MemoRI 19 Agustus

19 Agustus 1945: Hari jadi Mahkamah Agung

Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
19 Agustus 1945: Hari jadi Mahkamah Agung
Sumber foto: https://bit.ly/3prLxiz/elshinta.com.

Elshinta.com - Saat Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, sistem pemerintahan belum mengacu kepada penerapan trias politica. Saat itu parlemen belum dibentuk dan hanya ada lembaga eksekutif yaitu presiden dan para menteri. 

Pada 19 Agustus 1945, dua hari setelah Indonesia merdeka, Soekarno melantik dan mengangkat Kusumah Atmadja sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pelantikan itu ditetapkan juga sebagai Hari Jadi Mahkamah Agung.

Tanggal tersebut juga merupakan tanggal disahkannya UUD 1945 dan bersamaan dengan lahirnya pemerintahan pertama Indonesia. Mahkamah Agung sempat pindah ke Yogyakarta pada rentang waktu 1946 hingga 1950. 

Namun, pada 1 Januari 1950, Mahkamah Agung kembali ke Jakarta. Saat itu, Kusumah Atmadja kembali menjadi Ketua MA hingga meninggal dunia di Jakarta pada 11 Agustus 1952.

Di awal kariernya, Kusumah Atmadja adalah pegawai pada pengadilan di Bogor. Setelah setahun terjun di dunia pengadilan, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan Pendidikan Hukum di Universitas Leiden, Belanda. Masa disertasinya adalah menguraikan masalah Hukum Wakaf di Indonesia. Sampai di tahun 1922, ia menyelesaikan studinya dengan gelar Doctor in de recht geleerheid.

Sepulangnya ke Tanah Air, Kusumah Atmadja mendapat tawaran menjadi hakim di Raad Van Justitie (setingkat pengadilan tinggi) di Batavia. Setahun berlalu, Kusumah Atmadja menjadi Voorzitter Landraad (Ketua Pengadilan Negeri) di Indramayu dan Majalengka, Jawa Barat. Hingga ia bertemu dengan seorang gadis bernama Raden Ajeng Nawangsih yang mana perkenalan ini berlanjut menjadi ikatan tali perkawinan.

Perjalanan karier nya tak cukup sampai di situ saja, bahkan Kusumah Atmadja pernah menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Padang. Ketika bertugas di Padang pada tahun 1931, ia pernah mendapat penghinaan yang menyakitkan hati. Residen Padang menyebutnya  “Inlander” atau pribumi. Alhasil ia pun tidak terima dan langsung mendatangi kantor residen dan membuat residen menarik ucapannya itu.

Di tahun yang sama, ia kembali pindah ke Jakarta untuk menjabat Voorzitter Landraad wilayah Jakarta dan Tangerang. Kemudian tahun 1938, ia menjabat Voorzitter Landraad wilayah Kendal-Semarang. Selanjutnya, ia menjadi anggota Raad Van Justitie Semarang seiring bergantinya Pemerintahan Hindia Belanda ke Penjajahan Jepang.

Jelang kemerdekaan RI, ia menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Setelah Indonesia merdeka, pemerintah menunjuk Kusumah Atmadja untuk membentuk Mahkamah Agung sebagai lembaga hukum tertinggi negara.

Pada akhirnya Kusumah Atmadja terpilih menjadi Ketua Pertama Mahkamah Agung Indonesia, yang menjabat selama 7 tahun berlangsung sejak periode 1945 – 1952.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pameran UMKM Lebak tampilkan kerajinan warga binaan lapas
Kamis, 29 September 2022 - 07:01 WIB

Pameran UMKM Lebak tampilkan kerajinan warga binaan lapas

Elshinta.com, Pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Lebak, Provinsi Bante...
Polresta Mataram ungkap penipuan bermodus proyek sembako kampanye
Kamis, 29 September 2022 - 06:15 WIB

Polresta Mataram ungkap penipuan bermodus proyek sembako kampanye

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkap kasus dugaan pen...
Polres Bogor tangkap tersangka perdagangan anak
Kamis, 29 September 2022 - 00:11 WIB

Polres Bogor tangkap tersangka perdagangan anak

Elshinta.com, Polisi Resor Bogor di Jawa Barat menangkap pria berinisial SH (32) yang diduga melakuk...
Kejaksaan Agung nyatakan berkas Ferdy Sambo sudah lengkap
Rabu, 28 September 2022 - 23:11 WIB

Kejaksaan Agung nyatakan berkas Ferdy Sambo sudah lengkap

Elshinta.com, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Fadil Zumhana menyatakan berkas pe...
Polresta Tanjungpinang gerebek rumah penampungan pekerja migran ilegal
Rabu, 28 September 2022 - 22:37 WIB

Polresta Tanjungpinang gerebek rumah penampungan pekerja migran ilegal

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menggerebek sebuah rumah kontraka...
KPK angkut satu koper dokumen usai agenda tertutup di Manokwari
Rabu, 28 September 2022 - 20:11 WIB

KPK angkut satu koper dokumen usai agenda tertutup di Manokwari

Elshinta.com, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan Markas Polresta Manokwari...
Respon saran Ketua KPK, MA mulai benahi sistem peradilan dan manajemen kelembagaan
Rabu, 28 September 2022 - 20:06 WIB

Respon saran Ketua KPK, MA mulai benahi sistem peradilan dan manajemen kelembagaan

Elshinta.com, Ketua KPK Firli Bahuri menyarankan sejumlah langkah perbaikan agar praktik korupsi tid...
Kerugian negara kasus korupsi dana sawit di Bengkulu capai Rp9 miliar
Rabu, 28 September 2022 - 17:35 WIB

Kerugian negara kasus korupsi dana sawit di Bengkulu capai Rp9 miliar

Elshinta.com, Kejaksaan Tinggi Bengkulu mengungkapkan jumlah kerugian negara yang timbul dari kasus ...
Menepis `obral remisi` ala Lapas Wirogunan Yogyakarta
Rabu, 28 September 2022 - 16:59 WIB

Menepis `obral remisi` ala Lapas Wirogunan Yogyakarta

Elshinta.com, Pemberian remisi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) kian disorot kala 23 narapidan...
Mantan Dirjen Kemendagri divonis enam tahun terkait suap dana PEN
Rabu, 28 September 2022 - 16:47 WIB

Mantan Dirjen Kemendagri divonis enam tahun terkait suap dana PEN

Elshinta.com, Mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Mochamad Ardia...

InfodariAnda (IdA)