Sampah makanan buruk buat lingkungan, padahal bisa diolah lagi

Elshinta
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:55 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Sampah makanan buruk buat lingkungan, padahal bisa diolah lagi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Limbah yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan tanpa disadari memberikan dampak yang buruk terhadap kerusakan lingkungan, padahal sampah makanan sebenarnya dapat diolah kembali.

Badan Pangan Nasional atau Bapanas mencatat total kerugian dari limbah makanan atau Food Loss and Waste (FLW) di dalam negeri pada 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun. Volume tersebut setara dengan Rp213 triliun sampai Rp551 triliun per tahun.

Saat ini FLW menjadi perhatian serius negara-negara di dunia. Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 poin ke-3, negara-negara di dunia diharapkan dapat mengurangi 50 persen limbah makanan per kapita di tingkat retail dan konsumen pada tahun 2030.

Indonesia sendiri merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Ini tidak lepas dari kebiasaan menyisakan makanan, lantaran berlebihan dalam mengkonsumsi ataupun memilih produk yang tampilannya cantik.

Chef and Indonesian Food Ingredients Researcher Ragil Imam Wibowo mengatakan bahwa restoran tertentu menyediakan makanan dengan tampilan yang menarik.

Akan tetapi, sebagian makanan atau potongan yang tidak diperlukan akan dibuang begitu saja, tanpa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Tak hanya itu, banyak orang yang mengambil makanan tanpa memperhitungkan kemampuannya tubuh dalam menerima. Akhirnya, banyak makanan yang tidak dihabiskan dan terbuang percuma.

Biasanya ini terjadi pada restoran atau hotel yang menerapkan konsep prasmanan. Menurut Ragil, di Indonesia masih jarang restoran yang menerapkan sistem denda jika makanan yang telah diambil tidak habis.

Chef Ragil pun menyarankan agar masyarakat memulai kesadaran untuk tidak membuang makanan.

"Makan sesuai yang kita mau makan, jangan mubazir. Makan secukupnya, tidak over eating," ujar Chef Ragil dalam diskusi PechaKucha Vol.46 pada Jumat (19/8) malam.

Lebih lanjut, Chef Ragil mengatakan saat makan bersama dengan rekan atau keluarga, sebisa mungkin untuk memesan makanan meja atau sharing sehingga bisa memilih beberapa menu dan risiko membuang makanan sisa berkurang.

Selain itu, saat penting untuk mengetahui apa yang dibutuhkan saat berbelanja bahan makanan. Hal ini berguna mencegah keinginan konsumtif yang berujung pada membuang makanan.

Chef Ragil juga mengatakan masyarakat perlu untuk belajar mengolah sisa makanan di rumah. Sebab, tidak semua sampah makanan harus menjadi kompos.

"Potongan sayur atau buah bisa dijadikan makanan lain. Sayur bisa jadi sup, curry, atau gunakan untuk makanan lain," katanya.

Ampas kopi juga bisa diolah menjadi pupuk, lilin, scrub atau lilin, gelas kopi, piring hingga arang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kunci memasak daging steak yang `juicy`
Jumat, 02 Desember 2022 - 06:01 WIB

Kunci memasak daging steak yang `juicy`

Elshinta.com, Kunci dalam memasak daging steak agar mendapatkan daging yang empuk dan juicy adala...
Pemkab Kobar Kalteng tingkatkan promosi wisata kuliner coto menggala
Senin, 21 November 2022 - 21:39 WIB

Pemkab Kobar Kalteng tingkatkan promosi wisata kuliner coto menggala

Elshinta.com, Dinas Pariwisata Kotawaringin Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (...
USK Banda Aceh hadirkan festival makanan internasional dari 13 negara
Minggu, 13 November 2022 - 08:35 WIB

USK Banda Aceh hadirkan festival makanan internasional dari 13 negara

Elshinta.com, Office of International Affairs (OIA) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melaksa...
Kuliner Indonesia dinilai bisa jadi pintu gerbang pariwisata
Minggu, 06 November 2022 - 19:33 WIB

Kuliner Indonesia dinilai bisa jadi pintu gerbang pariwisata

Elshinta.com, Pendiri komunitas Tempe.ide, Retno Putri mengatakan ragam kuliner Indonesia bisa menja...
Starbucks sajikan minuman hingga koleksi khas liburan akhir tahun
Minggu, 30 Oktober 2022 - 10:01 WIB

Starbucks sajikan minuman hingga koleksi khas liburan akhir tahun

Elshinta.com, Jenama Starbucks akan menyajikan minuman, makanan, dan koleksi merchandise khas untu...
Puaskan selera pecinta kuliner, Festival Jajanan Bango digelar
Jumat, 28 Oktober 2022 - 06:23 WIB

Puaskan selera pecinta kuliner, Festival Jajanan Bango digelar

Elshinta.com, Setelah dua tahun diadakan secara online, Festival Jajanan Bango (FJB) kembali dibuka ...
Ragam kuliner ramah wisatawan muslim di Australia
Minggu, 23 Oktober 2022 - 18:15 WIB

Ragam kuliner ramah wisatawan muslim di Australia

Elshinta.com, Dengan dibukanya pembatasan perjalanan ke Australia, kini Negara Kanguru itu siap untu...
Dailybox bawa makanan khas Indonesia ke Singapura
Jumat, 21 Oktober 2022 - 21:05 WIB

Dailybox bawa makanan khas Indonesia ke Singapura

Elshinta.com, Perusahaan rintisan restoran daring Dailybox melebarkan sayap ke Singapura dengan meng...
Langsung `hap`, es krim Feast kini hadir tanpa stik
Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:35 WIB

Langsung `hap`, es krim Feast kini hadir tanpa stik

Elshinta.com, Es krim Feast yang biasanya dinikmati dengan stik kini bisa langsung dilahap dalam sek...
AFFA: Hasil penelitian produk nabati lebih sehat dan berkelanjutan
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 19:22 WIB

AFFA: Hasil penelitian produk nabati lebih sehat dan berkelanjutan

Elshinta.com, Manajer Tantangan 21 Hari Vegan di Act For Farmed Animals (AFFA) Among Prakosa menyebu...

InfodariAnda (IdA)