Top
Begin typing your search above and press return to search.

Universitas Ma Chung dampingi 35 IKM Kabupaten Malang masuki pasar Internasional 

Universitas Ma Chung mendampingi sebanyak 35 IKM Kabupaten Malang guna mendorong IKM menembus pasar ekspor termasuk memberikan pembelajaran dalam bentuk sosialisasi dan identifikasi peluang produk menembus pasar internasional yang melibatkan Bea & Cukai serta Dekranasda Kabupaten Malang. 

Universitas Ma Chung dampingi 35 IKM Kabupaten Malang masuki pasar Internasional 
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas Ma Chung mendampingi sebanyak 35 IKM Kabupaten Malang guna mendorong IKM menembus pasar ekspor termasuk memberikan pembelajaran dalam bentuk sosialisasi dan identifikasi peluang produk menembus pasar internasional yang melibatkan Bea & Cukai serta Dekranasda Kabupaten Malang.

“Ada 35 IKM di Kabupaten Malang yang kita bimbing dalam sosialisasi dan identifikasi pelung produk menembus pasar internasional yang melibatkan Bea & Cukai dan Dekranasda Kabupaten Malang serta Dinas Perdagangan Kabupaten Malang,” kata Stefanus Yufra Menahen Taneo, Ketua Tim Peneliti sekaligus Wakil Rektor III dan dosen Program Studi Magister Manajemen Inovasi Universitas Ma Chung Malang, Jawa Timur.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Malang, Anis Zaidah Sanusi mengapresiasi langkah yang dilakukan Universitas Ma Chung. “Sosialsasi ini sangat penting agar IKM mengetahui cara dan pendampingan yang digelar Universitas Ma Chung,” ujarnya.

Dan potensi IKM di Kabupaten Malang sangatlah besar, karena itu diperlukan pendampingan guna bekal memasuki pasar Internasional.

“Dekranasda sebagai wadah tentu saja menyambut positif upaya semua pihak apalagi dengan keterlibatan dari Bea & Cukai serta Dinas Perdagangan apalagi terkait masalah legalitas, pembiayaan yang harus dan wajib dipenuhi dengan acara ini akan membawa manfaat bagi IKM di Kabupaten Malang,” tandas istri Bupati Malang H.M Sanusi.

Sementara itu, Rektor Universitas Ma Chung, Murphin Joshua Sembiring mengungkapkan kendala yang dihadapi IKM adalah terkait pembiayaan dengan dunia perbankan.

“Industri perbankan merupakan kendala yang membuat UKM dan IKM tidak maju terkait dengan kemudahan untuk mendapatkan pendanaan dan IKM serta UKM sangat berperan penting memberikan kontribusi yang tidak sedikit,” ungkap Joshua seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (23/8).

Karena itulah perlu adanya koordinasi secara berkelanjutan termasuk kemudahan untuk mendapatkan kredit. “Seperti program KUR, banyak aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi dan nylimet sementara perusahaan besar langsung cair,” ujarnya.

Karena itu pihaknya sangat siap untuk memberikan pendampingan termasuk masalah pembukuan keuangan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire