Digital Innovative Network G20 solusi nyata pemulihan global
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa Digital Innovative Network (DIN) G20 merupakan ruang bagi inovasi-inovasi digital dari startup untuk menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan global terutama pascapandemi COVID-19.

Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa Digital Innovative Network (DIN) G20 merupakan ruang bagi inovasi-inovasi digital dari startup untuk menghadirkan solusi nyata bagi pemulihan global terutama pascapandemi COVID-19.
"Acara ini (DIN G20) diharapkan bisa meningkatkan peran pentingnya inovasi digital bagi pemulihan global terutama pascapandemi COVID-19," kata Johnny G Plate saat membuka DIN G20 di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (3/9).
Menuruthya, dengan adanya DIN G20 sebagai bagian dari Digital Economy Working Group (DEWG) di bawah kepemimpinan Indonesia bisa mempromosikan pemulihan ekonomi secara digital lewat kolaborasi ekosistem digital secara global.
"Mari kita terus lanjutkan memperkuat sistem, sinergi, merealisasikan, menginklusifkan, dan mendorong keberlanjutan global lewat transformasi digital. Recover Together, Recover Stronger," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Selasa (6/9).
Ia mengungkapkan bahwa potensi besar ekonomi digital berkat hadirnya inovasi-inovasi yang turut berkembang dengan pesatnya kemajuan teknologi.
Sementara itu Berdasarakan data yang dikemukakan Bank Dunia (World Bank) pada 2022 total produk domestik bruto global untuk ekonomi digital mencapai 15,5 persen meningkat 2,5 kali lebih cepat dalam 15 tahun terakhir.
Selanjutnya di 2030 diprediksi bahwa akan ada penciptaan bisnis berbasis digital hingga 70 persen dan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi global.
Di tengah pandemi pun kehadiran inovasi digital terbukti telah memiliki peranan penting untuk membuat banyak negara bertahan dari pukulan pembatasan kegiatan dan membantu pemulihan ekonomi terutama mendukung hadirnya perusahaan-perusahaan rintisan serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Maka dari itu, Indonesia sebagai pemimpin DEWG G20 ingin memberikan ruang yang khusus bagi para perusahaan rintisan (startup) dari berbagai belahan dunia terutama dari negara anggota G20 untuk saling berbagi pengalaman, ide, dan memberikan ilmu serta pencerahan agar lebih banyak inovasi baru yang hadir memberi jawaban untuk tantangan global di masa mendatang bahkan setelah pandemi mampu dilewati.
Dengan menghadirkan DIN G20, Indonesia tidak hanya memberi ruang para startup untuk berbagi pemikiran dan inovasi tapi juga memberikan ruang untuk memekarkan bisnis mereka.
"Dalam dua hadir ke depan, saya percaya bahwa DIN G20 akan memfasilitasi pertemuan dan diskusi yang akan menciptakan kolaborasi dalam inovasi digital,” jelasnya.
“Kami percaya bahwa ajang ini bisa jadi katalis penting untuk pertumbuhan ekonomi digital lewat memperkaya kolaborasi antara modal ventura, perusahaan-perusahaan baik di skala domestik maupun internasional," sambungnya.
Adapun acara ini diikuti oleh lebih dari 400 partisipan dari 42 modal ventura, 55 startup, dan para pembuat kebijakan di sektor digital dan korporasi baik secara online maupun langsung dari Bali.