Legislator PKS kecam kenaikan harga BBM
Anggota komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi geram atas kenaikan harga BBM oleh pemerintah pada hari Sabtu (3/9/2022) tepat pukul 14.30. Nurhasan menilai pemerintah memiliki pola pikir yang kacau atas keputusan tersebut.

Elshinta.com - Anggota komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi geram atas kenaikan harga BBM oleh pemerintah pada hari Sabtu (3/9/2022) tepat pukul 14.30. Nurhasan menilai pemerintah memiliki pola pikir yang kacau atas keputusan tersebut.
Nurhasan juga menyebut pemerintah telah bertindak zhalim karena kenaikan tersebut bukan hanya berdampak pada inflasi yang akan bergerak naik dan terus meninggi tapi juga akan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.
"Kenaikan ini bukan hanya berdampak pada inflasi yang akan bergerak naik dan terus meninggi, tetapi juga akan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia, ini Zhalim!" tegas Nurhasan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Selasa (6/9).
Kenaikan harga BBM yang sempat ditunda pada tanggal 1 September 2022, namun secara tiba-tiba diumumkan pemerintah pada tanggal 3 September 2022 pukul. 14.30, menurutnya seperti mimpi buruk disiang bolong.
"Ini seperti mimpi buruk disiang bolong. Ironisnya presiden berkali-kali mengatakan akan menjaga agar BBM utamanya BBM Penugasan bersubsidi tidak akan naik, nyatanya PHP," ungkap Nurhasan.
Nurhasan juga menyebut, sedikitnya 7 kali dimasa pemerintahan sekarang BBM naik. Ironisnya kata dia, kenaikan yang terjadi Sabtu ini saat masyarakat baru saja bangkit dari Pandemi.
"Kita punya catatan bahwa paling tidak 7 kali dimasa presiden sekarang BBM naik, pahitnya kenaikan hari ini saat masyarakat baru akan bangkit dari Imbas Pandemi dan ancaman inflasi tanpa kenaikan BBM pun sedang menghantui," imbuhnya.
Ditambahkannya, berkali-kali fraksi PKS menyadarkan dan memberi pemahaman pemerintah di ruang sidang atau diskusi terbatas, tapi yang terjadi pemerintah seperti kehilangan arah prioritas dan keberpihakannya pada rakyat. Menurutnya Ini catatan kelam kabinet diakhir masa jabatannya, dan biar rakyat yang menilai.
"Kita faham benar bahwa pemerintah hari ini terbebani dengan subsidi BBM dari APBN yang cukup besar, tapi bukan begini caranya. Masih banyak alternatif solusi yang bisa diambil, jangan rakyat yang jadi korban, ini bahaya karena jelas kenaikan BBM hingga 30% ini akan jadi penyebab utama naiknya harga komoditas lainnya, masyarakat merana. Untuk itu jelas sikap kita, Tolak kenaikan harga BBM, terutama yg bersubsidi!," ujarnya.