden Jokowi `groundbreaking` pabrik pipa di Batang

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah, Senin, untuk m...
Kunjungan wisman naik 2.000 persen capai 1,73 juta hingga Agustus
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:37 WIB

Kunjungan wisman naik 2.000 persen capai 1,73 juta hingga Agustus

Elshinta.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) k...
BPS: Bensin picu inflasi capai 5,95 persen
Senin, 03 Oktober 2022 - 14:38 WIB

BPS: Bensin picu inflasi capai 5,95 persen

Elshinta.com, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan bahwa bensin menjadi pemic...
BPS catat inflasi 1,17 persen pada September 2022
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:56 WIB

BPS catat inflasi 1,17 persen pada September 2022

Elshinta.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 1,17 persen pada September 2022 a...
BI sebut risiko inflasi lebihi empat persen masih tinggi hingga 2023
Senin, 03 Oktober 2022 - 12:06 WIB

BI sebut risiko inflasi lebihi empat persen masih tinggi hingga 2023

Elshinta.com, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyebut risiko inflasi melebihi empat p...
Tinjau ATF 2023, Menparekraf merekomendasikan Arkamaya Sembung  
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:08 WIB

Tinjau ATF 2023, Menparekraf merekomendasikan Arkamaya Sembung  

Elshinta.com, Pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir ini banyak memberikan dampak ...
Presiden Joko Widodo ingin pengusaha besar dan UMKM kompak
Senin, 03 Oktober 2022 - 09:57 WIB

Presiden Joko Widodo ingin pengusaha besar dan UMKM kompak

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar pengusaha besar dan Usaha Mikro, Kecil dan M...
IHSG terkoreksi seiring pasar nantikan rilis data inflasi domestik
Senin, 03 Oktober 2022 - 09:48 WIB

IHSG terkoreksi seiring pasar nantikan rilis data inflasi domestik

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi terkore...
Rupiah Senin pagi melemah 28 poin
Senin, 03 Oktober 2022 - 09:23 WIB

Rupiah Senin pagi melemah 28 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi mel...

InfodariAnda (IdA)