Rawat inap PPOK di Jepang turun setelah tembakau alternatif hadir

Elshinta
Rabu, 17 Agustus 2022 - 21:35 WIB |
Rawat inap PPOK di Jepang turun setelah tembakau alternatif hadir
Berbagai jenis produk tembakau alternatif. REUTERS/Arriana Mclymore

Elshinta.com - Angka rawat inap akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), eksaserbasi (perburukan gejala) PPOK, dan penyakit jantung iskemik (IHD) di Jepang mengalami penurunan setelah hadirnya produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product/HTP).

“Rata-rata jumlah rawat inap karena PPOK sebesar 1,93 persen dari total rawat inap, dengan tren fluktuatif mulai dari 1,83 persen pada tahun 2013 menjadi 2,08 persen pada 2016, kemudian menurun menjadi 1,82 persen pada 2019,” ujar para peneliti seperti dikutip dari penerbit artikel ilmiah dan platform sains terbuka Frontiers, pada Rabu.

Penelitian yang dilakukan oleh Angela van der Plas, Meagan Antunes, Alba Romero-Kauss, Matthew Hankis, dan Annie Heremans itu mencatat bahwa jumlah rawat inap akibat PPOK mengalami penurunan sebesar 0,1 persen-0,2 persen jika dibandingkan dengan waktu sebelum pengenalan produk tembakau yang dipanaskan.

Melansir data Japan Medical Data Center (JMDC) sebagai penyedia layanan data statistik medis Jepang pada Rabu, sebelumnya jumlah rawat inap mengalami peningkatan dari 53.481 pada 2010 menjadi 450.761 pada 2019.

Rata-rata peningkatan tertinggi terjadi pada 2012 ke 2013 sebesar 48,98 persen, 2011 ke 2012 sebesar 43,01 persen, dan 2014 ke 2015 sebesar 39,44 persen. Setelah 2015, rata-rata peningkatan rawat inap ada di angka 17,05 persen.

Penelitian jangka panjang tersebut dilakukan terhadap orang dewasa berusia 20-74 tahun dengan waktu rawat inap pada Januari 2010 hingga Desember 2019. Penelitian dijalankan pada lima tahun sebelum dan empat tahun sesudah produk tembakau yang dipanaskan pertama kali dikenalkan di Jepang.

Sementara itu, angka rawat inap karena eksaserbasi PPOK ditambah infeksi saluran pernapasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRTI) tercatat mengalami peningkatan dari 0,4 persen pada 2013 dan menjadi 0,48 persen di dua tahun berikutnya.

Kemudian, pada 2019 menurun menjadi 0,41 persen dengan rata-rata 0,43 persen. Adapun, rata-rata tren rawat inap karena penyakit jantung iskemik juga turun dari 4,49 persen pada 2016 menjadi 4,02 persen pada 2019.

Dari data di atas, bisa dilihat bahwa kendati jumlah rawat inap secara keseluruhan mengalami peningkatan, tetapi jumlah rawat inap karena PPOK, eksaserbasi PPOK, dan penyakit jantung iskemik malah mengalami tren sebaliknya setelah produk tembakau yang dipanaskan hadir di Jepang.

Analisis tren rawat inap ini dilakukan dengan tujuan mereplikasi analisis Real-World Data (RWD) yang telah dilakukan sebelumnya. Analisis RWD ini menilai dampak kehadiran produk tembakau yang dipanaskan ke pasar Jepang dengan menggunakan data dari Medical Data Vision (MDV), sebuah penyedia data kesehatan di Jepang.

Pasca-penelitian di Jepang, para peneliti menyarankan agar riset serupa dilakukan di negara-negara lain, di mana produk tembakau yang dipanaskan tersedia dan dimanfaatkan. Dengan demikian, data epidemiologi jangka panjang bisa tersedia.

Data itu bisa menjadi sumber referensi penting bagi negara-negara di dunia dalam menyikapi kehadiran produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
IPEMI Jepang peringati Hari Batik Nasional lewat peragaan busana
Minggu, 02 Oktober 2022 - 19:11 WIB

IPEMI Jepang peringati Hari Batik Nasional lewat peragaan busana

Elshinta.com, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jepang memperingati Hari Batik Nasional pa...
Disnakertran Jambi kirim 124 peserta magang ke Jepang
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 11:31 WIB

Disnakertran Jambi kirim 124 peserta magang ke Jepang

Elshinta.com, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Jambi mengirimkan 124 pese...
Gubernur BI yakinkan pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia
Rabu, 28 September 2022 - 08:35 WIB

Gubernur BI yakinkan pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia

Elshinta.com, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakinkan para pengusaha China agar tidak ragu ...
Wapres Ma`aruf Amin sempatkan jalan pagi di Hibiya Park
Selasa, 27 September 2022 - 09:11 WIB

Wapres Ma`aruf Amin sempatkan jalan pagi di Hibiya Park

Elshinta.com, Pada sela-sela kunjungan kerja, Wakil Presiden Ma`ruf Amin dan Ibu Wury Ma\'ruf Amin m...
Wapres Ma`ruf Amin ke Jepang hadiri pemakaman Shinzo Abe
Minggu, 25 September 2022 - 12:31 WIB

Wapres Ma`ruf Amin ke Jepang hadiri pemakaman Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin berangkat ke Tokyo, Jepang, untuk menghadiri prosesi pemaka...
54 kampus China pastikan terima kembali para mahasiswa Indonesia
Senin, 19 September 2022 - 09:55 WIB

54 kampus China pastikan terima kembali para mahasiswa Indonesia

Elshinta.com, Sebanyak 54 kampus perguruan tinggi yang tersebar di 21 kota di China memastikan kesed...
Media berpengaruh China sebut KBRI Beijing sebagai `happiest embassy`
Sabtu, 17 September 2022 - 18:31 WIB

Media berpengaruh China sebut KBRI Beijing sebagai `happiest embassy`

Elshinta.com, Media penyiaran berpengaruh di China yang memiliki jaringan internasional CGTN menyebu...
Forum ALC di Beijing jadi ajang pameran kebaya Nusantara
Kamis, 15 September 2022 - 07:45 WIB

Forum ALC di Beijing jadi ajang pameran kebaya Nusantara

Elshinta.com, Forum ASEAN Ladies Circle atau ALC di Beijing, China, Selasa (13/9) sore, menjadi aj...
 Dubes Heri Akhmadi buka Forum Bisnis dan Aichi World Festival 2022
Senin, 12 September 2022 - 16:06 WIB

Dubes Heri Akhmadi buka Forum Bisnis dan Aichi World Festival 2022

Elshinta.com, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi membuka Forum Bisni...
Dubes-Wagub Fujian sepakat tingkatkan kerja sama Indonesia-China
Senin, 12 September 2022 - 13:45 WIB

Dubes-Wagub Fujian sepakat tingkatkan kerja sama Indonesia-China

Elshinta.com, Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Wakil Gubernur Fujian Guo Ningning b...

InfodariAnda (IdA)