Kisruh aset gedung milik TNI, Danjen Akademi TNI bertemu Wali Kota Magelang
Elshinta.com, Danjen Akademi TNI Letjen TNI Teguh Arief Indratmoko berkunjung ke Pemkot Magelang Jateng menemui Wali Kota Dokter Muchammad Nur Azis dan Wakil Walikota, KH Mansyur Siradj.

Elshinta.com - Danjen Akademi TNI Letjen TNI Teguh Arief Indratmoko berkunjung ke Pemkot Magelang Jateng menemui Wali Kota Dokter Muchammad Nur Azis dan Wakil Walikota, KH Mansyur Siradj. Kedatangan Danjen TNI ini untuk silaturahmi setelah terjadi kesepakatan atas kisruh berkepanjangan atas asset gedung milik TNI yang ditempati Pemkot Magelang.
Suasana pertemuan berlangsung sangat santai dan banyak bercanda. Danjen banyak menceritakan tentang perjalanan hidup dan karirnya di TNI. Demikian juga Walikota Azis yang banyak menceritakan jati diri yang nota bene warga asli Magelang lulusan SMAN I setempat.
Di sela-sela perbincangan santai, Walikota berharap masalah asset ini akan selesai sebelum tenggat waktu yang sudah ditetapkan yakni 5,5 tahun. "Kalau bisa selesai sebelum 5,5 tahun," katanya kepada Danjen.
Ia juga menyatakan, kalau memang waktunya sampai 5,5 tahun, belum tentu dirinya masih menjabat sebagai walikota. Ucapan itu langsung disahut oleh Danjen yang menyatakan, dirinya kemungkinan juga sudah paripurna. "Tapi paling tidak pak Wali sudah mencatat sejarah tentang kepindahan gedung pemerintahan kota," ucap Danjen seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Minggu (18/9).
Usai silaturahmi, kepada wartawan Danjen mengatakan, kedatangannya ke pemkot karena ingin bertemu dengan Walikota. "Kebetulan ada acara Piktar di Akmil, jadi sekalian saya silaturahmi ke pak Wal sekaligus pengen kenal,"ujarnya.
Danjen mengatakan, pihaknya akan mengembalikan gedung Wiworo Wiji Pinilih ke Pemkot, setelah proses administrasi selesai. "Waktu 5,5 tahun itu hanya batas waktu, kalau sebelumnya sudah selesai, maka bisa segera kami serahkan, sukur-sukur kurang dari tiga tahun" katanya.
Danjen merasa yakin proses ini akan berjalan baik karena semua memiliki komitmen. Dikatakan pula, gedung yang kini masih digunakan sebagai kantor pemerintah Kota Magelang ini, nantinya akan digunakan sebagai kantor Resimen Taruna Dasar (Mentasar). Sebelumnya kantor Resimen Taruna Dasar menempati komplek Akmil. "Kami juga masih ada gedung di Cilangkap. Yang disini kita gunakan untuk kantor Mentasar, kita lihat perkembangannya nanti" ungkapnya.
Danjen meyakinkan bahwa apabila kantor Mentasar berada di lokasi ini, maka tidak akan mengganggu aktivitas warga sekitarnya. Terlebih ada gedung DPRD yang berada disisi barat komplek Pemkot. Ia menjelaskan, pendidikan Mentasar sifatnya dasar dan bukan lanjutan. "Belum sampai tingkatan seperti itu, karena itu kan pendidikan lanjutan. Kami kan masih dasar maka cukup di Akmil tidak perkotaan," tuturnya.
Seperti diketahui, setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Pemkot Magelang, Kemenkeu dan TNI menandatangani nota kesepahaman tentang penyerahan dan penerimaan hibah tanah dan bangunan di Kota Magelang, Jawa Tengah yang difasilitasi oleh Kemenko Polhukam. Kesepahaman itu menghasilkan komitmen Kemenkeu menghibahkan tanah dan bangunan Balai Diklat Kepemimpinan Kemenkeu, di Jalan Alun-alun Kota Magelang, kepada Pemkot Magelang.
Kemudian, Pemkot menyerahkan kompleks bangunan perkantoran Pemerintah Kota Magelang seluas 4 hektar yang terletak di Jalan Sarwo Edhie Wibowo Kota Magelang kepada TNI. Sementara TNI menyerahkan Gedung Wiworo Wiji Pinilih kepada Pemkot Magelang.