Top
Begin typing your search above and press return to search.

Wakil Wali Kota Depok ikuti rapat pengendalian inflasi dengan Presiden

Elshinta.com, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat dengan Presiden RI Joko Widodo tentang pengendalian inflasi di daerah secara daring. 

Wakil Wali Kota Depok ikuti rapat pengendalian inflasi dengan Presiden
X
Sumber foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengadakan rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional secara daring.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat dengan Presiden RI Joko Widodo tentang pengendalian inflasi di daerah secara daring.

Meski Depok tidak masuk dalam daftar 10 kota/kabupaten tertinggi angka inflasinya, namun pihaknya tetap berupaya untuk menjaga inflasi agar tidak terjadi kenaikan.

"Presiden mengharapkan seluruh kepala daerah untuk menjaga inflasi agar tidak terjadi peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan," ujar Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono usai menghadiri rapat tersebut di Depok City Operation Room (DeCOR), Balai Kota, Senin (12/9).

Bang Imam, sapaannya, menjelaskan, saat ini angka inflasi Kota Depok sebesar 4,57 persen, masih berada di bawah ambang batas inflasi yang ditetapkan pemerintah pusat Presiden yaitu 4 ± 1 atau 5 persen. Kendati demikian, dirinya menegaskan, pihaknya tidak akan lengah, terlebih saat ini kondisi perekonomian masyarakat sedang goyah imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Lebih jauh, dikatakannya, ada beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga tingkat inflasi agar tetap stabil. Pertama, mengajak masyarakat untuk menanam cabai di rumah, sebab cabai merah salah satu penyumbang inflasi tertinggi.

"Kedua, menggerakan kembali program D'Saber mengajak ASN untuk bersedekah kepada warga yang kesulitan. Lalu, mengajak lembaga sosial dan zakat untuk membantu warga yang kesulitan dan mengadakan pasar murah," paparnya.

"Alhamdulillah Depok tidak termasuk daerah yang diintervensi oleh Presiden Jokowi, kami akan berupaya agar inflasi Depok stabil dan tidak naik," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Selasa (13/9).

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Adnan Mahyudin menambahkan, naiknya harga sembilan bahan pokok (sembako) mempengaruhi kenaikan angka inflasi. Terutama cabai merah, bawang merah, dan telur.

"Pasar Agustus lalu terjadi deflasi 0,01 persen dari 4,58 menjadi 4,57 inflasi di Depok. Semoga Pemkot Depok dapat mempertahankan angka inflasi itu dan tidak naik," tutupnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire