Mahasiswa UB buat alat deteksi dini hipertensi bagi penderita stroke

Elshinta
Jumat, 02 September 2022 - 16:32 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Mahasiswa UB buat alat deteksi dini hipertensi bagi penderita stroke
E-dection, alat untuk mendeteksi dini hipertensi dan hiperkolesterolemia pada penderita stroke karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) (ANTARA/HO/Universitas Brawijaya/End)

Elshinta.com - Lima mahasiswa lintas program studi (Prodi) Universitas Brawijaya (UB) membuat prototipe E-dection, yakni alat untuk deteksi dini hipertensi dan hiperkolesterolemia bagi penderita stroke.

Kelima mahasiswa tersebut adalah M. Dwi Nur Afini (FT angkatan 20), M. Romadhoni P. (FT angkatan 20), Made Ananta W (FT angkatan 19), Ayu Cetiya M. (FIKes angkatan 19), dan Abimanyu Awanda R. (FK angkatan 19).

"E-dection merupakan prototipe berbasis IoT menggunakan metode machine learning. E-dection terdiri atas smart band dan smart pillow yang dapat memberikan fungsi pemantauan serta intervensi mandiri secara dini," kata anggota tim pembuat E-dection UB, M. Dwi Nur Afini dalam rilis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Indikator yang dapat dimonitor dengan menggunakan E-dection, katanya, adalah tekanan darah dan kadar kolesterol serta glukosa darah secara non-invasive. Intervensi mandiri yang digunakan dalam prototipe ini adalah terapi panas untuk mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

Pasien yang pertama kali menggunakan E-dection, Dewa Gede Raka Wiadnya mengatakan E-dection berpotensi jika diterapkan pada masyarakat umum, terutama pada orang yang memiliki riwayat stroke ringan.

"Penggunaan smart pillow nyaman saat digunakan, cukup menghangatkan bagian leher, saya suka dengan bentuknya yang ergonomis, semoga bisa menurunkan prevalensi stroke berat dengan menggunakan alat ini,” ujar Dewa Gede Raka.

E-dection dapat menekan biaya pemeriksaan, karena dilengkapi dengan sistem pemantauan secara non-invasive dan terapi untuk menurunkan kadar kolesterol.

Selain itu, aplikasi E-dection juga terdapat telemonitoring pada dokter penanggung jawab untuk memudahkan konsultasi terkait kondisi pengguna.

E-dection merupakan prototipe berbasis IoT yang terhubung dengan aplikasi. Aplikasi bermanfaat untuk mengkategorikan keadaan pasien menggunakan metode machine learning serta mempermudah penggunaan prorotipe sehari-hari.

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi prevalensi morbiditas serta mortalitas yang diakibatkan oleh stroke.

Stroke merupakan kejadian klinis akut yang berhubungan dengan gangguan sirkulasi otak. Faktor risiko utama penyebab stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, dan kadar glukosa darah tinggi.

Peningkatan mortalitas dan morbiditas stroke disebabkan karena kurangnya pemantauan dan intervensi dini pada penderitanya.

Kelima mahasiswa yang membuat aplikasi E-dection tersebut di bawah bimbingan dosen Nurussa’adah melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih
Minggu, 27 November 2022 - 12:45 WIB

Peneliti kaji potensi tembakau alternatif bantu perokok dewasa beralih

Elshinta.com, Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, d...
Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak
Sabtu, 26 November 2022 - 12:47 WIB

Dukung BIAN, IRRA dan Oneject sediakan ADS yang aman dan nyaman untuk anak

Elshinta.com, Untuk mendukung program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dijalankan pemerinta...
Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif
Sabtu, 26 November 2022 - 08:59 WIB

Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pemerintah mendorong agar...
Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir
Jumat, 25 November 2022 - 19:11 WIB

Dokter: Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir

Elshinta.com, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Nur Haryono, Sp.JP (K) FIHA dari Perhi...
Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes
Kamis, 24 November 2022 - 22:07 WIB

Dinas Kesehatan Majalengka sabet 4 penghargaan bergengsi dari Kemenkes

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berhasil menyabet empat penghargaan b...
Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi
Kamis, 24 November 2022 - 21:34 WIB

Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi

Elshinta.com, Kesehatan merupakan salah satu modal penting masyarakat Indonesia agar dapat bangkit d...
RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima
Kamis, 24 November 2022 - 20:58 WIB

RS Mardi Rahayu, Kudus kembali raih akreditasi paripurna bintang lima

Elshinta.com, Sertifikat akreditasi paripurna bintang lima diberikan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sa...
Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal
Kamis, 24 November 2022 - 20:23 WIB

Dokter sebut semua penyakit anak berisiko sebabkan gangguan ginjal

Elshinta.com, Semua penyakit yang diderita anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut, kat...
Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat
Kamis, 24 November 2022 - 16:57 WIB

Penderita diabetes tipe 1 tetap harus terapkan jaga pola makan sehat

Elshinta.com, Pola makan sehat tetap harus diterapkan oleh penderita diabetes tipe 1 di mana tubuh k...
 BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali
Kamis, 24 November 2022 - 15:12 WIB

BKKBN Jateng evaluasi dan audit kasus stunting di Boyolali

Elshinta.com, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, berku...

InfodariAnda (IdA)