Polisi dalami pelecehan anak di bawah umur oleh oknum guru bela diri

Elshinta
Jumat, 19 Agustus 2022 - 21:59 WIB |
Polisi dalami pelecehan anak di bawah umur oleh oknum guru bela diri
Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik (kiri) pada saat melakukan jumpa pers soal kasus pelecehan seksual terhadap anak, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (19/8/2022). ANTARA/Vicki Febrianto

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Malang melakukan pendalaman terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh tersangka MR (25) yang merupakan seorang guru bela diri terhadap anak di bawah umur.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi terkait kasus pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut.

"Total saksi yang sudah kami periksa sebanyak lima orang, termasuk saksi korban. Saksi tersebut merupakan salah satu siswa, tetangga dan orang tua korban," kata Taufik.

Taufik menjelaskan, saat ini korban berinisial ES berusia 21 tahun dan tengah mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang. Peristiwa pelecehan seksual tersebut terjadi pada saat korban berusia 17 tahun.

Menurut Taufik, Polres Malang membuka ruang aduan bagi korban lain yang saat ini masih belum melapor. Pihaknya akan melakukan tindak lanjut jika ada korban lain yang melapor terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

"Nanti akan kita lakukan penyelidikan lagi. Kami juga membuka aduan di Unit PPA Polres Malang jika ada korban-korban lain," ujarnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut berhasil diungkap pada saat ada ada salah satu murid lain yang melaporkan kasus pelecehan seksual. Korban yang dilecehkan tersebut, saat itu melapor kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang.

"Kasus ini bermula dari saksi lain yang melapor ke KONI bahwa korban dilecehkan. Kemudian terungkap bahwa MR melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur pada saat orang tuanya tidak berada di rumah," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh petugas dari keterangan tersangka, lanjutnya, pencabulan tersebut dilakukan tersangka MR berulang kali terhadap korban ES. Pelaku juga melakukan persetubuhan terhadap korban.

"Persetubuhan dilakukan berulang kali oleh pelaku. Pelaku berjanji akan menikahi korban," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 Jo 76D Sub pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Imigrasi: Pemohon paspor harus berikan keterangan jujur cegah penipuan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:36 WIB

Imigrasi: Pemohon paspor harus berikan keterangan jujur cegah penipuan

Elshinta.com, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenku...
Kejari Aceh Utara tingkatkan sosialisasi pengawasan dana desa melalui siaran swasta
Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:34 WIB

Kejari Aceh Utara tingkatkan sosialisasi pengawasan dana desa melalui siaran swasta

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Aceh Utara melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum Program Jaksa Meny...
KPK limpahkan berkas perkara terdakwa korupsi helikopter AW-101
Kamis, 06 Oktober 2022 - 20:23 WIB

KPK limpahkan berkas perkara terdakwa korupsi helikopter AW-101

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan Irfan ...
LPSK fasilitasi Bharada E hadir persidangan secara langsung
Kamis, 06 Oktober 2022 - 19:59 WIB

LPSK fasilitasi Bharada E hadir persidangan secara langsung

Elshinta.com, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memfasilitasi Bharada Richard Eliezer Pud...
PN Lhoksukon putuskan enam terdakwa pidana narkotika dihukum mati
Kamis, 06 Oktober 2022 - 15:24 WIB

PN Lhoksukon putuskan enam terdakwa pidana narkotika dihukum mati

Elshinta.com,
Istri dan anak Lukas Enembe tak hadiri panggilan KPK tanpa konfirmasi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 12:11 WIB

Istri dan anak Lukas Enembe tak hadiri panggilan KPK tanpa konfirmasi

Elshinta.com, Istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe tidak menghadiri panggilan penyidik Komisi ...
Polres Asahan tangkap tiga orang pelaku judi tembak ikan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 10:35 WIB

Polres Asahan tangkap tiga orang pelaku judi tembak ikan

Elshinta.com, Personel Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan meringkus tiga orang pelaku judi temb...
Kejati DKI periksa mantan pejabat PGAS Solution sebagai saksi korupsi
Kamis, 06 Oktober 2022 - 10:11 WIB

Kejati DKI periksa mantan pejabat PGAS Solution sebagai saksi korupsi

Elshinta.com, Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang...
KPK ajukan kasasi atas putusan banding Dodi Reza Alex Noerdin
Kamis, 06 Oktober 2022 - 09:11 WIB

KPK ajukan kasasi atas putusan banding Dodi Reza Alex Noerdin

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA...
Polres Bekasi ringkus komplotan begal sadis
Kamis, 06 Oktober 2022 - 08:23 WIB

Polres Bekasi ringkus komplotan begal sadis

Elshinta.com, epolisian Resor Metropolitan Bekasi meringkus komplotan begal sadis bersenjata tajam y...

InfodariAnda (IdA)