Yayasan KEHATI: Badak bermanfaat bagi kehidupan manusia

Elshinta
Kamis, 22 September 2022 - 20:15 WIB |
Yayasan KEHATI: Badak bermanfaat bagi kehidupan manusia
Rosa, seekor induk badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menemani anaknya berjenis kelamin betina yang baru berusia beberapa hari di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung Timur, Lampung, Senin (28/3/2022). ANTARA FOTO/Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Handout/Lmo/wsj.

Elshinta.com - Badak tidak hanya memberikan dampak secara ekologi tapi bermanfaat kepada kehidupan manusia sehingga perlu dijaga dari ancaman kepunahan, kata Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Rika Anggraini terkait peringatan Hari Badak Sedunia.

"Tak hanya memberikan dampak ekologi, badak juga memberikan manfaat kepada kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Badak juga merupakan simbol kebanggaan bangsa Indonesia yang harus dijaga," kata Rika dalam pernyataan diterima di Jakarta, Kamis.

Keberadaan badak berdampak kepada alam yaitu dapat menyebarkan benih untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Badak merupakan satwa pemakan semak dan pucuk daun sehingga merangsang tumbuhnya pucuk-pucuk baru, dengan pucuk daun baru dapat menyerap karbon dioksida lebih banyak dari pucuk tua.

Dalam Hari Badak Sedunia, yang diperingati setiap 22 September, dia mengingatkan bahwa lima jenis badak di dunia berada kondisi terancam punah dan masuk kategori kritis dalam Daftar Merah IUCN. Termasuk juga dua jenis badak yang berasal dari Indonesia yaitu badak sumatera dan badak jawa.

Badak sumatera, yang merupakan badak terkecil di dunia, dapat dijumpai di Pulau Sumatera baik di alam liar maupun kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.

Sementara habitat badak jawa, yang memiliki keunikan bercula satu, terfokus di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Populasi badak sumatera diperkirakan berada di kisaran kurang dari 100 individu di alam, berdasarkan Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) pada 2016 dan hanya ditemukan di Indonesia. Sedangkan badak Jawa berjumlah sekitar 75 individu, berdasarkan data KLHK pada 2021.

Keduanya sama-sama berstatus kritis, berdasarkan Daftar Merah IUCN.

Upaya pemulihan populasi badak terus dilakukan pemerintah bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan, termasuk KEHATI.

Rika menyoroti pentingnya peran semua pihak untuk terus mengampanyekan pelestarian badak Sumatra dan badak Jawa di era digital seperti sekarang.

"Masih eksisnya kedua jenis badak ini merupakan kebanggaan tersendiri di tengah kepunahan koleganya di negara tetangga. Namun tentu kita tidak boleh berpuas diri. Dukungan dari semua pihak tetap diperlukan agar badak Sumatra dan badak Jawa tetap lestari," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging
Kamis, 29 September 2022 - 19:48 WIB

7 warga terjangkit DBD, Pemdes Colo Kudus lakukan fogging

Elshinta.com, Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) didesa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus ...
Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin
Kamis, 29 September 2022 - 17:59 WIB

Bio Farma awali ekspor IndoVac dengan mendonasikan vaksin

Elshinta.com, Perusahaan BUMN di bidang farmasi PT Bio Farma (Persero) mengawali tahapan ekspor vaks...
Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan
Kamis, 29 September 2022 - 17:47 WIB

Petani dan nelayan bangkit perkuat Lampung sebagai lumbung pangan

Elshinta.com, Menjaga produktivitas lahan pertanian dan hasil perikanan menjadi tugas penting yang h...
Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi
Kamis, 29 September 2022 - 17:35 WIB

Kelompok Tani Sidrap: Produksi naik karena program Mandiri Benih Padi

Elshinta.com, Kelompok Tani Sejahtera di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Provinsi...
Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN
Kamis, 29 September 2022 - 17:23 WIB

Kementerian BUMN pastikan BUMN rugi tidak dapat PMN

Elshinta.com, Staf Khusus (Stafsus) BUMN Arya Sinulingga memastikan BUMN yang rugi tidak akan mendap...
KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan
Kamis, 29 September 2022 - 17:11 WIB

KLHK: Skema multi usaha tak berdampak buruk bagi kondisi hutan

Elshinta.com, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memasti...
Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN
Kamis, 29 September 2022 - 17:06 WIB

Ketua IAGI: Konsep green city tepat diterapkan di IKN

Elshinta.com, Konsep greencity yang akan dibangun di kawasan IKN sangat mungkin diterapkan.
Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai
Kamis, 29 September 2022 - 16:59 WIB

Pekalongan optimalkan Jogo Kali antisipasi penumpukan sampah di sungai

Elshinta.com, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan tim `Jogo Kali` guna men...
Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos
Kamis, 29 September 2022 - 16:47 WIB

Kabuparen Luwu Utara usulkan bantuan 20 desa KAT ke Kemensos

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial mengusulkan pem...
Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen
Kamis, 29 September 2022 - 16:35 WIB

Kementerian PUPR: Progres Bendungan Sepaku Semoi mencapai 63,5 persen

Elshinta.com, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya...

InfodariAnda (IdA)