Top
Begin typing your search above and press return to search.

Farisa, balita penderita down syndrome akhirnya dapat perhatian Bupati Kudus

Elshinta.com, Seorang balita Farisa Shidqia Ramadhani penderita down syndrome warga Desa Loram Kulon RT 02/01, Jati, Kudus, Jawa Tengah yang selama ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah meski kondisi orang tuanya tidak mampu, akhirnya sampai ke telinga orang nomer satu di Kudus. Bupati Kudus HM Hartopo langsung mendatangi rumah yang bersangkutan.

Farisa, balita penderita down syndrome akhirnya dapat perhatian Bupati Kudus
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang balita Farisa Shidqia Ramadhani penderita down syndrome warga Desa Loram Kulon RT 02/01, Jati, Kudus, Jawa Tengah yang selama ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah meski kondisi orang tuanya tidak mampu, akhirnya sampai ke telinga orang nomer satu di Kudus. Bupati Kudus HM Hartopo langsung mendatangi rumah yang bersangkutan.

Menurut Edi Susanto orang tua Farisa Shidqia Ramadhani, balita berusia 4 tahun penderita down syndrome yang disertai dengan penyakit jantung bawaan, hipotiroid, serta keterlambatan pertumbuhan mengaku selama ini untuk pengobatan anaknya melalui BPJS mandiri sebab ia tidak mendapatkan BPJS PBI. "Kami rutin melakukan terapi untuk Farisa di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dan juga 3 bulan sekali ke RS Karyadi Semarang", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (6/9).

"Anak saya aktif, cuma perkembangan IQ-nya yang lamban, anak 4 tahun tapi seperti anak 1 tahun. Selama ini harus rutin terapi down syndrome di RSUD Loekmono Hadi, 3 bulan sekali kontrol ke Semarang untuk penyembuhan kelenjar tiroid sama cek laborat," imbuh Edi.

Bupati Kudus menyatakan pentingnya membentuk suatu komunitas untuk anak berkebutuhan khusus agar Pemkab Kudus mudah dalam monitoring serta menindaklanjuti jika ada suatu permasalahan. "Seperti yang dialami anak Edi, kalau tidak ada laporan masyarakat, tidak tahu. Padahal Pak Edi membutuhkan bantuan untuk terapi anaknya yang menderita down syndrome, sementara dirinya menggunakan BPJS mandiri dan belum terdaftar dalam peserta PBI," ungkapnya.

Ia juga memerintahkan Dinsos P3AP2KB dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk segera menindaklanjuti terkait bantuan yang harus diberikan pada keluarga Edi Susanto, sehingga keluhan yang ada dapat dimonitoring untuk mendapatkan bantuan dari Pemkab Kudus.

"Sudah saya komunikasikan dengan Dinsos dan DKK untuk menindaklanjuti agar diusulkan pengalihan BPJS mandiri ke PBI APBD dan masuk dalam DTKS," terangnya.

Sebagai seorang pelayan publik, Hartopo menekankan pentingnya kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat ketika ada suatu keluhan ataupun permasalahan yang terjadi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire