Cakupan imunisasi campak dan rubella di Langkat rendah, Pemkab atur strategi
Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin memimpin rapat pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan Bulan Immunisasi Anak Nasional (Bian) tahap pertama, di ruang Pola Kantor Bupati Langkat.

Elshinta.com - Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin memimpin rapat pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan Bulan Immunisasi Anak Nasional (Bian) tahap pertama, di ruang Pola Kantor Bupati Langkat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dr. Juliana pada laporannya menjelaskan cakupan Bian 2022 Kabupaten Langkat per tanggal 13 Agustus 2022. Cakupan total immunisasi untuk campak dan rubella sasarannya berjumlah 261.289. Sedangkan saat ini capaian masih berjumlah 131.082 atau 50 persen. Sedangkan OPV (Oral Polio Vaccine) vaksin polio tetes atau oral total sasarannya 26.501, namun cakupan jumlah tercapai masih 1.569 atau 5,9 persen. Jadi kedepan strategi atau langkah-langkah pelaksanaan Bian yang akan dilakukan melibatka semua sektor pemangku kepentingan baik lembaga pemerintahan terkait maupun lembaga keagamaan.
Sedangkan menurut Kabid P2P Dinkes Provinsi Sumatera Utara, dr Syarifah Zakia, Kabupaten Langkat masih sangat rendah dan masih dibawah rata-rata, immunisasi campak dan rubella baru mencapai 24,9 persen, kejar 5,9 persen padahal ini immunisasi oral.
"Saat ini kami fokus di campak dan rubella untuk pencapaian 95 persen. Kalau bisa kerjasama dari semua lintas sektor membantu Dinkes Langkat agar target dua minggu pertengahan September 2022, sudah mencapai Langkat lebih baik lagi," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Minggu (21/8).
Selanjutnya Plt Bupati Langkat mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang sudah memberikan atensinya kepada Kabupaten Langkat terkait imunisasi campak dan rubela. Ia pun mengaku perlu mentelaah kenapa capaiannya kecil dan mengetahui apa saja langkah yang sudah dilakukan Dinkes Langkat.
"Artinya capaian tidak maksimal mungkin ada beberapa kabupaten yang baik, kita perlu adopsi kabupaten/kota lain agar Langkat tercapai target immunisasinya," katanya.
Namun menurut Afandin, mungkin yang lalu tidak tercapainya kegiatan karena terkendala dengan target vaksinasi COVID-19 dan menjadi persaingan. "Saya akan melakukan serta berbuat maksimal, namun kembali lagi dengan kesadaran masyarakat, dikarenakan masih banyaknya persoalan terkait kehalalanya dan ini harus dicari solusinya agar para orang tua menyetujui. Berikan sosialisasi, tim kita siap dan kita harap apa yang kita terapkan agar tercapai," tandasnya.