Omah Kreasi: Masyarakat layak bergembira di Bulan Kemerdekaan

Elshinta
Kamis, 18 Agustus 2022 - 00:11 WIB |
Omah Kreasi: Masyarakat layak bergembira di Bulan Kemerdekaan
Pembina Yayasan Omah Kreasi Centre Yogyakarta Khoirun Nisa. ANTARA/HO-Yayasan Omah Kreasi Centre

Elshinta.com - Pendiri dan Pembina Yayasan Omah Kreasi Centre Yogyakarta Khoirun Nisa menilai pada  momentum perayaan HUT Ke-77 RI ini masyarakat layak bergembira setelah lebih dari dua tahun kegembiraan tersebut nyaris hilang akibat pandemi COVID-19.

"Masyarakat layak bergembira di Bulan Kemerdekaan ini. Kemeriahan perlombaan menjadi momentum pelepas kejenuhan dan kepenatan selama pandemi virus corona," kata Khoirun Nisa melalui pesan tertulisnya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ucapan syukur sekaligus titik tolak untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

"Pemerintah dengan cermat dan tepat mengusung tema hari ulang tahun ke-77 untuk mengingatkan kita bersama agar tidak berpuas diri namun hendaknya segera pulih dan bangkit, bahkan pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," katanya.

Ia mengatakan, perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Semasa pandemi COVID-19 masih menggelayut, segenap elemen bangsa dan negara berupaya terus tangguh dan tumbuh.

"Kini, semangat itu terwujud dalam beragam aktivitas lomba dan pentas kegembiraan khas bulan Agustus. Semarak lomba menyambut hari kemerdekaan Indonesia diikuti dengan gegap gempita oleh masyarakat," katanya.

Paling banyak adalah lomba dalam kelompok yang menuntut kekompakan dan menciptakan kemeriahan massal, seperti lomba memasukkan pinsil ke mulut botol, dan membawa kelereng dengan sendok makan.

Sedangkan Donum Theo, aparatur sipil negara di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengatakan kemeriahan perayaan ulang tahun kemerdekaan RI ini terwujud di atas kebiasaan tahunan yang sudah mendarah daging.

"Bahkan, kehadiran teknologi dan internet tidak dapat menggantikan pola perilaku masyarakat kita dalam perayaan kemerdekaan sampai hari ini, tetap lebih dominan lomba luring dibandingkan dengan daring," katanya.

Menurut dia, lomba daring dalam rangka merayakan kemerdekaan tidak memiliki akar dalam tradisi dan budaya sebagai identitas bangsa Indonesia.

"Mungkin nanti hanya generasi Z dan generasi Alfa kita yang lebih menikmati lomba daring melalui gawai berbasis teknologi internet, dan bukannya tanpa tantangan karena dua generasi ini tengah dicap sebagai generasi stroberi yang unik namun rapuh," kata laki-laki kelahiran Yogyakarta ini.

Ia mengatakan identitas budaya bangsa Indonesia tercermin dalam setiap nilai dan butir pengamalan Pancasila.

"Sayangnya, cerminan itu menjadi buram dengan serbuan hoaks, ujaran kebencian, hingga intoleransi yang bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi," katanya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Nisa, yang menilai bahwa tantangan identitas budaya menemukan realitas pahit yaitu hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi yang menyerang keberagaman kita, yaitu Bhineka Tunggal Ika.

"Maka, diperlukan upaya bersama untuk menjaga dan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik keseharian yang betul-betul mengakar di tengah masyarakat," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pemkab gencarkan promosi batik Cianjuran melalui peragaan busana
Minggu, 02 Oktober 2022 - 19:25 WIB

Pemkab gencarkan promosi batik Cianjuran melalui peragaan busana

Elshinta.com, Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan promosi batik khas Cianjuran dengan mengiku...
Polisi selidiki temuan jenazah diduga korban pembunuhan di Temanggung
Minggu, 02 Oktober 2022 - 18:23 WIB

Polisi selidiki temuan jenazah diduga korban pembunuhan di Temanggung

Elshinta.com, Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, melakukan penyelidikan temuan jenazah yang a...
Kapolri bertolak ke Malang evaluasi tragedi Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 18:11 WIB

Kapolri bertolak ke Malang evaluasi tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertolak ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, u...
PSSI komunikasi dengan FIFA demi hindari sanksi pascakerusuhan Malang
Minggu, 02 Oktober 2022 - 17:55 WIB

PSSI komunikasi dengan FIFA demi hindari sanksi pascakerusuhan Malang

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi deng...
Pemkab Malang tanggung biaya medis korban kerusuhan di Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:44 WIB

Pemkab Malang tanggung biaya medis korban kerusuhan di Kanjuruhan

Elshinta.com, Bupati Malang Sanusi menyatakan pihaknya menanggung semua biaya perawatan medis korban...
Kemenkes: Tragedi Stadion Kanjuruhan sebabkan 188 korban luka
Minggu, 02 Oktober 2022 - 16:25 WIB

Kemenkes: Tragedi Stadion Kanjuruhan sebabkan 188 korban luka

Elshinta.com, Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melaporkan sebanyak 188 ...
Polda Jabar: Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:56 WIB

Polda Jabar: Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga

Elshinta.com, Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan tragedi maut di Sta...
Basarnas Kendari selamatkan 194 jiwa dari 53 kejadian hingga September
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:37 WIB

Basarnas Kendari selamatkan 194 jiwa dari 53 kejadian hingga September

Elshinta.com, Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sulawesi Tenggara mencatat, telah ...
Presiden derduka atas tragedi di Kanjuruhan, minta Liga 1 dihentikan sementara
Minggu, 02 Oktober 2022 - 12:05 WIB

Presiden derduka atas tragedi di Kanjuruhan, minta Liga 1 dihentikan sementara

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang dalam...
Kementerian PPPA jangkau anak-anak korban tragedi Stadion Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 11:44 WIB

Kementerian PPPA jangkau anak-anak korban tragedi Stadion Kanjuruhan

Elshinta.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupaya menjangkau anak-ana...

InfodariAnda (IdA)