Angkat sisi lain pendudukan Jepang di Indonesia, film dokumenter `Ima wa Mukashi` diapresiasi

Elshinta
Rabu, 21 September 2022 - 14:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Angkat sisi lain pendudukan Jepang di Indonesia, film dokumenter `Ima wa Mukashi` diapresiasi
Sumber foto: KBRI Tokyo/elshinta.com.

Elshinta.com - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dan Ibu Nuning Akhmadi menyaksikan pemutaran film dokumenter `Masa Kini adalah Masa Lalu` (Ima wa Mukashi) di Hibiya Library & Museum, Tokyo pada Minggu (18/9).  

Film besutan sutradara Shinichi Ise seorang sineas film dokumenter Jepang ini mengisahkan  napak tilas Ise Shinichi dalam merunut perjalanan ayahnya, Chonosuke Ise, di Indonesia. Chonosuke Ise adalah seorang penyunting film propaganda Jepang saat menduduki Indonesia semasa perang dunia ke-2. 

Dubes Heri usai menyaksikan film menjelaskan Shinichi Ise telah berhasil membuat film masa pendudukan Jepang di Indonesia dengan nilai-nilai kemanusiaan. "Upaya pencarian pribadi yang berhubungan dengan orang tuanya dikaitkan dengan pencarian nilai-nilai kemanusiaan didalam perang itu sendiri," ujar Dubes Heri yang didampingi Koordinator Fungsi  Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Meinarti Fauzie dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Yusli Wardiatno.

"Ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mendalami hal-hal yang menjadi milik bersama dari bangsa Indonesia dan Jepang. Yaitu shared history," tambah Dubes Heri dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Rabu (21/9). 

Shinichi Ise, Sutradara Film Masa Kini adalah Masa Lalu menjelaskan film ini diharapkan mampu meningkatkan saling pengertian diantara kedua bangsa. "Untuk meningkatkan saling mengenal dan pengertian diantara kedua negara. Baik Indonesia maupun Jepang dapat mengetahui masa pendudukan Jepang di Indonesia saat itu," terang  Shinichi Ise yang selama 30 tahun melakukan riset menelusuri jejak sang ayah dalam pembuatan film dokumenter ini.

Aktifitas pemukiman padat penduduk Jakarta mengawali jalannya cerita di film ini. Komplek perkantoran dan studio Produksi Film Negara (PFN) di Jakarta, menjadi adegan yang sering ditampilkan Shinichi Ise di film itu. Ia menjelaskan, Chonosuke Ise kerap mengerjakan proses editing dan finishing film propaganda Jepang di studio PFN itu. 

Film berbahasa Jepang dengan teks bahasa Indonesia berdurasi 88 menit ini juga menampilkan cuplikan beberapa film propaganda Jepang yang dibuat sang ayah, Chonosuke Ise. Sekitar 130 buah film propaganda yang diproduksi oleh Chonosuke ini masih terawat dan disimpan di Arsip Audio Visual Belanda (the Netherlands Institute for Sound and Vision). 

Mendiang Rosihan Anwar, jurnalis senior Indonesia dalam film ini mengisahkan pengalamannya menjadi wartawan saat masa pendudukan Jepang di Indonesia.  Dalam film ini Shinichi Ise juga menampilkan wawancara singkat dengan beberapa warga Indonesia berusia lanjut seputar masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Jelang penghujung film, Shinichi Ise menampilkan cuplikan film dokumenter karya ayahnya, yaitu Pengadilan Tokyo: Vonis Abad Ini tentang pengadilan vonis hukuman mati terhadap mantan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo yang dieksekusi pada 23 Desember 1948. Di film itu Chonosuke Ise menyampaikan pesan tentang perdamaian. 

Pemutaran Film ‘Dokumenter Masa Kini Adalah Masa Lalu’ ini ditutup dengan diskusi yang menghadirkan Sutradara Shinichi Ise, Associate Professor Departemen of Asian Languages Kanda University of International Studies, Kaoru Kochi dan Dosen Kajian Asia Abad 21 Kokhusikan University, Jakfar Idrus. 

Film ‘Dokumenter Masa Kini Adalah Masa Lalu’ rencananya akan ditayangkan pada Festival Film Yogyakarta antara 15-17 November. Pemutaran film ini akan dilanjutkan ke Jakarta pada 21-22 November 2022 mendatang.

Sejak 1995 Shinichi Ise kelahiran 1949 ini telah memproduksi 13 film dokumenter diantaranya berjudul Home Sweet Home (2017) yang tampil di festival film di Taiwan, Korea Selatan, Romania dan Amerika Serikat. 

Rizki, salah seorang penonton,  mengapresiasi film dokumenter ini yang menurutnya sangat jujur menggambarkan pendudukan Jepang di Indonesia. "Selama 8 tahun tinggal di Jepang baru kali ini saya menonton film dokumenter tentang pendudukan Jepang di Indonesia. Sangat jujur, sangat terbuka dan semoga banyak orang Indonesia dan Jepang menyaksikan film ini," sergah Rizki, mahasiswa Universitas Kokushikan Tokyo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen
Jumat, 30 September 2022 - 19:24 WIB

Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen

Elshinta.com, Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan Hari Martir dengan meletakkan karangan...
 Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun
Jumat, 30 September 2022 - 13:56 WIB

Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memfasilitasi kerja sama bisnis biomass...
KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman
Kamis, 29 September 2022 - 12:35 WIB

KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Havana menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) ...
Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China
Kamis, 29 September 2022 - 10:11 WIB

Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China

Elshinta.com, Produsen vaksin terbesar di China Sinopharm dan perusahaan farmasi terbesar di Amerika...
Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow
Kamis, 29 September 2022 - 08:11 WIB

Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow

Elshinta.com, Pembatik cilik asal Karawang, Jawa Barat, Akeyla Naraya (12) menceritakan pengalamanny...
28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB
Rabu, 28 September 2022 - 06:00 WIB

28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB

Pada tanggal 28 September 1950 yang lalu Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa...
Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe
Selasa, 27 September 2022 - 14:25 WIB

Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang S...
ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik
Selasa, 27 September 2022 - 08:59 WIB

ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik

Elshinta.com, Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara...
OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter
Selasa, 27 September 2022 - 08:47 WIB

OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter

Elshinta.com, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan pada Senin (26/9...
Wapres Ma`ruf Amin dengarkan asprirasi masyarakat Indonesia di Jepang
Senin, 26 September 2022 - 23:47 WIB

Wapres Ma`ruf Amin dengarkan asprirasi masyarakat Indonesia di Jepang

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin mendengarkan aspirasi sejumlah Warga Negara Indonesia yang ...

InfodariAnda (IdA)