Top
Begin typing your search above and press return to search.

90 petani Aceh dilatih jadi pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia

Elshinta.com, Sebanyak 90 Petani dari Tiga Kabupaten Kota di Aceh yakni Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Aceh selatan dilatih di BPLP Sere Aceh Besar oleh Yayasan Field Indonesia selama 12 hari (4-13 September 2022) yang dibagi dalam 3 gelombang. 

90 petani Aceh dilatih jadi pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia
X
Sumber foto: Fitri Juliana/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 90 Petani dari Tiga Kabupaten Kota di Aceh yakni Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Aceh selatan dilatih di BPLP Sere Aceh Besar oleh Yayasan Field Indonesia selama 12 hari (4-13 September 2022) yang dibagi dalam 3 gelombang.

Setiap gelombang terdiri dari satu kabupaten dengan jumlah 30 orang petani dengan masa pelatihan 3 hari.

Pelatihan Pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia Di BLPP yang di ikuti 90 orang petani ini, terdiri dari 87 orang petani dan 3 orang perwakilan KPH dari 3 kabupaten: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan.

Dalam pelatihan tersebut para peserta dilatih bagaimana cara bercocok tanam dengan dengan teknik pengolahan mulsa tanpa olah tanah. "Teknik ini lebih ramah lingkungan tanpa harus membakar lahan dan dapat mengurangi polusi asap di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Yayasan FIELD Indonesia, Heru Setyoko seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fitri Juliana, Kamis (8/9).

Heru juga mengatakan, pelatihan ini betujuan untuk memperkenalkan metodologi atau teknik pengolahan lahan kepada petani agar meminimalkan gangguan terhadap lingkungan, terutama pembakaran lahan.

“Kami ingin menciptakan udara bersih di Indonesia dengan memperkenalkan metodologi baru mulsa tanpa olah tanah. Ada tiga mulsa tanpa olah tanah. Yakni dengan bedengan kayu, tumpukan kayu yang diberikan tanah dan mulsa, serta deep litter chicken,” jelas Heru Setyoko lagi.

Selama ini masih banyak masyarakat yang membuka lahan untuk bertani dengan cara membakar hutan sehingga dapat menimbulkan banyak masalah baru yang dihadapi masyarakat, seperti adanya kebakaran yang menyebabkan masalah kesehatan seperti ispa, polusi udara, kerusakan ekosistem, sawah tidak panen, pendapatan hilang, sekolah ditutup, keluarga pindah ke lokasi lain, bisnis di tutup, sehingga harus dicarikan solusinya.

Sebanyak 95% masyarakat menginginkan pembakaran berkurang, namun bagaimana mengurang pembakaran dan menciptakan udara bersih.

Selain itu, saat ini petani juga menghadapi dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan masyarakat mengalami kerugian hasil/panen akibat kekeringan dan banjir tersebut sehingga sector pertanian terus terancam lahan pekerjaan bagi petani hilang dan berpengaruh pada kesejahteraan hidup para petani. Dan Program Udara Bersih Indonesia menjadi salah satu solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani saat ini.

“Program Udara Bersih Indonesia dikembangkan dalam upaya untuk mengurangi resiko perubahan iklim dan menjawab persoalan yang ada dengan mempromosikan dan memberikan pelatihan praktek pertanian yang dapat mewujudkan Udara Bersih melalui penerapan teknologi mulsa tanpa olah tanah, bedengan kayu, dan pembuatan kompos serasah dengan Ayam, dan pembuatan pupuk daun dengan cangkang telor atau kerang,” papar Direktur Eksekutif FIELD Indonesia disela-sela memberi pengatan langsung pada tanaman yang ditanam secara teknik mulsa tanpa olah tanah, bedeng kayu.

Pelatihan Pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia di BLPP Saree Aceh Besar ini merupakan pilot projek di propinsi Aceh. 90 petani asal pantai Barat selatan tersebut di damping oleh 8 Fasilitator yang pernah dilatih ditraining di Sumatera Barat.

Program Udara Bersih Indonesia saat ini telah dikembangkan di 8 Propinsi (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, NAD, Riau, Jambi, Sumatera Barat dan Lampung), di 308 desa, dengan target penerima manfaat sebanyak 18.000 petani.

Diharapkan Program Udara Bersih Indonesia dapat menjadi model yang bisa dikembangkan diseluruh Indonesia untuk menciptakan Udara Bersih Indonesia.

Kegiatan yang bernuansa edukasi bagi para petani di Aceh tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, diwakili Sabri selaku Sub Koordinator SDM Pertanian dan Perkebunan. Dengan pelatihan pemandu Sekolah Lapangan Kader Udara Bersih Indonesia (SL-KUBI) dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, yang diwakili Karsani selaku Analisis Perencanaan dan Kerjasama Pengendalian Perubahan Iklim.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire