Top
Begin typing your search above and press return to search.

Harga BBM naik, harga komoditas sayuran di Purwakarta melonjak

Kenaikan harga  Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah telah berdampak naiknya harga komoditas sayuran. Varian cabai di seluruh pasar tradisional di Purwakarta, Jawa Barat melambung dengan harga naik dua kali lipat.

Harga BBM naik, harga komoditas sayuran di Purwakarta melonjak
X
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah telah berdampak naiknya harga komoditas sayuran. Varian cabai di seluruh pasar tradisional di Purwakarta, Jawa Barat melambung dengan harga naik dua kali lipat.

Naiknya harga BBM memicu biaya transfortasi dan angkutan barang naik. Sehingga seluruh kebutuhan pokok termasuk komoditas sayuran telah mengalami kenaikan harga.

Berdasarkan pantauan di salah satu pasar tradisional di Purwakarta yaitu Pasar Rebo, kenaikan yang mencolok terjadi pada komoditas sayuran terutama cabai dan bawang merah.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Rebo yaitu Dadang, Selasa (6/9), menuturkan, hari ini cabai merah keriting mencapai Rp90.000/kg dari harga sebelumnya Rp50.000. Cabai rawit merah dari harga sebelumnya Rp45.000/kg menjadi Rp70.000/kg dan cabai merah juga naik menjadi Rp70.000/kg. Sementara untuk bawang merah dari harga Rp28.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

Menurut Dadang, kenaikan ini sebetulnya sejak diberlakukannya kenaikan harga BBM oleh pemerintah, sehingga stok barang menipis karena pasokan berkurang.

Bukan sayuran saja yang mengalami kenaikan tapi semua barang dan sembako sudah pada naik kecuali daging belum ada yang naik, baik daging sapi maupun daging ayam.

Sementara menurut salah satu pengunjung Pasar Rebo Purwakarta yaitu Yayah, dirinya sangat mengeluh atas kenaikan harga-harga kebutuhan pokok termasuk sayuran.

"Pengeluaran membengkak sehingga kesulitan untuk membagi-bagi uang bulanan yang pas-pasan," kata Yayah seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Selasa (6/9).

Yayah berharap semua kebutuhan tersebut naiknya tidak melonjak sebab ekonomi masyarakat belum pulih pasca adanya pandemi Covid-19.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire