Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas

Elshinta
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:31 WIB |
Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas
Tangkapan layar Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis (18/8/2022). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Elshinta.com - Pemerintah akan mengimpor 14 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai upaya mencegah penularan pada hewan ternak lebih luas.

"Kami sedang berproses untuk pemesanan vaksin kedua sebanyak 14 juta dosis lagi," ujar Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan vaksin PMK itu paling lambat datang pada Oktober 2022 dan akan segera dilakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak.

Ia menyampaikan kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi PMK adalah dengan melakukan kegiatan vaksinasi pada ternak yang sehat di wilayah yang sudah ditetapkan menjadi wilayah wabah.

"Saat ini ada 24 provinsi yang sudah tertular PMK, sehingga semua provinsi tersebut menjadi target untuk mendapatkan vaksin," tuturnya.

Namun demikian, lanjut dia, karena keterbatasan ketersediaan vaksin, pemerintah memprioritaskan pada ternak sapi dan kerbau, karena sapi dan kerbau menjadi hewan paling rentan dan memberikan gejala klinis yang nampak.

"Tetapi, untuk beberapa ternak rentan lainnya, seperti kambing, domba, dan babi itu bisa dilakukan kegiatan vaksinasi sepanjang memiliki risiko yang tinggi, yaitu berada di lingkungan dekat dengan ternak yang sakit," paparnya.

Kebijakan selanjutnya, katanya, adalah kegiatan vaksinasi PMK diprioritaskan pada ternak bibit, ternak yang dipelihara dalam waktu yang cukup lama, seperti sapi perah.

Selain itu, kata dia, sasaran vaksin prioritas juga diberikan ke ternak bibit yang mempunyai sifat unggul untuk tujuan produksi, serta ternak yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi.

"Karena vaksinnya masih belum banyak, kita memprioritaskan pada daerah-daerah sentra ternak, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Nanang Purus Subendo mengatakan vaksinasi menjadi harapan terakhir dari para peternak untuk menyelamatkan ternaknya, baik secara subsidi dari pemerintah maupun mandiri dari para peternak.

"Saya yakin pemerintah sudah mempersiapkan jurus, sehingga ketika vaksin sudah ada, jumlah vaksinatornya maupun jangkauan ternak yang divaksin akan lebih luas," katanya.​​

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia
Rabu, 28 September 2022 - 09:35 WIB

BMKG peringatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat di wil...
Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah
Rabu, 28 September 2022 - 08:59 WIB

Ribuan anak di Papua Barat putus sekolah

Elshinta.com, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga prihatin setelah mengetahui...
Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru
Rabu, 28 September 2022 - 08:47 WIB

Wali Kota Medan Bobby Nasution resmikan Pasar Aksara baru

Elshinta.com, Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution meresmikan Pasar Aksara baru yang memi...
DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda
Rabu, 28 September 2022 - 08:23 WIB

DIY bakal menerima 26 sertifikat warisan budaya tak benda

Elshinta.com, Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menerima 26 sertifikat karya budaya yang ditetapkan m...
Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara
Selasa, 27 September 2022 - 23:35 WIB

Kemenkeu: Surplus APBN jadi katalis positif lelang surat utang negara

Elshinta.com, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi APBN 2022 per Agustus yang kembali ...
Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang
Selasa, 27 September 2022 - 23:23 WIB

Satgas COVID-19 Garut tes usap 505 orang

Elshinta.com, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan tes usap terhad...
Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman
Selasa, 27 September 2022 - 21:11 WIB

Pemerintah pastikan logistik dan akomodasi penunjang KTT G20 aman

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah Koferensi Tingkat Tinggi G20 memastikan segala...
Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20
Selasa, 27 September 2022 - 18:48 WIB

Skema buka-tutup hindari penumpukan di Ngurah Rai saat KTT G20

Elshinta.com, Pemerintah menyiapkan skema buka tutup untuk menghindari terjadinya penumpukan dan kep...
Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan
Selasa, 27 September 2022 - 16:47 WIB

Pemprov Jateng - Kerajaan Melaka jajaki kerjasama teknologi kesehatan

Elshinta.com, Perwakilan Menteri Kesehatan Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia menemui Gubernur Ganjar ...
Benarkah kaum milenial tak tertarik jadi petani?
Selasa, 27 September 2022 - 16:35 WIB

Benarkah kaum milenial tak tertarik jadi petani?

Elshinta.com, Apakah benar tidak ada generasi milenial yang tertarik pada pertanian? Pertanyaan itu ...

InfodariAnda (IdA)