Kisah local hero Senipah, berawal mengawinkan orang, kini sibuk mengawinkan tanaman

Elshinta
Rabu, 07 September 2022 - 16:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Kisah <i>local hero</i> Senipah, berawal mengawinkan orang, kini sibuk mengawinkan tanaman
Bang Itor, Local Hero Senipah Pertamina Hulu Mahakam. Sumber foto: Rizkia/elshinta.com

Elshinta.com - Pertanian yang merupakan peyangga hidup masyarakat kian hari makin berkembang dengan semakin canggihnya peralatan dan teknologi. Salah satu yang kini menggeluti usaha pertanian yaitu Yuliantoro atau biasa dipanggil bang Itor yang merupakan salah seorang local hero di bidang pertanian yang berada di Senipah, Jln Raya Balikpapan Handil 2 Rt 28.

Ia bersama kelompok taninya menanam 7 macam sayur organik, yang dalam sekali panen mencapai 15 kg yang tergabung dalam beberapa jenis sayuran hijau sepertu bayam dan kangkung dan dipasarkan di kota Balikpapan dengan pasar yaitu restoran menengah keatas dengan harga jual Rp16.000,- per-ikatnya.

Pria lulusan Sarjana Hukum Islam UIN Yogyakarta ini awalnya bekerja mengawinkan dan menceraikan orang sebagai kegiatan sehari-hari. Merasa kurang cocok akhirnya ia banting setir menjadi petani 4.0 yang mana bergandengan tangan bersama Pertamina Hulu Mahakam membuka lowongan kerja bagi orang lain yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. 

“Kelompok tani kita bernama Bumi Serai Wangi yang mana kita menanam dengan 100% pupuk dan pestisida organik yang mana bersama PHM berkolaborasi membuat Pertakultur atau Pertamina Agri Kultur yaitu menjadi petani maju 4.0 yang ramah lingkungan mulai dari tanaman yang kita bibit sendiri, sampai pupuk yang kita buat sendiri berbahan dasar serai wangi yang merupakan pestisida nabati. Kita tanam di sini sendiri untuk membasmi serangga-serangga serta hama yang menempel di tanaman. Dari situ saya mendapat gelar local hero yang disematkan oleh kawan-kawan PHM beserta tanggung jawab yang begitu besar,” tutur pria yang dulunya adalah penghulu ini, Selasa (6/9).

“Jadi organik di sini yaitu pupuk kita yang merupakan asupan makanan tanaman yang kita buat juga dari lidah buaya yang mengandung asam amino esensial tinggi dan juga daun kelor merupakan biang dari pupuk ini kita produksi sendiri dan diberi nama Biotasuke, kaya orang Jepang kan tapi itu kepanjangan dari Tanah Subur Kembali,” kelakarnya kepada Kontributor Elshinta, Rizkia.

Dimulai Dari Kebun Sederhana
Menggarap tanah seluas 65 x 150 meter ia bersama kelompok taninya membibit berbagai macam sayur yang nantinya dicangkok sehingga menjadi varietas baru yang lebih baik lagi untuk dijual kepada masyarakat. Ia bercita-cita melalui program Petani 4.0 ini bisa menjadi lahan kehidupan baru ditengah pandemi yang kian mencekik.

Ia menceritakan banyak petani yang tak cukup sabar menunggu pertumbuhan sayur dan buah karena memang jika menggunakan pupuk organik lebih lamban namun hasilnya ia katakan lebih baik dari pada penggunaan pupuk kimia yang pastinya merusak komponen tanah.

“Seperti kangkung biasanya kita panen kangkung cabut 18 hingga 20 hari, tapi disini kita menemukan cara agar bisa panen kangkung dalam 12 hari, saya miris kalau petani terus-terusan menggunakan pupuk kimia sehingga merusak tanah,” ungkapnya.

