Asosiasi sebut tembakau alternatif perlu aturan terpisah dari rokok

Elshinta
Sabtu, 17 September 2022 - 19:31 WIB |
Asosiasi sebut tembakau alternatif perlu aturan terpisah dari rokok
Ilustrasi (Pixabay)

Elshinta.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR Ariyo Bimmo menilai perlu adanya regulasi khusus untuk produk tembakau alternatif yang terpisah dari aturan rokok konvensional.

Ia berpendapat, dengan regulasi itu, masyarakat memiliki opsi yang lebih luas untuk mendapat produk tembakau yang lebih rendah risiko dengan harapan meningkatkan taraf kesehatan dan mengurangi pravalensi merokok di masa depan.

“Aturan hukum yang tepat untuk mengatur keberadaan produk tembakau alternatif harus mempertimbangkan profil risiko dan konsep pengurangan bahaya yang diterapkan, di mana produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok,” kata Bimmo dalam keterangannya diterima di Jakarta pada Sabtu.

Ia menjelaskan, produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, terbukti dalam berbagai kajian ilmiah memiliki risiko kesehatan 90 hingga 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok bakar konvensional.

Produk tembakau alternatif mampu mengurangi risiko kesehatan, kata dia, karena menerapkan sistem pemanasan dalam penggunaannya sehingga tidak memproduksi asap yang mengandung TAR, atau zat kimia berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran pada rokok. Sistem pemanasan tersebut diterapkan pada rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan.

“Karena profil risikonya berbeda, semestinya produk tersebut memiliki aturan yang terpisah dari rokok,” lanjutnya.

Lantaran belum adanya regulasi khusus bagi produk tembakau alternatif, Bimmo khawatir perokok dewasa akan kesulitan untuk memperoleh informasi yang akurat terhadap produk tersebut. Ditambah lagi saat ini masih banyak informasi yang keliru di publik mengenai produk ini yang dianggap memiliki bahaya yang sama rokok bagi kesehatan.

“Menyamakan aturan maupun menggolongkan produk tembakau alternatif sebagai produk rokok hanya akan mengakibatkan perokok dewasa tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh perbaikan kesehatan melalui penggunaan produk lebih rendah risiko,” ucapnya.

Tanpa regulasi khusus, Bimmo meneruskan produk tembakau alternatif akan tidak tepat sasaran dan rentan disalahgunakan terutama oleh anak-anak di bawah usia 18 tahun ke atas dan non-perokok. Padahal, produk itu dirancang sebagai opsi untuk membantu perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok.

Sebaliknya, jika produk tembakau alternatif ini diregulasi secara terpisah yang didasari oleh hasil kajian ilmiah, maka tujuan penggunaannya menjadi tepat sasaran serta kekhawatiran terjadinya penyalahgunaan dapat dicegah.

“Pengguna juga dapat memperoleh informasi yang akurat berikut semua fakta ilmiah tentang risiko produk yang digunakan,” tuturnya.

Untuk menghadirkan regulasi tersebut, menurut Bimmo, perlu adanya kajian ilmiah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pelaku industri, akademisi, praktisi kesehatan hingga konsumen. Harapannya, poin-poin aturan dalam regulasi tersebut komprehensif sesuai dengan hasil riset.

“Hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengatur produk tembakau alternatif secara berbeda dari rokok dan mempertimbangkan profil risiko yang ada. Selama kebijakan belum ada atau belum didasarkan pada kajian ilmiah, maka perokok dewasa tidak memiliki alasan rasional untuk dapat beralih,” ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya, berharap produk tembakau alternatif dapat dimaksimalkan untuk membantu pemerintah menurunkan prevalensi merokok.

“Produk tembakau alternatif dapat dimanfaatkan untuk perokok dewasa aktif yang sulit berhenti merokok. Hal ini yang dilakukan di Inggris dan beberapa negara lain dengan mengatur regulasi khusus untuk produk tembakau alternatif,” ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
TAM produksi Innova Hybrid tahun ini secara lokal
Rabu, 28 September 2022 - 20:59 WIB

TAM produksi Innova Hybrid tahun ini secara lokal

Elshinta.com, PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan komitmennya bahwa mereka akan segera memproduks...
Subaru Indonesia mulai distribusikan All New BRZ
Sabtu, 24 September 2022 - 23:11 WIB

Subaru Indonesia mulai distribusikan All New BRZ

Elshinta.com, Subaru Indonesia pada Sabtu menyerahterimakan unit The All-New Subaru BRZ kepada delap...
Pengamat: Ekosistem EV dimulai dari tata ulang sistem energi nasional
Sabtu, 24 September 2022 - 10:15 WIB

Pengamat: Ekosistem EV dimulai dari tata ulang sistem energi nasional

Elshinta.com, Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu menilai ekosis...
Spotify hadirkan fitur buat `playlist` musik sesuai gaya berpakaian
Jumat, 23 September 2022 - 10:42 WIB

Spotify hadirkan fitur buat `playlist` musik sesuai gaya berpakaian

Elshinta.com, Spotify menghadirkan fitur untuk membuat playlist berdasarkan dengan gaya berpakaian...
TikTok resmi hadirkan TikTok Now di Indonesia
Selasa, 20 September 2022 - 08:01 WIB

TikTok resmi hadirkan TikTok Now di Indonesia

Elshinta.com, TikTok resmi meluncurkan aplikasi terbaru bernama TikTok Now di Indonesia sebagai ca...
Tujuh tips hemat konsumsi BBM mobil
Minggu, 18 September 2022 - 22:35 WIB

Tujuh tips hemat konsumsi BBM mobil

Elshinta.com, Pengguna kendaraan kini mulai menghitung ulang biaya operasionalnya seiiring dengan ke...
Asosiasi sebut tembakau alternatif perlu aturan terpisah dari rokok
Sabtu, 17 September 2022 - 19:31 WIB

Asosiasi sebut tembakau alternatif perlu aturan terpisah dari rokok

Elshinta.com, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR Ariyo Bimmo menilai perlu adanya regulasi khusus un...
Tips bebas kucel untuk pengendara motor
Sabtu, 17 September 2022 - 17:45 WIB

Tips bebas kucel untuk pengendara motor

Elshinta.com, Para pengendara motor selalu berhadapan langsung dengan cuaca panas serta polusi di pe...
Menulis sebagai terapi
Sabtu, 10 September 2022 - 16:01 WIB

Menulis sebagai terapi

Elshinta.com, Orang bijak berkesimpulan bahwa hidup ini adalah masalah. Hampir tidak ada satupun man...
Distrik Seni X Sarinah sesi kedua dibuka usung tema `Berkelanjutan!`
Sabtu, 10 September 2022 - 00:11 WIB

Distrik Seni X Sarinah sesi kedua dibuka usung tema `Berkelanjutan!`

Elshinta.com, Distrik Seni X Sarinah kembali menggelar pameran karya seni sesi kedua yang menghadirk...

InfodariAnda (IdA)