70 pemimpin agama dan komunitas iman ciptakan perubahan untuk atasi krisis iklim

Elshinta
Selasa, 30 Agustus 2022 - 22:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
70 pemimpin agama dan komunitas iman ciptakan perubahan untuk atasi krisis iklim
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - 

Pada tanggal 26 - 30 Agustus 2022, 70 pemimpin agama dan komunitas iman dari berbagai agama dan kepercayaan dari 17 propinsi dan 30 kabupaten di Indonesia mengadakan pertemuan untuk membahas beragam inisiatif mengatasi krisis iklim bersama 
dengan inovator sosial dan aktivis lingkungan hidup. Para pemimpin agama, komunitas iman, dan para penggerak perubahan di bidang lingkungan hidup ini diundang oleh Ashoka dan Muhammadiyah melalui program Eco Bhinneka untuk membicarakan inovasi-inovasi di bidang lingkungan hidup yang sudah dilakukan masyarakat sipil, termasuk dari kelompok agama dan kepercayaan.
 
Lokakarya bertajuk “Faith Inspired Changemaking Initiatives” (FICI) atau Inisiatif perubahan yang Diinspirasi Iman ini diharapkan mempererat persatuan komunitas lintas iman dan gerakan lingkungan hidup sehingga dapat bersama-sama mendorong kepedulian 
masyarakat lebih luas akan krisis iklim di Indonesia.
 
Direktur Program Eco Bhinneka dari Muhammadiyah Hening Parlan mengungkapkan, dengan jumlah umat beragama dan berkeyakinan di Indonesia lebih dari 90 persen, maka spiritualitas agama menjadi sangat strategis untuk memitigasi dan mencegah dampak perubahan iklim.
 
"Di antara yang hadir, ada perwakilan dari Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, Wanita Katholik RI, Gereja Kalimantan Evangelis, Gereja Protestan Indonesia Barat, Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia), Matakin (Majelis Tinggi Agama Kong Hu Cu Indonesia), 
 
Parishada Hindu, Buddha Tzu Chi, dan banyak lagi organisasi dari berbagai afiliasi agama dan kepercayaan," kata Hening, Selasa (30/8).
 
Organisasi lingkungan yang tidak berbasis agama juga hadir dalam lokakarya ini, misalnya organisasi lingkungan dari Kalimantan Barat Gemawan, Walhi, organisasi nelayan 
perempuan dari Demak Puspita Bahari, aktivis sungai Prigi Arisandi, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, dan banyak lagi yang lain. 
 
"Ada juga kalangan akademisi dari berbagai universitas dan lembaga pendidikan seperti Universitas Indonesia, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Pusat Studi Islam UIN Yogyakarta, BINUS University, dan berbagai pesantren," katanya.
 
Selain lintas iman, peserta lokakarya juga lintas generasi, karena generasi muda adalah yang akan menanggung dampak dari kesalahan kita di masa ini. Di antara peserta ada juga perwakilan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, penggerak pengolahan sampah elektronik 
Rafa Jafar, serta berbagai pemuda penggerak dialog lintas iman, gerakan anti-kekerasan dan gerakan lingkungan. 
 
“Krisis iklim tidak pandang agama. Bencana alam tidak pandang agama. Supaya umat manusia dapat bertahan di bumi ini, kita semua harus memiliki cara pandang dan cara hidup baru yang lebih berkelanjutan, dan kita butuh kolaborasi antar umat beragama," tandas Nani Zulminarni, Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara yang juga menjadi salah satu penyelenggara lokakarya ini. 
 
Sementara itu, Manajer kampanye Walhi Parid Ridwanuddin menjelaskan, gerakan lingkungan harus terus terhubung dengan gerakan-gerakan lain yang sudah ada. "Karena itu jembatan yang dibangun lokakarya FICI antara gerakan lingkungan dan gerakan keagamaan, amat penting," ungkap Parid.
 
Sedangkan bagi Juliana Oyong, perwakilan dari Persatuan Umat Buddha Indonesia menilai baik cara lokakarya ini dikemas. “Fasilitator Dani Munggoro dari Inspirit mengajak kita memikirkan kembali inisiatif yang telah kita lakukan serta memberikan pemantik-pemantik yang membuat kita mempertajam dan merevisi langkah supaya lebih efektif," tandas Juliana yang juga merupakan Wakil Sekjen Komunitas Eco-enzyme Nusantara.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Presiden Jokowi: Penyaluran BLT BBM mencapai 95,9 persen
Selasa, 27 September 2022 - 14:16 WIB

Presiden Jokowi: Penyaluran BLT BBM mencapai 95,9 persen

Elshinta.com, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan hingga saat ini secara nasional Ban...
Presiden Jokowi sambangi pedagang di Pasar Wameo Baubau
Selasa, 27 September 2022 - 11:13 WIB

Presiden Jokowi sambangi pedagang di Pasar Wameo Baubau

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo menyambangi sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Wameo, Kelurah...
Kebakaran SMAN 1 Pebayuran Bekasi padam dalam sejam
Senin, 26 September 2022 - 09:48 WIB

Kebakaran SMAN 1 Pebayuran Bekasi padam dalam sejam

Elshinta.com, Kebakaran yang melanda SMA Negeri 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dapat dipa...
Jadi tersangka penganiyaan, pemuda di Buton nikahi kekasihnya di rutan
Minggu, 25 September 2022 - 16:56 WIB

Jadi tersangka penganiyaan, pemuda di Buton nikahi kekasihnya di rutan

Elshinta.com, Sepasang kekasih di Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Su...
Gelar aksi, massa terus desak KPK bongkar kasus dugaan korupsi Formula E
Jumat, 23 September 2022 - 19:05 WIB

Gelar aksi, massa terus desak KPK bongkar kasus dugaan korupsi Formula E

Elshinta.com, Kelompok massa tergabung dalam Satgas Pemburu Koruptor kembali berunjuk rasa di Gedung...
Tarif angkutan pelayaran belum naik, pengusaha kapal demo kantor BPTD
Kamis, 22 September 2022 - 20:23 WIB

Tarif angkutan pelayaran belum naik, pengusaha kapal demo kantor BPTD

Elshinta.com, Ratusan kru dan anggota Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (G...
Kerangka Paulus Iwan Boedi dimakamkan, pembunuh belum ditemukan
Kamis, 22 September 2022 - 19:54 WIB

Kerangka Paulus Iwan Boedi dimakamkan, pembunuh belum ditemukan

Elshinta.com, Kerangka Paulus Iwan Boedi Prasetijo, 51 tahun, pegawai Badan Pendapatan Daerah Kota S...
Satlantas Polres Boyolali tangkap dua sopir bus ugal-ugalan
Kamis, 22 September 2022 - 17:23 WIB

Satlantas Polres Boyolali tangkap dua sopir bus ugal-ugalan

Elshinta.com, Dua armada bus jurusan Solo - Semarang nampak melaju ugal-ugalan hingga viral di media...
PMII unjukrasa tolak kenaikan harga BBM
Kamis, 22 September 2022 - 17:16 WIB

PMII unjukrasa tolak kenaikan harga BBM

Elshinta.com, Seratusan mahasiswa yang tergabung  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  mel...
Gelar aksi, santri minta laporan dugaan kasus `amplop kiai` ditindaklanjuti
Rabu, 21 September 2022 - 23:57 WIB

Gelar aksi, santri minta laporan dugaan kasus `amplop kiai` ditindaklanjuti

Elshinta.com, Aksi massa dari Pemuda Muslim Metropolitan (PMP) menggelar demonstrasi di depan Gedung...

InfodariAnda (IdA)