Polri fokus tuntaskan kasus Brigadir J, abaikan isu kekaisaran Sambo

Elshinta
Jumat, 19 Agustus 2022 - 08:35 WIB |
Polri fokus tuntaskan kasus Brigadir J, abaikan isu kekaisaran Sambo
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan keterangan pers perkembangan kasus Brigadir J di Aula PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

Elshinta.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan Polri fokus untuk menuntaskan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, dan abaikan isu kekaisaran Ferdy Sambo dan konsorsium 303.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah 340 subsider 338 juncto 55 dan 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil," kata Dedi di Jakarta, Kamis.

Dedi mengatakan Timsus fokus untuk membuktikan perkara tersebut secara formil maupun materil sehingga dapat segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

"Karena itu yang justru akan kami sampaikan ke JPU dan diuji dalam proses persidangan yang terbuka, yang transparan," ujar Dedi.

Sebuah dokumen yang berisi informasi mengenai Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, berisi data-data perwira Polri yang terlibat mendukung bisnis ilegal seperti perjudian, prostitusi, tambang ilegal, minuman keras, penyeludupan suku cadang palsu, hingga solar subsidi.

Di dalam dokumen yang tersebar viral di kalangan media dan juga masyarakat, ada narasi yang menuliskan Ferdy Sambo dikenal oleh kalangan bandar judi dengan sebutan "Kaisar Sambo".

Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan (Mankopolhukam) Mahfud MD sempat menyingung soal isu tersebut.

Mahfud menyebut ada kerajaan Ferdy Sambo di Polri, seperti sub mabes dan sangat berkuasa.

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studie (ISESS) Bambang Rukminto berpendapat bahwa dokumen yang viral itu masih berupa dugaan. Diperlukan pembuktian yang nyata untuk mengetahui dugaan tersebut benar adanya.

Ia menyebutkan, Polri sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 diberikan kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Menurut Bambang, dengan kondisi saat ini, dengan tingkat kepercayaan masyarakat sangat menurun, yang bisa dilakukan polisi tentunya adalah melakukan penyelidikan terkait isu tersebut dan menyampaikan pada publik secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tanpa ada transparansi, berat rasanya membendung asumsi-asumsi liar," ujar Bambang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pengamat puji sikap MA, dorong terus berbenah pulihkan wibawa lembaga 
Kamis, 29 September 2022 - 20:12 WIB

Pengamat puji sikap MA, dorong terus berbenah pulihkan wibawa lembaga 

Elshinta.com, Respon Mahkamah Agung (MA) dalam menyikapi terbongkarnya dugaan korupsi yang melibatka...
Sidang kasus ekspor CPO, Saksi: Pelaku usaha bantu pemerintah atasi kelangkaan minyak goreng
Kamis, 29 September 2022 - 19:56 WIB

Sidang kasus ekspor CPO, Saksi: Pelaku usaha bantu pemerintah atasi kelangkaan minyak goreng

Elshinta.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi  menyampaikan terimakasih kepada pelaku u...
MK tolak gugatan PKS terkait `presidential threshold`
Kamis, 29 September 2022 - 18:11 WIB

MK tolak gugatan PKS terkait `presidential threshold`

Elshinta.com, Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang...
KPK periksa sejumlah pejabat dan karyawan Unila
Kamis, 29 September 2022 - 16:23 WIB

KPK periksa sejumlah pejabat dan karyawan Unila

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas...
KPK segera panggil kembali Lukas Enembe
Kamis, 29 September 2022 - 15:50 WIB

KPK segera panggil kembali Lukas Enembe

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengirimkan kembali surat panggilan kepada G...
KPK periksa sejumlah pejabat dan karyawan Unila
Kamis, 29 September 2022 - 15:27 WIB

KPK periksa sejumlah pejabat dan karyawan Unila

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat dan karyawan Universitas...
Polri pastikan tahap II tidak halangi Sidang Etik Brigjen HK
Kamis, 29 September 2022 - 15:15 WIB

Polri pastikan tahap II tidak halangi Sidang Etik Brigjen HK

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad R...
Usai P-21 Kejari Jaksel tunggu pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dkk
Kamis, 29 September 2022 - 12:59 WIB

Usai P-21 Kejari Jaksel tunggu pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dkk

Elshinta.com, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan pihaknya men...
Polresta dan Pemkot Jambi koordinasi tangani geng motor di bawah umur
Kamis, 29 September 2022 - 12:11 WIB

Polresta dan Pemkot Jambi koordinasi tangani geng motor di bawah umur

Elshinta.com, Polresta Jambi dan Pemerintah Kota Jambi koordinasi dan menggodok aturan untuk menanga...
KPK yakin pengalaman Johanis Tanak mampu perkuat pemberantasan korupsi
Kamis, 29 September 2022 - 11:59 WIB

KPK yakin pengalaman Johanis Tanak mampu perkuat pemberantasan korupsi

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini pengalaman Johanis Tanak di Kejaksaan Agun...

InfodariAnda (IdA)