Penganiayaan yang tewaskan korban di Kendal berawal dari saling tantang di medsos

Elshinta
Selasa, 16 Agustus 2022 - 17:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Penganiayaan yang tewaskan korban di Kendal berawal dari saling tantang di medsos
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan BP (20), warga Desa Plantaran, Kaliwungu Selatan, berhasil diringkus Satreskrim Polres Kendal.

Dua orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah S warga Kota Semarang dan AF alias Ucok warga Karangayu Cepiring. 

Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam menerangkan, penganiayaan berdarah yang menewaskan Bagus terjadi di gerbang masuk Dukuh Krajan Desa Plantaran Kaliwungu Selatan.

"Kejadian berawal dari saling tantang antar geng di media sosial," kata Kapolres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (16/8).

Diungkapkannya, dua geng pemuda tersebut kemudian menyepakati untuk bertemu di daerah Plantaran pada Sabtu 13 Agustus 2022 malam lalu.

Berdasar keterangan saksi, kata Kapolres, korban memang mempunyai rencana untuk mendatangi tawuran dan kemudian kembali ke basecamp atau tempat yg sering digunakan untuk berkumpul.

"Namun saat tawuran tersebut korban terkena sabetan di kepala dan di bagian punggung belakang sehingga mengakibatkan korban pingsan di TK. Geng korban saat itu memang kalah jumlah," imbuhnya.

Selanjutnya, kata Kapolres, korban yang terluka parah langsung dibawa ke Rumah Sakit Darul Istikomah Kaliwungu. 

Pihak keluarga korban kemudian diberitahu mengenai kondisi dan keberadaan korban kemudian menyusul ke Rumah sakit Darul Istiqomah. 

"Karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya sekira pukul 06.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia," terang Kapolres

Atas kejadian tersebut, kata dia, keluarga korban tak terima dan melapor Polres Kendal. 

Dari hasil autopsi terungkap bahwa korban tewas akibat luka tusuk di punggung dan di kepala. 

"Dari penelusuran petugas kemudian berhasil mengamankan kedua geng yang terlibat tawuran. Dari dua geng tersebut, terdapat dua orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang berakibat korban meninggal dunia," jelasnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang disita, kata Kapolres, antara lain berupa (satu) buah senjata tajam jenis celurit, dan (satu) buah Ikat pinggang yang telah diikat dengan Gear rantai Sepeda Motor.

Atas perbuatannya, S dan AF akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun. 

"Untuk pengembangan kasus, saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap kedua geng ini," tambah Kapolres.

Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kapolres Kendal berpesan kepada orangtua untuk memantau aktivitas anaknya agar tidak terjerumus pada hal yang negatif. 

“Gunakan media sosial dengan bijak agar tidak digunakan untuk hal yang tidak baik,” katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 BNNP Bali ungkap kasus narkotika jenis kokain
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 18:11 WIB

BNNP Bali ungkap kasus narkotika jenis kokain

Elshinta.com, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap kasus peredaran nark...
 Kurun waktu satu bulan, Ditreskrimsus Polda Kaltim amankan 10.000 mt batu bara
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 16:55 WIB

Kurun waktu satu bulan, Ditreskrimsus Polda Kaltim amankan 10.000 mt batu bara

Elshinta.com, Pertambang ilegal yang makin marak di Kalimantan Timur khususnya wilayah Samboja kini ...
Lakukan kekerasan seksual, oknum pengurus EM UB dipecat
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:11 WIB

Lakukan kekerasan seksual, oknum pengurus EM UB dipecat

Elshinta.com, Kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Universitas Brawijaya (UB). Ironisnya pelak...
Lakukan tindak asusila terhadap empat murid, guru ngaji di Purwakarta diamankan petugas
Kamis, 29 September 2022 - 19:17 WIB

Lakukan tindak asusila terhadap empat murid, guru ngaji di Purwakarta diamankan petugas

Elshinta.com, Seorang guru ngaji di Purwakarta, Jawa Barat ditangkap petugas Polsek Plered, karena ...
Ditkrimsus Polda Kaltim bongkar praktik tambang ilegal di Desa Sukomulyo, Sepaku
Selasa, 27 September 2022 - 14:08 WIB

Ditkrimsus Polda Kaltim bongkar praktik tambang ilegal di Desa Sukomulyo, Sepaku

Elshinta.com, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim berhasil membongkar praktik tambang il...
 Operasi Sikat Jaran Candi 2022, Polres Kudus amankan pelaku curanmor dan tabung LPG
Senin, 26 September 2022 - 18:55 WIB

Operasi Sikat Jaran Candi 2022, Polres Kudus amankan pelaku curanmor dan tabung LPG

Elshinta.com, Polda Jawa Tengah telah mengelar Operasi Sikat Jaran Candi 2022 selama 20 hari. Dalam ...
Ungkap 332 kasus curanmor, Polda Jateng persilakan warga ambil motor yang hilang
Senin, 26 September 2022 - 17:46 WIB

Ungkap 332 kasus curanmor, Polda Jateng persilakan warga ambil motor yang hilang

Elshinta.com, Ratusan kasus pencurian berhasil diungkap jajaran Polda Jateng pada Operasi Sikat Jara...
 Polda Sumut segel ruko bos judi online 
Rabu, 21 September 2022 - 11:56 WIB

Polda Sumut segel ruko bos judi online 

Elshinta.com, Penyidik Ditkrimsus Polda Sumatera Utara (Sumut) menyegel sejumlah tempat judi yang se...
Sadis! Seorang anak di Purwakarta tega bunuh ibunya sendiri
Rabu, 21 September 2022 - 10:45 WIB

Sadis! Seorang anak di Purwakarta tega bunuh ibunya sendiri

Elshinta.com, Seorang ibu di Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia akibat dibunuh anaknya sendiri ...
Polres Kudus amankan dua pelaku judi togel
Selasa, 20 September 2022 - 16:37 WIB

Polres Kudus amankan dua pelaku judi togel

Elshinta.com, Satuan Reskrim Polres Kudus Jawa Tengah berhasil mengamankan dua pelaku judi togel onl...

InfodariAnda (IdA)