90 petani Aceh dilatih jadi pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia

Elshinta
Kamis, 08 September 2022 - 12:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
90 petani Aceh dilatih jadi pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia
Sumber foto: Fitri Juliana/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 90 Petani dari Tiga Kabupaten Kota di Aceh yakni Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Aceh selatan dilatih di BPLP Sere Aceh Besar oleh Yayasan Field Indonesia selama 12 hari (4-13 September 2022) yang dibagi dalam 3 gelombang. 

Setiap gelombang terdiri dari satu kabupaten dengan jumlah 30 orang petani dengan masa pelatihan 3 hari. 

Pelatihan Pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia Di BLPP yang di ikuti 90 orang petani ini, terdiri dari 87 orang petani dan 3 orang perwakilan KPH dari 3 kabupaten: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan.

Dalam pelatihan tersebut para peserta dilatih bagaimana cara bercocok tanam dengan dengan teknik pengolahan mulsa tanpa olah tanah. "Teknik ini lebih ramah lingkungan tanpa harus membakar lahan dan dapat mengurangi polusi asap di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Yayasan FIELD Indonesia, Heru Setyoko seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fitri Juliana, Kamis (8/9). 

Heru juga mengatakan, pelatihan ini betujuan untuk memperkenalkan metodologi atau teknik pengolahan lahan kepada petani agar meminimalkan gangguan terhadap lingkungan, terutama pembakaran lahan.

“Kami ingin menciptakan udara bersih di Indonesia dengan memperkenalkan metodologi baru mulsa tanpa olah tanah. Ada tiga mulsa tanpa olah tanah. Yakni dengan  bedengan kayu, tumpukan kayu yang diberikan tanah dan mulsa, serta deep litter chicken,” jelas Heru Setyoko lagi.

Selama ini masih banyak masyarakat yang membuka lahan untuk bertani dengan cara membakar hutan sehingga dapat menimbulkan banyak masalah baru yang dihadapi masyarakat, seperti adanya kebakaran yang menyebabkan masalah kesehatan seperti ispa, polusi udara, kerusakan ekosistem, sawah tidak panen, pendapatan hilang, sekolah ditutup, keluarga pindah ke lokasi lain, bisnis di tutup, sehingga harus dicarikan solusinya. 

Sebanyak 95% masyarakat menginginkan pembakaran berkurang, namun bagaimana mengurang pembakaran dan menciptakan udara bersih. 

Selain itu, saat ini petani juga menghadapi dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan masyarakat mengalami kerugian hasil/panen akibat kekeringan dan banjir tersebut sehingga sector pertanian terus terancam lahan pekerjaan bagi petani hilang dan berpengaruh pada kesejahteraan hidup para petani. Dan Program Udara Bersih Indonesia menjadi salah satu solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani saat ini.

“Program Udara Bersih Indonesia dikembangkan dalam upaya untuk mengurangi resiko perubahan iklim dan menjawab persoalan yang ada dengan mempromosikan dan memberikan pelatihan praktek pertanian yang dapat mewujudkan Udara Bersih melalui penerapan teknologi mulsa tanpa olah tanah, bedengan kayu, dan pembuatan kompos serasah dengan Ayam, dan pembuatan pupuk daun dengan cangkang telor atau kerang,” papar Direktur Eksekutif FIELD Indonesia disela-sela memberi pengatan langsung pada tanaman yang ditanam secara teknik mulsa tanpa olah tanah, bedeng kayu. 

Pelatihan Pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia di BLPP Saree Aceh Besar ini merupakan pilot projek di propinsi Aceh. 90 petani asal pantai Barat selatan tersebut di damping oleh 8 Fasilitator yang pernah dilatih ditraining di Sumatera Barat. 

Program Udara Bersih Indonesia saat ini telah dikembangkan di 8 Propinsi (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, NAD, Riau, Jambi, Sumatera Barat dan Lampung), di 308 desa, dengan target penerima manfaat sebanyak 18.000 petani. 

Diharapkan Program Udara Bersih Indonesia dapat menjadi model yang bisa dikembangkan diseluruh Indonesia untuk menciptakan Udara Bersih Indonesia.

Kegiatan yang bernuansa edukasi bagi para petani di Aceh tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, diwakili Sabri selaku Sub Koordinator SDM Pertanian dan Perkebunan. Dengan pelatihan pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia (SL-KUBI) dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, yang diwakili Karsani selaku Analisis Perencanaan dan Kerjasama Pengendalian Perubahan Iklim.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 
Sabtu, 26 November 2022 - 15:23 WIB

Wujudkan lingkungan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu gotong royong bersama warga 

Elshinta.com, Wujudkan lingkungan bersih dan sehat, personel Polsek Syamtalira Bayu bersama warga Ga...
Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu
Jumat, 25 November 2022 - 18:05 WIB

Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu

Elshinta.com, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara melakukan identifikasi terhadap ...
 Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi
Jumat, 25 November 2022 - 10:55 WIB

Bupati Boyolali tanam pohon produktif di lereng Merapi

Elshinta.com, Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2022, digelar di Alun Alu...
Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi
Selasa, 22 November 2022 - 12:05 WIB

Pengamat IPB University: Green industry cluster berperan penting dorong dekarbonisasi

Elshinta.com, Pengamat ekonomi lingkungan IPB University Aceng Hidayat menilai positif upaya Pertami...
500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas
Minggu, 20 November 2022 - 14:15 WIB

500 siswa di Parigi dilibatkan penanaman bakau rangkaian Harkanas

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan kur...
 Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan
Sabtu, 19 November 2022 - 12:48 WIB

Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 3 orang utan kembali dilepasliarkan

Elshinta.com, Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Konservasi S...
 PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya
Jumat, 18 November 2022 - 16:58 WIB

PT PIM gelar survei kepuasan masyarakat lingkungan tahun 2022, ini tujuannya

Elshinta.com, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara melakuka...
Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan
Senin, 14 November 2022 - 19:05 WIB

Dinilai sudah jadi persoalan akut, Komisi II segera bentuk Panja konflik pertanahan

Elshinta.com, Komisi II DPR akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait persoalan konflik pe...
Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 
Minggu, 13 November 2022 - 14:37 WIB

Satgas Yonif Mekanis 203/AK bantu warga Papua dapatkan air bersih 

Elshinta.com, Wujud nyata Pos Balingga Satgas Yonif Mekanis 203/AK untuk mengatasi kesulitan rakyat ...

InfodariAnda (IdA)