Ponpes Mufidah Santi Asromo Majalengka siapkan Program Santripreneur
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Sambutan secara virtual di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo Desa Pasirayu Kec. Sindang Kab. Majalengka mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar program Santripreneur.

Elshinta.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Sambutan secara virtual di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo Desa Pasirayu Kec. Sindang Kab. Majalengka mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar program Santripreneur.
Program tersebut sebagai upaya pemberdayaan ekonomi melalui model penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren serta telah melibatkan banyak santri dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Santripreneur bertujuan untuk mengembangkan unit industri yang telah ada dan atau unit industri baru, serta mengembangkan sumber daya manusia di pesantren melalui kompetensi teknis produksi, jejaring, dan manajemen," kata Agus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (2/9).
Dipaparkannya, Menperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) rutin menggelar program Santripreneur. Hal ini sejalan dengan implementasi Nota Kesepahaman tentang Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Industri di Lingkungan Pesantren (Santripreneur) antara Kemenperin dengan Kementerian Agama pada 17 Desember 2021 lalu.
"Tujuan kerja sama tersebut, antara lain untuk mendorong ekosistem kewirausahaan yang baik di pesantren. Sebab, pesantren dianggap menjalankan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri nasional karena banyak pesantren telah memiliki unit bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan internal pesantren bahkan kebutuhan di luar pesantren," tuturnya.
Sementara Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita, usai meninjau mesin produksi pelet ikan menjelaskan, Ditjen IKMA tahun ini menggelar Program Santripreneur dengan tema “Santri Berindustri Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia”.
Program Santripreneur secara serentak dilaksanakan di enam pondok pesantren. Keenam pondok tersebut yaitu Pondok Pesantren (PP) Al-Mufidah Santi Asromo Kabupaten Majalengka, PP Fauzan Kabupaten Garut, PP Manbaul Hasanah di Kabupaten Indramayu, PP Abu Manshur di Kabupaten Cirebon, PP Annahla Firdaus di Kabupaten Subang, dan PP Assyyafiiyah di Kabupaten
Kendal.
“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 650 orang, tersebar di enam pondok pesantren,” kata Reni.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilakukan Sambung Reni, yaitu bimbingan teknis pembekalan kemampuan manajemen usaha dan teknis produksi kepada para santri dan alumni, serta fasilitasi mesin/peralatan produksi.
“Untuk PP Mufidah Santi Asromo Kab. Majalengka, PP Fauzan Kab. Garut, dan PP Manbaul Hasanah Kab. Indramayu akan diberikan bantuan mesin/peralatan produksi pelet pakan ikan. Sementara untuk PP Abu Manshur Kab. Cirebon, PP Annahla Firdaus Kab. Subang, dan PP Assyyafiiyah Kab. Kendal fasilitasinya berupa mesin/peralatan perbengkelan roda dua,” ungkap Reni.
Reni berharap, fasilitasi yang diberikan Ditjen IKMA Kemenperin dapat mendorong wirausaha baru IKM di lingkungan pondok dalam menciptakan lapangan kerja baru dan turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Di tempat yang sama Ido Nurzaini Aziz, Ketua Yayasan KH Abdul Halim-Pondok Mufidah Santi Asromo mengatakan, kehadiran Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka membawa keberkahan dan kabar gembira bagi Pondok.
"Kami ucapkan terimakasih atas bantuan peralatan Pembuat Makanan Ikan (Pelet) yang Kementerian Perindustrian berikan untuk kami. Amanah bantuan peralatan ini akan kami jadikan sarana bagi santri untuk menumbuhkan jiwa enteurpreuner, keterampilan dan kemandirian hidup yang hal tersebut sejalan dengan Visi Pondok ini," ungkapnya.