Kurangi pravalensi merokok, asosiasi harap Indonesia adopsi VNNP

Elshinta
Rabu, 07 September 2022 - 11:11 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Kurangi pravalensi merokok, asosiasi harap Indonesia adopsi VNNP
Ilustrasi.

Elshinta.com - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) berharap pemerintah mengkaji regulasi produk tembakau alternatif (Vaporized Nicotine and Non-Nicotine Products Regulation Act/VNNP) seperti yang telah disahkan Pemerintah Filipina guna mengurangi pravalensi merokok dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.

Ketua APVI Aryo Andrianto menjelaskan, Pemerintah Filipina awalnya menolak kehadiran produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik maupun produk tembakau yang dipanaskan. Namun mereka berbalik arah dan mendukung pemanfaatan produk tersebut. Langkah yang dilakukan Filipina juga telah dijalankan di sejumlah negara lainnya seperti Inggris dan Selandia Baru.

“Banyak negara yang dulu menolak keberadaan produk tembakau alternatif. Saat ini, justru mendukung dan meregulasikannya setelah memahami profil risikonya,” kata Aryo, dalam keterangannya pada Rabu.

Ia meneruskan, telah banyak kajian ilmiah di dalam maupun luar negeri yang membuktikan bahwa produk tembakau alternatif mampu meminimalisasi risiko kesehatan dibandingkan rokok. Dengan fakta tersebut, produk itu bisa menjadi pilihan bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan untuk berhenti merokok.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rokok elektrik merupakan produk yang memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok dan telah menjadi solusi bagi banyak penggunanya,” ungkap dia.

Menurut Aryo, dengan profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok, pemerintah seharusnya mengatur produk tembakau alternatif ke dalam regulasi khusus dan berbeda dari rokok, seperti yang dilakukan Filipina.

Dalam regulasi VNNP, Filipina mengatur batasan usia pengguna adalah mereka yang berumur 18 tahun ke atas. Selain itu, pada kemasan produk diberikan keterangan “mengurangi risiko”.

“Batasan usia pengguna, akses promosi, dan keterangan pada kemasan yang sesuai dengan profil risiko, tentu sangat dibutuhkan oleh industri ini,” tegasnya.

Oleh sebab itu, APVI menilai rencana Kementerian Kesehatan memasukkan rokok elektrik ke dalam revisi Peraturan Pemerintah 109/2012 akan menjadi sebuah langkah mundur.

“Produk tembakau alternatif membutuhkan regulasi yang berbeda dari rokok. Dampak yang terburuk adalah pembohongan publik di mana kami dipaksa untuk mencantumkan 7.000 zat berbahaya yang tidak ada di produk tembakau alternatif,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Kelompok Konsumen Vapers Filipina sekaligus anggota CAPHRA (Coalition of Asia Pacific Tobacco Harm Reduction Advocates) Peter Dator mengatakan, kehadiran regulasi bagi produk tembakau alternatif akan menciptakan dampak positif untuk menekan prevalensi merokok di Filipina.

Sebab, menurut dia, perokok dewasa mendapatkan kepastian hukum dalam mengakses dan menggunakan produk tersebut.

“Hampir 90 ribu orang Filipina meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang berhubungan dengan merokok. Bangsa kita telah mengalami epidemi merokok yang mengerikan selama beberapa dekade,” ucap Peter.

Dia optimistis prevalensi merokok di Filipina akan menurun seiring dengan didukungnya penggunaan produk tembakau alternatif. Dia pun berharap negara-negara lainnya yang masih menolak produk tembakau alternatif dapat segera mendukung keberadaan produk ini.

“Kami sekarang bergabung dengan 70 negara di seluruh dunia yang semuanya mengalami penurunan tingkat merokok. Merangkul produk ini merupakan satu-satunya cara untuk menekan rokok,” ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB

Pelayanan kesehatan Satgas Yonif Mekanis 203/AK di Pegunungan Tengah diserbu warga  

Elshinta.com, Dengan adanya perubahan cuaca yang terjadi di Pegunungan Tengah, personel Pos Tima Sat...
BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS
Rabu, 07 Desember 2022 - 12:55 WIB

BPOM cabut izin edar obat sirop produksi PT REMS

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar obat sirop produksi PT Ra...
Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin
Selasa, 06 Desember 2022 - 16:55 WIB

Cara cegah luka kaki diabetes, hindari benturan hingga cel rutin

Elshinta.com, Salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi pada diabetesi adalah luka pada ...
Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio
Senin, 05 Desember 2022 - 22:44 WIB

Menkes: Orang tua tolak imunisasi karena belum tahu bahaya polio

Elshinta.com, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa orang tua yang menolak...
 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 
Senin, 05 Desember 2022 - 17:45 WIB

 Menkes lakukan pencanangan imunisasi polio di Aceh 

Elshinta.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasion...
Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan
Senin, 05 Desember 2022 - 16:58 WIB

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan

Elshinta.com, Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tenga...
Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin
Senin, 05 Desember 2022 - 09:33 WIB

Dokter Kandungan sebut rokok dapat menghambat tumbuh kembang janin

Elshinta.com, Dokter Kandungan dr Ryandra Prakasa Tryastama, Sp.OG mengatakan asal rokok yang dihiru...
Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian
Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:35 WIB

Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian

Elshinta.com, Mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dengan mengenal enam faktor risiko dan empat...
Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:59 WIB

Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB

Elshinta.com, Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan para perokok berisiko lebih bes...
Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR
Sabtu, 03 Desember 2022 - 12:49 WIB

Toksikolog jelaskan perbedaan nikotin dengan TAR

Elshinta.com, Bagi para perokok, istilah nikotin maupun TAR (total aerosol residue) tentunya tidak ...

InfodariAnda (IdA)