Kenali gangguan haid yang ternyata bisa berkaitan dengan kesuburan

Elshinta
Jumat, 02 September 2022 - 19:10 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Kenali gangguan haid yang ternyata bisa berkaitan dengan kesuburan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Dokter Spesialis Obstetrisian dan Ginekolog (Obgyn) Brawijaya Hospital Antasari dr. Mohammad Haekal, SpOG menjelaskan bahwa menstruasi seharusnya tak menimbulkan rasa nyeri pada wanita.

"Kodratnya seharusnya tidak nyeri. Cuma pada awal, terutama awal-awal mens, itu terkadang bisa terjadi nyeri karena ada penyebabnya, disebutnya dismenore sekunder. Atau bisa juga karena banyaknya jumlah menstruasi itu disebutnya dismenore primer. Tapi yang ada penyebabnya salah satunya adalah endometriosis," kata Haekal saat dijumpai di Jakarta Selatan, Jumat (2/9).

Lebih lanjut, Haekal juga memaparkan bahwa terdapat lima gangguan haid. Jika mengalami salah satunya, Haekal pun menyarankan untuk tidak menunda memeriksakan diri ke rumah sakit. Hal tersebut bertujuan agar gangguan tersebut dapat diatasi dengan segera.

"Gangguan haid itu ada lima. Pertama adalah pendarahan menstruasi yang abnormal. Itu bisa karena polip, miom, endometriosis dan lain sebagainya. Yang kedua, tidak mens. Kalau anak perempuan belum mens sampai 16 tahun itu mesti diperiksa," jelas Haekal.

"Ketiga sering telat mens, itu bisa karena gangguan tidak bertelur atau di menjelang menopause ada gangguan tidak bertelur juga. Keempat ini yang penting adalah nyeri mens. Dan yang terakhir itu yang nggak kalah penting adalah PMS. Nah PMS ini ada tahapannya, yang berat itu bisa bahaya sampai marah-marah berlebihan atau depresi," sambungnya.

Di sisi lain, dr. Malvin Emeraldi, Sp.OG(K) menjelaskan bahwa gangguan haid juga dapat mempengaruhi seseorang mengalami gangguan kesuburan. Jika seorang wanita mengalami gangguan pola, lama, dan jumlah saat haid, hal ini juga dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan sehingga akan sulit memiliki anak.

Oleh sebab itu, Malvin menyarankan agar wanita yang merasa mengalami gangguan haid segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Sehingga, gangguan kesuburan pun dapat dihindari.

"Untuk pasangan suami istri itu bisa hamil, harus terjadi adanya pertemuan sperma dan sel telur dalam suasana yang kondusif. Kalau ada gangguan pola, lama, jumlah, kita nggak bisa tahu masa suburnya kapan. Itu salah satu kenapa ini juga bisa mengalami gangguan kesuburan," tutur Malvin.

"Namun, jujur dari semua gangguan haid yang berkaitan dengan gangguan kesuburan, yang saya takutkan adalah pasien pertama datang ke kita dengan keluhan nyeri haid plus gangguan kesuburan. Jadi kalau kita mengalami nyeri haid apalagi sampai mengganggu aktivitas, kemungkinan besar penyebabnya adalah endometriosis," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV
Jumat, 02 Desember 2022 - 17:58 WIB

Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV

Elshinta.com, Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dr. Dwinanda Aidina...
Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting
Sabtu, 19 November 2022 - 13:26 WIB

Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting

Elshinta.com, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi ...
Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini
Jumat, 18 November 2022 - 09:23 WIB

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini

Elshinta.com, Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Muhammad Fadli Sp.OG mengatakan ibu hamil...
UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi
Kamis, 17 November 2022 - 23:11 WIB

UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi

Elshinta.com, Koordinator OKY UNICEF, Melania Niken Larasati meluruskan berbagai mitos terkait menst...
Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir
Jumat, 11 November 2022 - 14:35 WIB

Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir

Elshinta.com, Dokter umum Puskesmas kecamatan Kelapa Gading Retno Ayu Wulandari mengatakan membersih...
Jateng turunkan angka stunting dari 37 persen menjadi 20 persen
Rabu, 02 November 2022 - 17:12 WIB

Jateng turunkan angka stunting dari 37 persen menjadi 20 persen

Elshinta.com, Penanganan stunting (anak kekurangan gizi sehingga pertumbuhan tubuhnya terbambat) di...
BKKBN sosialisasi Program Bangga Kencana tekan angka stunting
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:36 WIB

BKKBN sosialisasi Program Bangga Kencana tekan angka stunting

Elshinta.com, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX D...
Tips memilih popok bayi yang tepat agar tak iritasi
Minggu, 09 Oktober 2022 - 12:44 WIB

Tips memilih popok bayi yang tepat agar tak iritasi

Elshinta.com, Dokter spesialis anak dr. Reza Fahlevi Sp.A menyarankan para ibu untuk memilih popok d...
Plt. Bupati Langkat hadiri `kick off` program peningkatan gizi atasi stunting
Minggu, 25 September 2022 - 17:48 WIB

Plt. Bupati Langkat hadiri `kick off` program peningkatan gizi atasi stunting

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara Syah Afandin, menghadiri kick off program peningkat...
BKKBN edukasi dan donasi masyarakat agar terapkan PHBS
Jumat, 09 September 2022 - 15:37 WIB

BKKBN edukasi dan donasi masyarakat agar terapkan PHBS

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan...

InfodariAnda (IdA)