Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD

Elshinta
Jumat, 09 September 2022 - 07:01 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD
Ilustrasi (Shutterstock)

Elshinta.com - Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) tak menyarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan pendidikan anak usia dini (PAUD) tanpa menjalani terapi terlebih dulu.

"Harus terapi dulu. Kalau interaksinya sudah lumayan, komunikasi dan bicaranya ada sedikit-sedikit silahkan masuk PAUD. Tetapi kalau dari awal dijeblosin, biasanya kurang bagus," ujar dia dalam webinar "Anak Terlambat Bicara, Speech Delay atau Autisme? Kupas Tuntas Autisme Pada Anak”, Kamis.

Prof Hardiono mengatakan target penanganan anak dengan autisme diawali dengan dia dapat berbicara kemudian mampu menempuh jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Tahapan anak bicara dimulai dengan ekolalia atau meniru apa yang dia dengar.

"Tahapan dia bicara itu memang dimulai dengan ekolalia atau meniru apa yang dia dengar. Enggak apa-apa memang begitu. Nanti lama-lama ditambah pemahamannya," kata dia.

Menurut Prof Hardiono, agar anak dapat memahami hal-hal dengan baik maka perlu mendapatkan terapi yang dapat mengajarkannya berkomunikasi sekaligus berbicara. Dia menyebut terapi perilaku atau behavioral therapy yang juga dikenal sebagai ABA (applied behaviour analysis) sebagai standar perawatan autisme.

"Enggak bisa speech therapy, enggak bisa sensor integration," tutur dia.

Seperti disiarkan Healthline beberapa waktu lalu, ABA termasuk terapi yang dapat meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan belajar melalui strategi penguatan.

Banyak ahli menganggap ABA sebagai pengobatan standar emas untuk orang dengan kondisi gangguan kognitif setelah cedera otak, gangguan makan, kecemasan dan kondisi terkait seperti gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan fobia.

Lebih lanjut terkait autisme, Prof Hardiono menyebutkan gejala gangguan ini antara lain adanya gangguan interaksi dan komunikasi sosial yakni bukan hanya gangguan bicara dan anak sulit memulai dan memelihara interaksi sosial.

Selain itu, anak juga menunjukkan perilaku stereotipik atau perilaku itu-itu saja dan melakukannya berulang kali dengan intensitas tidak wajar. Gejalanya ini harus terlihat sejak masa kanak-kanak atau dini dan membatasi dan fungsi sosial sehari-hari.

"Kalau hanya sekali-kali saja (perilaku itu-itu saja) ya enggak apa-apa semua anak begitu," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak
Selasa, 06 Desember 2022 - 13:46 WIB

Program KB harus diimbangi rencana masa depan anak

Elshinta.com, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan, ...
Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah
Sabtu, 03 Desember 2022 - 14:11 WIB

Anak tak aktif bisa jadi tanda sistem imunnya lemah

Elshinta.com, Gejala sistem imun anak lemah dapat diketahui misalnya, anak lemas, tidak aktif dan in...
Waspada diabetes jika anak sering mengompol
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:47 WIB

Waspada diabetes jika anak sering mengompol

Elshinta.com, Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrin Ghaisani Fadiana mengingatkan orang tua perlu...
Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati
Sabtu, 26 November 2022 - 20:01 WIB

Cara membangun ikatan antara orang tua dan buah hati

Elshinta.com, Ikatan atau bonding antara orang tua dan anak sejak lahir merupakan hal penting yang...
Pakar: Beri anak banyak kasih sayang guna mencegah perilaku bullying
Minggu, 20 November 2022 - 22:45 WIB

Pakar: Beri anak banyak kasih sayang guna mencegah perilaku bullying

Elshinta.com, Guru Besar Universitas Indonesia Prof Dr Lydia Freyani Hawadi MSi MM Psikolog menginga...
Waspada pneumonia jika frekuensi nafas balita lebih 40 kali per menit
Jumat, 18 November 2022 - 00:11 WIB

Waspada pneumonia jika frekuensi nafas balita lebih 40 kali per menit

Elshinta.com, Dokter Spesialis Paru RSUD Cilincing Jakarta Agung Prasetyo mengingatkan para orang tu...
Lima mitos dan fakta seputar kesehatan anak
Sabtu, 12 November 2022 - 10:23 WIB

Lima mitos dan fakta seputar kesehatan anak

Elshinta.com, Mitos dan fakta seputar kesehatan anak banyak berseliweran di berbagai media sosial. H...
Dokter: Waspadai pneumonia dengan memperhatikan laju napas anak
Sabtu, 12 November 2022 - 08:11 WIB

Dokter: Waspadai pneumonia dengan memperhatikan laju napas anak

Elshinta.com, Dokter spesialis anak dr Miza Dito Afrizal mengingatkan orang tua untuk memperhatikan ...
Dokter sarankan orang tua pantau pola kencing anak secara berkala
Jumat, 04 November 2022 - 14:11 WIB

Dokter sarankan orang tua pantau pola kencing anak secara berkala

Elshinta.com, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Henny Adriani Puspitasari menyarankan orang ...
Dokter: Air panas jadi penyebab nomor satu luka bakar pada anak
Kamis, 03 November 2022 - 19:11 WIB

Dokter: Air panas jadi penyebab nomor satu luka bakar pada anak

Elshinta.com, Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi (Konsultan) Aditya Wardhana mengingatk...

InfodariAnda (IdA)