Sebanyak 70 persen nakes Sukoharjo sudah dibooster kedua
Elshinta.com, Lebih dari 70 persen tenaga kesehatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah mendapatkan suntikan vaksin dosis empat.

Elshinta.com - Lebih dari 70 persen tenaga kesehatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah mendapatkan suntikan vaksin dosis empat. Prioritas vaksin Covid-19 booster kedua ini tetap pada pelayanan publik. untuk tahap selanjutnya menyasar kalangan rentan dan masyarakat umum.
"Sesuai dengan insruksi dari pemerintah pusat demikian, tahapannya sama seperti yang dosis sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (9/9).
Menurut Tri Tuti, vaksinasi Covid-19 boostee kedua mulai disuntikan pada pertengahan Bulan Agustus lalu. Dengan prioritas pertama adalah pelayanan publik yakni tenaga kesehatan. Saat ini angka keterjangkauan kalangan ini sudah mencapai 70 - 80 persen.
"Tinggal sedikit kok, tenaga kesehatan kita yang belum di booster dua," tambahnya.
Pihaknya mengakui, vaksinasi booster kedua cukup terkendala dengan kegiatan atau program kesehatan yang sedang berjalan. Sebab, tenaga kesehatan harus mengejar target penyelesaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang sudah ditentukan. Disaat yang bersamaan, jadwal vaksin booster dosis keempat juga harus diberikan. Sehingga tetap ada yang harus ditunda.
"BIAN harus dikejar karena ada tengat waktunya," ujar dia.
Tri Tuti menambahkan, aparatur sipil negara (ASN) dan profesi yang berkaitan dengan pelayanan publik lainnya menjadi sasaran prioritas selanjutnya. Selain sudah memulai vaksin booster kedua, pihaknya juga masih mengejar target penyelesaian vaksinasi Covid-19 primer untuk masyarakat umum.
Data rekapitulasi vaksinasi Covid-19 di Sukoharjo per 8 September 2022 dosis satu umum 79,95 persen, anak anak 90,07 persen. Dosis dua umum 74,64 persen dan anak anak sebanyak 84,76 persen sedangkan vaksin booster pertama 30,64 persen.
Lebih lanjut Tri Tuti meyebutkan, antusiasme warga vaksin terus meningkat sejalan dengan aturan yang diterapkan pemerintah. Seperti pelaku perjalanan jarak jauh atau pengguna transportasi umum disyaratkan minimal sudah mendapatkan vaksin booster pertama. Dan bagi pemerima vaksin primer wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Pihaknya optimis, angka sasaran vaksinasi Covid-19 akan terus bertambah bersamaan dengan banyaknya kebijakan yang mensyaratkan bukti vaksin untuk berbagai kegiatan.