KPK serahkan memori banding perkara terdakwa Bupati HSU nonaktif

Elshinta
Jumat, 02 September 2022 - 18:19 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
KPK serahkan memori banding perkara terdakwa Bupati HSU nonaktif
Terdakwa Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid mengikuti sidang secara daring yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (1/8/2022). (ANTARA/Firman)

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan memori banding dalam perkara dengan terdakwa Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, nonaktif Abdul Wahid.

"Jaksa KPK Titto Jaelani, Kamis (1/9) telah menyerahkan memori banding pada Panitera Muda Pengadilan Tipikor PN Banjarmasin dalam perkara dengan terdakwa Abdul Wahid," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat.

Abdul Wahid merupakan terdakwa dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan, tahun 2021-2022, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Adapun yang menjadi argumentasi tim jaksa yang menjabarkan dalam memori banding, di antaranya terkait dengan pembuktian penerimaan gratifikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Diakui terdakwa karena menerima pemberian uang di antaranya dari pihak kontraktor yang mendapatkan proyek di Pemkab HSU," ucap Ali.

Selain itu, uang tunai Rp4,1 miliar yang ditemukan di rumah Abdul Wahid saat dilakukan penggeledahan merupakan uang gratifikasi yang diberikan kepada terdakwa karena jabatannya selaku bupati.

"Yang terhitung 30 hari kerja sejak diterima oleh terdakwa tidak pernah pula melaporkan kepada Direktorat Gratifikasi KPK," kata dia.

Selanjutnya, soal pembayaran uang pengganti Rp26 miliar. KPK menyatakan uang pengganti itu seharusnya tetap dibebankan kepada terdakwa sebab telah dinikmati dan dibelanjakan dengan membeli berbagai aset berupa tanah dan bangunan.

Sebelumnya, tim jaksa dalam surat tuntutannya telah menguraikan berbagai penerimaan terdakwa Abdul Wahid yang kemudian diubah bentuk menjadi berbagai aset bernilai ekonomis tinggi.

"KPK berharap majelis hakim pengadilan tinggi akan memutus dan mengabulkan permohonan tim jaksa sebagaimana surat tuntutan," ujar Ali.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin telah memvonis terdakwa Abdul Wahid dengan hukuman pidana penjara 8 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU KPK. Uang pengganti yang dituntut jaksa tidak disertakan hakim dalam vonis tersebut.

Dalam tuntutannya, JPU KPK menuntut Abdul Wahid pidana penjara selama 9 tahun dan denda Rp500 juta subsider 1 tahun kurungan.

Kemudian Abdul Wahid dituntut membayar uang pengganti Rp26 miliar lebih. Uang pengganti tersebut diperhitungkan dari total gratifikasi yang menurut JPU KPK telah diterima terdakwa sejak tahun 2015 baik berupa "fee" proyek maupun jual beli jabatan di lingkup Pemkab HSU, yakni lebih dari Rp31 miliar.

Jumlah itu lalu dikurangkan dengan aset likuid yang telah disita penyidik dan dirampas untuk negara, termasuk uang tunai baik berupa rupiah, dolar AS maupun dolar Singapura yang nilainya setara kurang lebih Rp5,1 miliar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
KPK koordinasi dengan Panglima soal pemanggilan eks Kasau di sidang
Selasa, 29 November 2022 - 07:31 WIB

KPK koordinasi dengan Panglima soal pemanggilan eks Kasau di sidang

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TN...
FKPT Jatim paparkan pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme
Senin, 28 November 2022 - 22:11 WIB

FKPT Jatim paparkan pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme

Elshinta.com, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur memaparkan pola penyebaran pah...
Komnas Perempuan dorong Polri pilah kasus pembunuhan berdasar gender
Senin, 28 November 2022 - 21:59 WIB

Komnas Perempuan dorong Polri pilah kasus pembunuhan berdasar gender

Elshinta.com, Komnas Perempuan mendorong Polri dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pemil...
Lukas Enembe minta izin berobat ke Singapura
Senin, 28 November 2022 - 20:35 WIB

Lukas Enembe minta izin berobat ke Singapura

Elshinta.com, Tim kuasa hukum Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengirimkan surat kepada Komisi Pember...
Wamenkumham: RKUHP jelaskan seketat mungkin beda penghinaan dan kritik
Senin, 28 November 2022 - 20:01 WIB

Wamenkumham: RKUHP jelaskan seketat mungkin beda penghinaan dan kritik

Elshinta.com, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Hiariej mengatakan Rancangan Kitab Undang-unda...
Polisi Pekanbaru sita uang Rp3,2 miliar dari seorang bandar narkoba
Senin, 28 November 2022 - 19:37 WIB

Polisi Pekanbaru sita uang Rp3,2 miliar dari seorang bandar narkoba

Elshinta.com, Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Riau membongkar sindikat internasional ...
Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu
Senin, 28 November 2022 - 19:02 WIB

Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soeka...
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 16:03 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai
Senin, 28 November 2022 - 14:41 WIB

Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai

Elshinta.com, Kasus seorang siswi SD di Ternate, Maluku Utara (Malut), dengan video terkait perundun...
Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur
Senin, 28 November 2022 - 14:19 WIB

Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur

Elshinta.com, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memindahkan posko pencarian Helikopter NBO-105 Polri...

InfodariAnda (IdA)