Ia meninggalkan pekerjaannya karena melihat banyaknya petani yang makin sulit dalam memajukan usaha taninya sehingga tahun 2018 menjadi tahun kilas balik kehidupannya yang awalnya duduk di depan komputer kini menjadi penggarap tanah menanam berbagai macam tanaman yang awalnya ia lakukan sendiri secara manual. Ia pun mengenang di awal ia memegang cangkul dirinya sampai demam 3 hari karena tak terbiasa.

Membangun Mindset Petani 4.0
Ia bersama anak muda di kampungnya mulai menggarap tanah dan berjualan hasil tani. Yang membuatnya bangga bahkan ada yang sambil kuliah dan bisa membiayai kuliahnya dari hasil bertani itu sendiri. Selain menjadi petani ia juga mengembangkan gas metan portable yang mana ia buat dari hasil fermentasi sampah daun-daunan yang terbuang sia-sia.

“Kalau dari pupuk kompos makanan sudah jadi gasnya, tapi sekarang kita coba lagi dari daun-daunan, rumput, kan sayang kalau cuma dibakar percuma jadi kita coba siapa tahu bisa mengeluarkan gas metan juga,” katanya.

Ia ingin dalam proses pembuatan gas ini tidak ada unsur yang terbuang, jika berhasil gasnya bisa ia salurkan untuk memasak dan ampasnya bisa digunakan untuk pupuk kompos sehingga tercapai Zero Waste yang selalu ia gaungkan dalam kesehariannya.

Selain lingkungannya ia juga melatih Kelompok Wanita Tani dari berbagai daerah sehingga ibu-ibu rumah tangga lebih kreatif lagi dan bisa menghasilkan uang dengan modal yang minim dan bisa didapat dari alam sekitar.

Ia ingin masyarakat memulai bertani dengan bahan-bahan alami yang bisa didapat dengan mudah disekitar kita dan tidak tambah merusak lingkungan sekitarnya dengan penggunaan pestisida berbahan kimia.

“Sekarang selain pemuda dan ibu-ibu kami yaitu bang Itor bersama PHM juga mulai memberdayakan teman-teman difabel dan akan mencoba pertama dari SLB yang mana menggunakan sistem yang lebih baru yaitu Smart Farming, karena bagi kami disini Pertakultur is Happy Farming, kita bertani itu senang-senang yang menghasilkan,” terang Humas Pertamina Hulu Senipah, Nustatul Jannah.

Kedepannya Bang Itor sebagai local hero Senipah bersama PHM lagi-lagi dan terus akan membuka kelas pertanian bagi siapa saja yang mau belajar untuk bertani dengan cara yang lebih maju, memanfaatkan hasil alam tanpa merusak alam lagi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 
Sabtu, 26 November 2022 - 15:23 WIB

Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 

Elshinta.com, Wujudkan lingkungan bersih dan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu bersama warga Ga...
Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu
Jumat, 25 November 2022 - 18:05 WIB

Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu

Elshinta.com, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara melakukan identifikasi terhadap ...
 Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi
Jumat, 25 November 2022 - 10:55 WIB

Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi

Elshinta.com, Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2022, digelar di Alun Alu...
Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi
Selasa, 22 November 2022 - 12:05 WIB

Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi

Elshinta.com, Pengamat ekonomi lingkungan IPB University Aceng Hidayat menilai positif upaya Pertami...
500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas
Minggu, 20 November 2022 - 14:15 WIB

500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan kur...
 Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan
Sabtu, 19 November 2022 - 12:48 WIB

Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan

Elshinta.com, Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Konservasi S...
 PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya
Jumat, 18 November 2022 - 16:58 WIB

PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya

Elshinta.com, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara melakuka...
Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan
Senin, 14 November 2022 - 19:05 WIB

Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan

Elshinta.com, Komisi II DPR akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait persoalan konflik pe...
Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 
Minggu, 13 November 2022 - 14:37 WIB

Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 

Elshinta.com, Wujud nyata Pos Balingga Satgas Yonif Mekanis 203/AK untuk mengatasi kesulitan rakyat ...

InfodariAnda (IdA)