Dukung IKN, aktivis satwa harap habitat kera dijaga

Elshinta
Jumat, 26 Agustus 2022 - 18:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
Dukung IKN, aktivis satwa harap habitat kera dijaga
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Perlindungan Kera Bekantan, Aidil Amin menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal ini disampaikan Aidil saat ditemui di kawasan obyek wisata Perlindungan Satwa Kera Bekantan Sungai Hitam, Kelurahan Kampung Lama, Kec. Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (26/8).

Karena dengan adanya IKN tersebut, ia meyakini bahwa wisatawan akan semakin membludak ke wilayah Sungai Hitam Samboja, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Mendukung positif terhadap kehadiran IKN, karena diharapkan akan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik wisman lokal maupun luar dalam  pengembangan potensi wisata berbasis pelestarian alam yang ada di Kecamatan Samboja," kata Aidil.

Kemudian, ia juga menilai bahwa pengembangan sektor pariwisata lokal ini pun perlu adanya sinergitas dan soliditas antar sesama kelompok pegiat sadar wisata di seluruh Kalimantan Timur.

Termasuk juga kerjasama yang baik antara Pokdarwis dengan pemerintah dalam hal ini Badan Otorita IKN. Karena ia sangat berharap, pengembangan sektor pariwisata di IKN tidak mengabaikan habitat para satwa yang sudah ada selama ini.

"Sinergitas kordinasi antara penggiat Pokdarwis Endemi Kera Bekantan Sungai Hitam Samboja dengan pemangku kepentingan Badan Otoritas IKN sangat penting dalam upaya  melindungi kelestarian alam dan habitat bagi hewan endemik Kera Bekantan Sungai Hitam Kalimantan," ujarnya.

Lebih lanjut, Aidil mengatakan bahwa daerah wisata Bekantan Ekoriparian Sungai Hitam sudah dikelola oleh masyarakat yang tergabung di dalam Pokdarwis Sungai Hitam Lestari sejak tahun 2018. Sektor wisata ini pun telah membawa berbagai dampak positif atas kelestarian alam dan memiliki dampak positif bagi ekonomi warga lokal. 

Diterangkan Aidil lagi, bahwa keberadaan potensi wisata Sungai Hitam pun sebenarnya telah ada sejak tahun 1989, namun pada tahun 2018 baru dikelola secara profesional oleh masyarakat setempat dengan membentuk Pokdarwis Sungai Hitam Lestari dengan dibantu dana CSR dari PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS). 

Saat ini, objek wisata Sungai Hitam terbentang di bantaran sungai yang mencapai ±5 Km dari Kelurahan Kampung Lama hingga Kelurahan Sanipah dengan hewan endemik Kalimantan yakni Kera Bekantan, Buaya Muara dan Burung khas Kalimantan.

Bekantan atau Nasalis Larvatus adalah hewan primata sejenis kera berhidung panjang dengan rambut warna merah coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Dan saat ini, diperkirakan jumlah Bekantan di Sungai Hitam telah mencapai ±500 ekor. 

"Dengan berbagai hewan eksotis tersebut, maka lokasi wisata Sungai Hitam telah berhasil menarik berbagai wisatawan baik itu domestik ataupun mancanegara dalam beberapa tahun terakhir," papar Aidil.

Maka, ditambah dengan kehadiran IKN di Provinsi Kaltim khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara, diharapkan dapat membawa dampak positif yang lebih besar bagi kawasan wisata Sungai Hitam yakni semakin tingginya jumlah wisatawan dalam dan luar negeri. Selain itu, dengan kehadiran IKN di Kaltim dapat menunjang sektor ekowisata yang telah ada di Kampung Lama Kecamatan Samboja dengan memberikan bantuan yang lebih besar sehingga dapat memajukan wisata alam lokal khas Kalimantan.

"Bantuan ini sangat diperlukan karena sejak terjadinya pandemi Covid-19 telah memukul sektor wisata nasional termasuk Lokasi Wisata Sungai Hitam. Rendahnya jumlah pengunjung mengakibatkan tekanan bagi pengurus Pokdarwis Sungai Hitam Lestari (Kampung Lama) khususnya dari segi operasional. Namun, saat ini telah terjadi pemulihan kedatangan wisatawan atau wisman dalam negeri dan diharapkan semakin meningkat lagi jumlah kunjungan wisman untuk obyek minat  khusus Kera Bekantan Sungai Hitam," jelasnya.

Lebih lanjut, Aidil menjelaskan bahwa saat ini hambatan yang dihadapi Pokdarwis Sungai Hitam, terkait biaya operasional yaitu gaji karyawan juga  permasalahan limbah sampah buangan warga masyarakat atau domestik yang sering mengotori aliran Sungai Hitam. Belum adanya pengelolaan sampah yang terintegrasi oleh Pemkab Kukar menimbulkan permasalahan pembuangan sampah ke aliran sungai oleh penduduk yang tinggal di bantaran sungai karena faktor masih rendahnya kesadaran untuk menjaga lingkungan sungai yg bersih. 

"Permasalahan sampah perlu segera diatasi karena membawa dampak negatif bagi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan wisata daerah Satwa Kera Bekantan Sungai Hitam," ucapnya. 

"Kebersihan adalah salah satu kunci dari berhasilnya pengelolaan kawasan wisata berbasis lingkungan. Besar harapan dengan adanya Otorita IKN dapat membantu permasalahan pengelolaan sampah di aliran Sungai Hitam," pungkas Aidil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
KP2C wakili aspirasi percepatan normalisasi lanjutan Cileungsi-Cikeas
Rabu, 08 Februari 2023 - 10:01 WIB

KP2C wakili aspirasi percepatan normalisasi lanjutan Cileungsi-Cikeas

Elshinta.com, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman mewakili masyarakat korb...
 Ganjar adaptasi konsep `go green` di perencanaan pembangunan 2023
Sabtu, 04 Februari 2023 - 18:23 WIB

Ganjar adaptasi konsep `go green` di perencanaan pembangunan 2023

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengadaptasi konsep `go green` dalam pere...
 Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:05 WIB

Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih

Elshinta.com, Kini tak ada lagi masyarakat Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa...
 1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:24 WIB

1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang be...
Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan
Kamis, 26 Januari 2023 - 12:23 WIB

Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembang...
 Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:44 WIB

Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jayeng Irjen Pol Ahmad L...
DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir
Senin, 16 Januari 2023 - 10:35 WIB

DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan aksi bersi...
HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara
Minggu, 15 Januari 2023 - 17:25 WIB

HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara

Elshinta.com, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Freeday di Jl Danau Sunter Slatan, Tj P...
 Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon
Jumat, 13 Januari 2023 - 22:05 WIB

Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggalakkan penanaman pohon di Pegunungan Kende...
Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang
Jumat, 13 Januari 2023 - 20:47 WIB

Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang

Elshinta.com, Sahabat Ganjar menggelar kegiatan menjalankan sunnah di hari baik, dengan melangsungk...

InfodariAnda (IdA)