Produksi green aggregate, GRP bisa jadi `benchmark`

Elshinta
Senin, 05 September 2022 - 19:04 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Produksi green aggregate, GRP bisa jadi `benchmark`
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - 

Keberhasilan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) memproduksi green aggregate, layak diapreasiasi dan bahkan menjadi benchmark bagi perusahaan lain. Menurut pengamat ekonomi lingkungan Bernaulus Saragih, memang sudah seharusnya berbagai perusahaan menerapkan konsep zero waste dan zero emission, sehingga akan terbentuk pola ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. 
 
“Luar biasa perusahaan ini (GRP) dan harus diacungi jempol. Mereka dapat mempertahankan nilai material agar dapat dipergunakan berulang-ulang. Environmental care perusahaan seperti ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain,” tegas Bernaulus kepada media hari ini, Senin (5/9).
 
Menurut Bernaulus, keberhasil PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) memproduksi green aggregate sejalan dengan tren dunia usaha saat ini, terutama dalam mendukung kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, Bernaulus menilai bahwa perusahaan baja swasta terbesar di Tanah Air tersebut, berhasil menerapkan konsep 3R, yaitu Reuse Reduce, dan Recycle. 
 
“Selain memberikan nilai tambah pada limbah yang dihasilkan, perusahaan seperti ini juga bisa meningkatkan daya saing pada industri utamanya, yaitu industry baja. Sebab, pada level internasional misalnya, tak sedikit yang mempertimbangkan soal kepedulian lingkungan dalam bermitra dagang,” kata dia. 
 
Terkait keberhasilan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) mengolah limbah baja menjadi produk bermanfaat dan punya nilai ekonomis tinggi yaitu green aggregate, sebelumnya disampaikan Presiden Direktur GRP Abednedju Giovano Warani Sangkaeng. Menurut pria yang disapa Argo tersebut, keberhasilan tersebut, merupakan upaya penerapan konsep ekonomi sirkular, zero waste dan green environment perusahaan. Hal ini sejalan dengan program GRP dalam Environment, Social, Governance (ESG).
 
“Ini juga merupakan salah satu wujud kepedulian PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) terhadap lingkungan.,” paparnya.
 
Dalam memproduksi green aggregate, lanjut Argo, steel slag terlebih dahulu dipisahkan dan kemudian dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil. Material ini mengandung beberapa oksida seperti CaO, MgO, Fe₂O₃, MnO₂ dan SiO₂ yang bermanfaat bagi industri lain dan lingkungan.
 
Menurut Argo, aplikasi pemanfaatan green aggregate sudah banyak dikembangkan di berbagai negara maju. Selain bidang konstruksi, juga bisa dimanfaatkan bidang lain seperti pertanian. Silika pada green aggregate misalnya, sangat baik sebagai media pupuk untuk meningkatkan figur tanaman dan daya tahan terhadap penyakit. “Selain itu, juga berpori dan bersifat basa sehingga efektif dalam menetralisir keasaman tanah,” kata dia. 
 
Green aggregate produksi GRP sendiri, jelas dapat dibedakan menjadi lima jenis berdasarkan ukuran. Mulai tipe Pasir berukuran 0-4 mm, Tipe Screening 4-8 mm dan 8-12 mm, serta Tipe Split berukuran 12-20 dan 20-50 mm. 
 
Pembagian atas berbagai kategori ukuran tersebut, jelasnya, untuk menyesuaikan dengan industri pengguna. Misal, produk yang sesuai untuk industri batako dan paving block adalah Tipe Pasir. Sedangkan industri beton ready mix dan kontraktor PU road base jalan, bisa mengunakan Tipe Pasir, Screening, dan Split. 
 
“Sedangkan untuk konstruksi jalan, karena green aggregate bersifat keras, tahan aus, adhesif, dan kasar. Dengan demikian, kualitasnya tak tidak perlu diragukan,” kata Argo ketika itu. 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 
Sabtu, 26 November 2022 - 15:23 WIB

Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 

Elshinta.com, Wujudkan lingkungan bersih dan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu bersama warga Ga...
Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu
Jumat, 25 November 2022 - 18:05 WIB

Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu

Elshinta.com, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara melakukan identifikasi terhadap ...
 Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi
Jumat, 25 November 2022 - 10:55 WIB

Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi

Elshinta.com, Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2022, digelar di Alun Alu...
Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi
Selasa, 22 November 2022 - 12:05 WIB

Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi

Elshinta.com, Pengamat ekonomi lingkungan IPB University Aceng Hidayat menilai positif upaya Pertami...
500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas
Minggu, 20 November 2022 - 14:15 WIB

500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan kur...
 Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan
Sabtu, 19 November 2022 - 12:48 WIB

Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan

Elshinta.com, Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Konservasi S...
 PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya
Jumat, 18 November 2022 - 16:58 WIB

PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya

Elshinta.com, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara melakuka...
Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan
Senin, 14 November 2022 - 19:05 WIB

Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan

Elshinta.com, Komisi II DPR akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait persoalan konflik pe...
Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 
Minggu, 13 November 2022 - 14:37 WIB

Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 

Elshinta.com, Wujud nyata Pos Balingga Satgas Yonif Mekanis 203/AK untuk mengatasi kesulitan rakyat ...

InfodariAnda (IdA)