Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati

Elshinta
Kamis, 18 Agustus 2022 - 13:22 WIB |
Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati
Arsip - Seorang tentara berjaga di depan Balai Agung Rakyat, Beijing, China. (ANTARA/M. Irfan Ilmie/aa)

Elshinta.com - Mantan petinggi Partai Komunis China (CPC) Shi Wenqing divonis hukuman mati karena terlibat dalam kasus penyuapan.

Shi adalah politikus CPC yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat China Provinsi Jiangxi.

Dia dinyatakan bersalah atas tindak pidana suap dan kepemilikan senjata api, menurut putusan majelis hakim di Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, Selasa (16/8).

Selain hukuman mati dengan masa penangguhan selama dua tahun, hak politik Shi dicabut seumur hidup dan semua hartanya disita oleh negara.

Menurut pengadilan, Shi menyalahgunakan kewenangannya saat menduduki jabatan penting di Provinsi Heilongjiang dan Provinsi Jiangxi selama periode 2003-2020 dengan memberikan bantuan ilegal kepada lembaga atau individu yang terlibat pembiayaan dan kontrak proyek serta akuisisi tanah milik negara.

Selama periode itu pula, Shi menerima suap yang nilainya mencapai 195 juta yuan (sekitar Rp1,3 miliar), baik secara langsung maupun melalui kerabatnya.

Ia juga memberikan sepucuk pistol pemberian orang lain kepada keluarganya pada 2004 untuk disimpan, demikian putusan pengadilan.

Shi juga dituduh tidak pernah menolak pemberian suap hingga Mei 2020 atau enam bulan setelah dilaporkan oleh tiga perusahaan berbeda meskipun sudah pensiun.

Pusat Komisi Inspeksi Disiplin (CCDI), lembaga antirasuah bentukan CPC, menyatakan bahwa sejak Maret 2021 Shi sudah dicopot dari partai berkuasa di China itu karena dianggap memiliki ambisi dan integritas politik yang sangat buruk.

Pengadilan juga menuduh Shi telah melanggar undang-undang tentang pengendalian senjata.

Dalam putusannya, majelis hakim mempertimbangkan pengakuan terpidana tentang perilaku kejahatannya, termasuk perincian jumlah uang suap yang sebelumnya tidak diketahui dan kesediaannya mengembalikan uang hasil kejahatan tersebut.

Oleh sebab itu, hukuman mati yang dijatuhkan pihak pengadilan di Ningbo disertai dengan penangguhan selama dua tahun.

Jika dalam dua tahun, terpidana tidak melakukan tindak pidana, maka hukumannya secara otomatis berubah menjadi hukuman seumur hidup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen
Jumat, 30 September 2022 - 19:24 WIB

Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen

Elshinta.com, Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan Hari Martir dengan meletakkan karangan...
 Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun
Jumat, 30 September 2022 - 13:56 WIB

Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memfasilitasi kerja sama bisnis biomass...
KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman
Kamis, 29 September 2022 - 12:35 WIB

KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Havana menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) ...
Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China
Kamis, 29 September 2022 - 10:11 WIB

Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China

Elshinta.com, Produsen vaksin terbesar di China Sinopharm dan perusahaan farmasi terbesar di Amerika...
Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow
Kamis, 29 September 2022 - 08:11 WIB

Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow

Elshinta.com, Pembatik cilik asal Karawang, Jawa Barat, Akeyla Naraya (12) menceritakan pengalamanny...
28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB
Rabu, 28 September 2022 - 06:00 WIB

28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB

Pada tanggal 28 September 1950 yang lalu Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa...
Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe
Selasa, 27 September 2022 - 14:25 WIB

Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang S...
ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik
Selasa, 27 September 2022 - 08:59 WIB

ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik

Elshinta.com, Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara...
OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter
Selasa, 27 September 2022 - 08:47 WIB

OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter

Elshinta.com, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan pada Senin (26/9...
Wapres Ma`ruf Amin dengarkan asprirasi masyarakat Indonesia di Jepang
Senin, 26 September 2022 - 23:47 WIB

Wapres Ma`ruf Amin dengarkan asprirasi masyarakat Indonesia di Jepang

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin mendengarkan aspirasi sejumlah Warga Negara Indonesia yang ...

InfodariAnda (IdA)