Polisi tahan mantan bendahara terkait korupsi dana kapitasi puskesmas

Elshinta
Sabtu, 10 September 2022 - 19:45 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Polisi tahan mantan bendahara terkait korupsi dana kapitasi puskesmas
Penyidik melakukan pemeriksaan sebelum akhirnya menjalani penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi dana kapitasi Puskesmas Babakan periode pengelolaan tahun 2017-2019, berinisial WY (kiri), di ruang Unit Tipikor Satreskrim Polresta Mataram, NTB, Sabtu (10/9/2022). ANTARA/Dhimas B.P.

Elshinta.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat menahan mantan Bendahara Puskesmas Babakan berinisial WY yang menjadi salah satu tersangka terkait kasus korupsi dana kapitasi periode pengelolaan tahun 2017-2019.

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisaris Polisi Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Sabtu, membenarkan perihal penahanan terhadap tersangka WY.

"Penahanan kami laksanakan mulai hari ini usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka," kata Kadek Adi.

Pertimbangan penyidik melakukan penahanan, jelas dia, untuk mencegah tersangka menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan dan melarikan diri.

Penahanan tersebut sesuai dengan penerapan Pasal 21 ayat 1 dan ayat 4 Kita Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang berkaitan dengan syarat objektif dan subjektif penahanan.

Sebelum menjalani penahanan, penyidik memeriksa tersangka WY di ruang Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Mataram, mulai pukul 10.00 wita.

"Ada sekitar 5 jam diperiksa, terus ditahan," ucap dia.

Tersangka WY menjalani penahanan setelah ada pernyataan surat keterangan sehat dari rumah sakit. Kadek Adi memastikan pemeriksaan kesehatan terhadap WY sudah terlaksana di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

"Jadi, setelah dinyatakan sehat, kami langsung tahan di Rutan Polresta Mataram," ujarnya.

Dalam kasus ini penyidik menetapkan dua tersangka, WY bersama RH, Mantan Kepala Puskesmas Babakan, yang lebih dahulu menjalani penahanan pada Kamis malam (8/9).

Sebagai tersangka, mereka dikenakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Kadek Adi meyakinkan pihaknya menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi dana kapitasi ini dengan mengantongi empat alat bukti kuat. Salah satunya terkait hasil audit kerugian negara dengan nilai sedikitnya Rp690 juta.

Dana kapitasi Puskesmas Babakan diterima dalam periode bulanan. Besarnya dana yang berasal dari BPJS Kesehatan dan disalurkan melalui dinas kesehatan ini berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKPT), dalam hal ini puskesmas.

Dana kapitasi yang diterima puskesmas kemudian dikelola berdasarkan tata cara pelaksanaan dalam merealisasikan anggaran dan pertanggungjawaban. Realisasinya, telah diatur dalam Permenkes RI Nomor 21/2016.

Aturan menteri itu berkaitan penggunaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional untuk jasa pelayanan kesehatan (jaspelkes) dan dukungan biaya operasional pada FKPT milik pemerintah daerah (puskesmas).

Pada komponen operasional, dana kapitasi digunakan untuk biaya pembelian obat, pengadaan alat kesehatan, bahan medis habis pakai, pelayanan kesehatan dalam gedung dan luar gedung.

Ada juga untuk operasional dan pemeliharaan dalam kegiatan puskesmas keliling, bahan cetak dan alat tulis kantor, biaya administrasi, koordinasi program, sistem informasi, peningkatan sumber daya manusia, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Selain untuk operasional, ada juga dana kapitasi yang mengalir untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan (jaspelkes). Persentase mencapai 60 persen dari jumlah dana kapitasi.

Jaspelkes ini disalurkan kepada tenaga kesehatan maupun nonkesehatan pada Puskesmas Babakan. Nilainya berdasarkan jenis ketenagaan, jabatan, dan jumlah kehadiran.

Kemudian untuk jumlah peserta yang terdaftar pada FKTP di Puskesmas Babakan mencapai 15 ribu orang dari empat kelurahan di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Dalam kurun waktu setahun tercatat Puskesmas Babakan menerima rata-rata penyaluran dana kapitasi sebesar Rp1,1 miliar. Karenanya, dana kapitasi yang diterima Puskesmas Babakan dalam periode 2017-2019, mencapai Rp3,3 miliar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
KPK koordinasi dengan Panglima soal pemanggilan eks Kasau di sidang
Selasa, 29 November 2022 - 07:31 WIB

KPK koordinasi dengan Panglima soal pemanggilan eks Kasau di sidang

Elshinta.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TN...
FKPT Jatim paparkan pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme
Senin, 28 November 2022 - 22:11 WIB

FKPT Jatim paparkan pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme

Elshinta.com, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur memaparkan pola penyebaran pah...
Komnas Perempuan dorong Polri pilah kasus pembunuhan berdasar gender
Senin, 28 November 2022 - 21:59 WIB

Komnas Perempuan dorong Polri pilah kasus pembunuhan berdasar gender

Elshinta.com, Komnas Perempuan mendorong Polri dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pemil...
Lukas Enembe minta izin berobat ke Singapura
Senin, 28 November 2022 - 20:35 WIB

Lukas Enembe minta izin berobat ke Singapura

Elshinta.com, Tim kuasa hukum Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengirimkan surat kepada Komisi Pember...
Wamenkumham: RKUHP jelaskan seketat mungkin beda penghinaan dan kritik
Senin, 28 November 2022 - 20:01 WIB

Wamenkumham: RKUHP jelaskan seketat mungkin beda penghinaan dan kritik

Elshinta.com, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Hiariej mengatakan Rancangan Kitab Undang-unda...
Polisi Pekanbaru sita uang Rp3,2 miliar dari seorang bandar narkoba
Senin, 28 November 2022 - 19:37 WIB

Polisi Pekanbaru sita uang Rp3,2 miliar dari seorang bandar narkoba

Elshinta.com, Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Riau membongkar sindikat internasional ...
Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu
Senin, 28 November 2022 - 19:02 WIB

Imigrasi tahan seorang WNA pengguna paspor palsu

Elshinta.com, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soeka...
Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri
Senin, 28 November 2022 - 16:03 WIB

Tim SAR Babel evakuasi 17 serpihan helikopter milik Polri

Elshinta.com, Tim SAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi 17 serpihan kecelakaa...
Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai
Senin, 28 November 2022 - 14:41 WIB

Kasus perundungan siswi SD di Ternate berakhir damai

Elshinta.com, Kasus seorang siswi SD di Ternate, Maluku Utara (Malut), dengan video terkait perundun...
Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur
Senin, 28 November 2022 - 14:19 WIB

Basarnas pindahkan posko pencarian helikopter Polri di Belitung Timur

Elshinta.com, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memindahkan posko pencarian Helikopter NBO-105 Polri...

InfodariAnda (IdA)