Pakar: Anemia dan ukuran bayi pengaruhi terjadinya ketuban pecah

Elshinta
Kamis, 01 September 2022 - 23:15 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Pakar: Anemia dan ukuran bayi pengaruhi terjadinya ketuban pecah
Tangkapan layar pakar kesehatan dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Konsultan Obstertik Ginekologi Sosial, Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), MPH, dalam webinar Kenali Metode Persalinan: Nyaman dan Aman Menjelang Kelahiran secara daring di Jakarta, Kamis (1/9/2022). (FOTO ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Elshinta.com - Pakar kesehatan dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Konsultan Obstertik Ginekologi Sosial, Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), MPH mengatakan penyakit anemia hingga besar ukuran tubuh bayi dapat mempengaruhi terjadinya kejadian ketuban pecah sebelum masa melahirkan.

“Ketuban pecah dini itu salah satu penyebabnya bayi terlalu besar itu salah satu penyebabnya sehingga kepala itu tidak bisa masuk rongga panggul,” katanya dalam webinar "Kenali Metode Persalinan: Nyaman dan Aman Menjelang Kelahiran" yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Menurut   Dwiana yang juga Ketua Pokja Angka Kematian Ibu Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu, enyebab terjadinya ketuban pecah pada ibu hamil adalah besarnya ukuran tubuh bayi. Bayi bertubuh besar, cederung akan memakan waktu lebih lama untuk dapat keluar, karena bagian seperti kepala akan sulit memasuki rongga panggul.

Peluang terjadinya ketuban pecah akan semakin terbuka lebar, bila ibu yang memiliki anak bertubuh besar dalam kandungan terkena anemia. Anemia akan menyebabkan ibu mudah terkena infeksi pada selaput ketuban atau yang dikenal dengan korioamnionitis.

Adapun penyebab lain terjadinya ketuban pecah, kata dia, adalah kehamilan pada usia yang terlalu muda, di mana daya tahan tubuh seorang perempuan untuk melahirkan belum bisa dikatakan kuat dan sempurna.

“Ini sering terjadi pada mereka yang hamil terlalu muda, jadi kalau ada yang bilang hamil muda siapa takut, yang takut itu dokternya karena kalau hamil pada usia remaja itu daya tahan tubuh biasanya tidak baik sehingga kerap terjadi pecah ketuban dan persalinannya menjadi prematur,” katanya.

Ia menambahkan kejadian pecah ketuban semakin banyak. Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat pada remaja saat ini. Contohnya adalah para remaja cenderung memilih makanan yang digoreng berupa "cireng" atau "cilok" yang menyebabkan obesitas, dibandingkan dengan makanan bergizi yang mengandung protein hewani.

“Kalau dari awal sudah gemuk sekali, terjadi kelembaban pada daerah vagina dan kelembaban ini merubah keasaman vagina. Sehingga mudah terjadi infeksi infeksi inilah yang bisa menyebabkan ketuban pecah,” katanya.

Dengan demikian, ia menyarankan agar setiap ibu hamil mulai membiasakan diri melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam ringan yang dapat melenturkan badan.

Ia juga meminta agar asupan gizi seimbang harus diperhatikan. Termasuk memilih pelayanan kesehatan yang sesuai dan mendukung persiapan persalinan yang aman dan nyaman bagi ibu hamil.

“Jangan lupa untuk membuat persiapan persalinan, jadi cari tempat yang menyediakan pelayanan yang baik sekalian supaya aman dan nyaman waktu persalinan,” demikian Dwiana Ocviyanti.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting
Sabtu, 19 November 2022 - 13:26 WIB

Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting

Elshinta.com, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi ...
Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini
Jumat, 18 November 2022 - 09:23 WIB

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini

Elshinta.com, Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Muhammad Fadli Sp.OG mengatakan ibu hamil...
UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi
Kamis, 17 November 2022 - 23:11 WIB

UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi

Elshinta.com, Koordinator OKY UNICEF, Melania Niken Larasati meluruskan berbagai mitos terkait menst...
Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir
Jumat, 11 November 2022 - 14:35 WIB

Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir

Elshinta.com, Dokter umum Puskesmas kecamatan Kelapa Gading Retno Ayu Wulandari mengatakan membersih...
Jateng turunkan angka stunting dari 37 persen menjadi 20 persen
Rabu, 02 November 2022 - 17:12 WIB

Jateng turunkan angka stunting dari 37 persen menjadi 20 persen

Elshinta.com, Penanganan stunting (anak kekurangan gizi sehingga pertumbuhan tubuhnya terbambat) di...
BKKBN sosialisasi Program Bangga Kencana tekan angka stunting
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:36 WIB

BKKBN sosialisasi Program Bangga Kencana tekan angka stunting

Elshinta.com, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX D...
Tips memilih popok bayi yang tepat agar tak iritasi
Minggu, 09 Oktober 2022 - 12:44 WIB

Tips memilih popok bayi yang tepat agar tak iritasi

Elshinta.com, Dokter spesialis anak dr. Reza Fahlevi Sp.A menyarankan para ibu untuk memilih popok d...
Plt. Bupati Langkat hadiri `kick off` program peningkatan gizi atasi stunting
Minggu, 25 September 2022 - 17:48 WIB

Plt. Bupati Langkat hadiri `kick off` program peningkatan gizi atasi stunting

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara Syah Afandin, menghadiri kick off program peningkat...
BKKBN edukasi dan donasi masyarakat agar terapkan PHBS
Jumat, 09 September 2022 - 15:37 WIB

BKKBN edukasi dan donasi masyarakat agar terapkan PHBS

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan...
Plt Bupati Langkat minta semua pihak fokus penurunan angka stunting  
Kamis, 08 September 2022 - 13:56 WIB

Plt Bupati Langkat minta semua pihak fokus penurunan angka stunting  

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri kegiatan koordinasi dan konsolidasi stuntin...

InfodariAnda (IdA)