Aliansi Buruh Bergerak gelar aksi tolak kenaikan harga BBM
Elshinta.com, Gelombang aksi unjuk rasa tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di Purwakarta hingga hari ini, Kamis (15/9). Sekitar 1200 buruh dari sejumlah serikat pekerja dan tergabung dalam Aliansi Buruh Bergerak turun ke jalan.

Elshinta.com - Gelombang aksi unjuk rasa tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di Purwakarta hingga hari ini, Kamis (15/9). Sekitar 1200 buruh dari sejumlah serikat pekerja dan tergabung dalam Aliansi Buruh Bergerak turun ke jalan.
Sambil berorasi di atas mobil komando, diikuti oleh para buruh dengan mendorong sepeda motornya dari Kawasan Industri Bukit Indah Citi hingga ke Kawasan kantor bupati Purwakarta Jl. Gandanegara.
Ketua Aliansi Buruh Bergerak Wahyu Hidayat, mengatakan, sejumlah tuntutan buruh akan disampaikan kepada Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.
Pertama menolak kenaikan harga BBM, upah buruh untuk segera dinaikan karena sudah dua tahun tidak naik. Selanjutnya naikan upah minimum sebesar 12% dan tolak omnibuslaw karena omnibuslaw, menjadi presiden buruk bagi buruh.
Para buruh menuntut Anne Ratna Mustika, untuk menyuarakan kepada pemerintah agar BBM diturunkan karena kenaikan harga BBM oleh pemerintah dinilai telah memiliki dampak multidimensi.
Menurut Wahyu, aksi hari ini merupakan pemanasan. "Apabila hingga akhir November, pemerintah belum menanggapi tuntutan para buruh, maka aksi besar-besaran pasti dilakukan. Dengan menghentikan produksi serta keluar untuk mogok nasional pada awal Desember mendatang," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi.
Sementara dengan adanya unjuk rasa buruh sejumlah ruas jalan di Purwakarta sempat lumpuh.
Pasalnya pengunjuk rasa menggunakan semua rias jalan, selain long march juga mendorong sepeda motornya dari mulai kawasan Industri Bukit Indah Citi, melintas ke Jl. Veteran, Jl. Sudirman bahkan sampai Jl RE Martadinata dan sebagian Jl Mohtar Kusumaatmaja.
Antrian kendaraan pun tak bisa dihindarkan hingga ke ke Jl. Jendral A. Yani baik arah Cikampek maupun ke arah Bandung.
Semua aparat gabungan baik TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP yang dikerahkan pada unjuk rasa ini turut mengamankan dan mencairkan arus lalu lintas yang sempat macet total.