Top
Begin typing your search above and press return to search.

Legislator minta pabrik buat alat ukur air-udara yang bisa dilihat warga

Elshinta.com, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bersama tim Pengendali Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengujian terhadap kualitas air dan udara di sekitar PT Indorama di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat, menyusul aksi demo warga dua desa kerena diduga perusahaan tersebut membuang limbah beracun ke aliran sungai Cikembang.

Legislator minta pabrik buat alat ukur air-udara yang bisa dilihat warga
X
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bersama tim Pengendali Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengujian terhadap kualitas air dan udara di sekitar PT Indorama di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat, menyusul aksi demo warga dua desa kerena diduga perusahaan tersebut membuang limbah beracun ke aliran sungai Cikembang.

Sebelumnya Dedi Mulyadi membantu mediasi antara warga dan pihak perusahaan, pasalnya beberapa haro lalu warga demo sebanyak tiga kali akibay bau menyengat diduga berasal dari PT Indorama.

Padahal pada zaman Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta hal tersebut tak pernah terjadi.

Hari ini, Selasa (13/9), Dedi Mulyadi bersama warga dan pihak Indorama melakukan pengecekan langsung ke sumber yang diduga mengandung limbah dan bau. Lokasi tersebut berada tepat berdekatan dengan PT Indorama di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Di tempat ini tim dari KLHK langsung mengambil sejumlah sampel untuk diteliti. Nantinya sampel tersebut akan diteliti di laboratorium dan hasilnya keluar maksimal 14 hari kerja.

Selain di sekitar pabrik sampel juga diambil dari aliran Sungai Cikembang.

Uniknya di tempat ini Dedi Mulyadi justru mendapati lebih banyak limbah dan sampah rumah tangga dibanding dengan bau menyengat dari zat kimia.

Menurut Dedi, kita tidak bisa simpulkan sekarang bagaimana hasilnya, tapi harus tunggu hasil lab. "Nanti akan terjawab mengapa terjadi bau yang selama ini tak pernah terjadi," ucapnya.

Dan apakah ini berbahaya atau tidak. Dedi Mulyadi meminta pihak perusahaan untuk membuat alat ukur kadar udara dan air di dekat pabrik.

"Hal itu sebagai langkah transparansi sehingga masyarakat bisa mengakses informasi secara digital," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Selasa (13/9).

Selain itu pihak Indorama juga telah setuju untuk membangun kawasan wisata edukasi di Sungai Cikembang. Selain berfungsi sebagai tempat rekreasi, lokasi tersebut juga akan menjadi patokan kelayakan sungai dari ambang batas limbah.

Nantinya, kata Dedi, di lokasi tersebut bisa dibuat water treatment yang bisa memurnikan air. Selain itu disebar banyak ikan sebagai indikator jika terjadinya pencemaran.

"Kalau ikan hidup dan berkembang biak berarti air itu aman. Tapi kalau yang hidup hanya ikan sapu-sapu berarti Sungai Cikembang kotor," ujarnya.

Di luar itu Dedi Mulyadi juga mendorong adanya transparansi soal tenaga kerja. Ia meminta perusahaan membuat perencanaan kebutuhan SDM dalam lima tahun ke depan. Sehingga warga sekitar bisa mempersiapkan anak-anaknya sekolah atau kuliah untuk mengejar kebutuhan SDM perusahaan.

PT Indorama juga sudah komitmen untuk membangun Jalan Cibinong yang rusak senilai Rp 9 miliar. Warga diharapkan untuk tidak melakukan aksi dengan menyetop bus angkutan karyawan pabrik. Terlebih kini sudah ada solusi dan juga pembangunan kawasan wisata edukasi dan jalan yang bermanfaat bagi warga.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire