Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan

Elshinta
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:21 WIB |
Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan
Tangkapan layar Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan BPN, Rachmi Widiriani dalam diskusi daring bertema `Menuju Kemerdekaan dari Malnutrisi dan Kelaparan`, pada Kamis (18/8/2022). (Adimas Raditya)

Elshinta.com - Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat sebanyak 74 kabupaten/kota atau 14 persen dari jumlah daerah masuk dalam kategori rentan rawan pangan di Indonesia pada tahun 2021.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan BPN, Rachmi Widiriani mengatakan bahwa kerentanan rawan pangan tersebut lantaran adanya ketimpangan antara produksi pangan dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

"Berdasarkan data Food Security and Vurnerability Atlas (FSVA) 2021 masih ada 74 kabupaten kota yang masuk kategori sebenarnya rentan rawan pangan," kata Rachmi dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Rachmi menyampaikan, data FSVA BPN mencatat sebanyak 29 daerah masuk kategori sangat rentan, 17 daerah rentan dan 28 daerah agak rentan. Sementara itu sebanyak 43 daerah masuk kategori agak tahan, 106 daerah kategori tahan, dan 291 daerah kategori sangat tahan.

Berdasarkan peta FSVA, mayoritas wilayah tersebut berada di Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua. Ia menyebut, jumlah daerah yang rentan rawan pangan tahun 2021 meningkat dari tahun 2020 yang sebanyak 70 kabupaten/kota.

Selain ketimpangan produksi pangan dibanding kebutuhan, faktor lain penyebab daerah rentan rawan pangan antara lain persentase penduduk miskin yang relatif tinggi, prevalensi balita yang kekurangan gizi kronis (stunting), hingga akses air bersih yang masih terbatas.

"Hal ini membuktikan bahwa sebagian wilayah merupakan sentra produksi yang dapat memenuhi kebutuhan, namun sebagian lain pemenuhan pangannya harus didatangkan dari wilayah lain," ujarnya.

Lebih lanjut Rachmi menyampaikan perlunya strategi penguatan rantai pasok logistik pangan untuk memenuhi kebutuhan di semua wilayah.

Selain itu, Indonesia juga harus mencari substitusi pangan agar dapat mendiversifikasi pangan impor dengan pangan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasar dunia.

Pemerintah menargetkan tahun 2024 mendatang jumlah daerah rentan rawan pangan dapat turun menjadi 12 persen dari jumlah kabupaten/kota di Tanah Air.

Ia menambahkan, BPN tengah menyusun peta FSVA terbaru untuk memetakan lebih detail kondisi kerentanan rawan pangan di Indonesia.

"Semoga dengan percepatan kegiatan pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat itu bisa kita mengejar target 12 persen di tahun 2024 untuk wilayah-wilayah yang memang rentan rawan pangan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Rupiah Rabu pagi melemah 54 poin jadi Rp15.178 per dolar AS
Rabu, 28 September 2022 - 10:35 WIB

Rupiah Rabu pagi melemah 54 poin jadi Rp15.178 per dolar AS

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta p...
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia
Rabu, 28 September 2022 - 09:35 WIB

BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat di wil...
Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah
Rabu, 28 September 2022 - 08:59 WIB

Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah

Elshinta.com, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga prihatin setelah mengetahui...
Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru
Rabu, 28 September 2022 - 08:47 WIB

Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru

Elshinta.com, Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution meresmikan Pasar Aksara baru yang memi...
DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda
Rabu, 28 September 2022 - 08:23 WIB

DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda

Elshinta.com, Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menerima 26 sertifikat karya budaya yang ditetapkan m...
Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara
Selasa, 27 September 2022 - 23:35 WIB

Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara

Elshinta.com, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi APBN 2022 per Agustus yang kembali ...
Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang
Selasa, 27 September 2022 - 23:23 WIB

Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang

Elshinta.com, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan tes usap terhad...
Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman
Selasa, 27 September 2022 - 21:11 WIB

Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah Koferensi Tingkat Tinggi G20 memastikan segala...
Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20
Selasa, 27 September 2022 - 18:48 WIB

Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20

Elshinta.com, Pemerintah menyiapkan skema buka tutup untuk menghindari terjadinya penumpukan dan kep...
Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan
Selasa, 27 September 2022 - 16:47 WIB

Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan

Elshinta.com, Perwakilan Menteri Kesehatan Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia menemui Gubernur Ganjar ...

InfodariAnda (IdA)