Indonesia dinilai berpeluang besar jadi eksportir jagung

Elshinta
Jumat, 23 September 2022 - 12:27 WIB |
Indonesia dinilai berpeluang besar jadi eksportir jagung
Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). (ANTARA/Basri Marzuki)

Elshinta.com - Indonesia dinilai memiliki peluang cukup besar untuk menjadi produsen sekaligus eksportir jagung dunia dengan produksi yang terjaga dan kecukupan pemenuhan untuk kebutuhan dalam negeri.

Chief Sustainability Officer PT. Seger Agro Nusantara Widyantoko Sumarlin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan saat ini serapan jagung di dalam negeri sudah mengalami titik jenuh yaitu gudang-gudang pabrik pakan sudah penuh atau terjadi penurunan kuantitas penjualan pakan yang jatuh secara nasional.

Dia mengatakan pabrik-pabrik pakan sudah tidak ada pembelian jagung kepada petani karena stok yang melimpah. Menurut Widyantoko, jika terjadi kecenderungan penurunan harga terus-menerus di sumber wilayah jagung akan berdampak buruk terhadap petani. Oleh karena itu dia menilai peluang ekspor terbuka lebar saat stok jagung melimpah.

“Kami sebagai penghubung mata rantai produsen antara petani dengan pabrik pakan ternak. Karena itu, bargaining position sama, hanya milik petani, kami sebagai price taker. Karena itu, kami memperhatikan harga di petani karena berharap tidak terjadi pergerakan harga yang menyebabkan petani tidak ada minat untuk menanam jagung,” kata dia.

Penggiat jagung Dean Novel mengatakan Indonesia berpeluang menjadi negara eksportir jagung yang memiliki daya tawar di tingkat ASEAN dengan mengambil momentum yang ada sekarang.

“Kalau kita ekspor jagung ke negara ASEAN, harus jadi bisnis jangka panjang dan bukan sementara. Jadi betul-betul bikin kontraknya dan di deklarasi sehingga menjadi pemain jagung di kawasan,” katanya.

Dean menilai kuota ekspor kebutuhan jagung di negara tetangga sangat besar seperti Malaysia butuh 2,5 juta ton, Filipina 3 juta ton, Brunei sekitar 1,5 juta ton dan Timor Leste sebesar 500 ribu ton.

“Kita manfaatkan momentum ini menjadi isu nasional. Misalnya ID FOOD dan Bulog bikin gudang di Malaysia. Sekalian saja kita jadi pemain, jangan malu-malu begini. Karena pasar ekspor ini merupakan strategi supply chain. Jadi isu ekspor ini dijadikan strategi kebijakan nasional. Langsung kita deklarasi saja, kita eksportir jagung untuk kawasan, kita siap kirim Filipina bila perlu presiden Filipina melakukan MoU dengan kita,” katanya.

Sementara itu, Asisten Ombudsman RI M. Ilham Setiawan Ilham Bahri mengatakan tata kelola pangan pemerintah memiliki tantangan dalam pengelolaan data produksi yang berbeda-beda.

Menurut dia, seharusnya ada data acuan yang bisa di pakai bersama para pemangku kepentingan untuk pengambil keputusan.

“Di jagung datanya juga tidak sinkron antar kementerian dan lembaga. Tidak ada data rujukan bagi pemangku kebijakan untuk merumuskan apa tindak lanjut pelayanan yang disampaikan ke publik,” kata dia.

Pemerintah akan melakukan Survei Cadangan Jagung Nasional pada tahun 2023 untuk mengetahui jumlah pasti stok jagung yang tersebar baik di tingkat petani, distributor, maupun pengguna seperti peternak.

Survei ini dilakukan sebagai solusi terjadinya perbedaan data yang ada di berbagai kementerian lembaga. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan komoditas tersebut. Sebelumnya Badan Pusat Statistik juga pernah melakukan survei serupa, yakni Survei Cadangan Beras Nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka
Kamis, 29 September 2022 - 19:23 WIB

Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka

Elshinta.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meninjau pembangunan Kota Pusaka Lasem dan...
Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan
Kamis, 29 September 2022 - 14:51 WIB

Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan

Elshinta.com, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional...
Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:47 WIB

Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi men...
IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:35 WIB

IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka mengua...
Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit
Rabu, 28 September 2022 - 19:59 WIB

Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit

Elshinta.com, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi menyatakan pihaknya belu...
Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol
Rabu, 28 September 2022 - 19:47 WIB

Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol

Elshinta.com, Pemotongan biaya sewa aplikasi ojek online (ojol) dinilai tidak hanya berdampak pada p...
Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 
Rabu, 28 September 2022 - 19:06 WIB

Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 

Elshinta.com,
Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi
Rabu, 28 September 2022 - 17:11 WIB

Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi

Elshinta.com, Pada tahun 2022, berbagai negara telah mulai pulih dari dampak COVID-19. Akan tetapi, ...
Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat
Rabu, 28 September 2022 - 15:23 WIB

Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat

Elshinta.com, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan saat ini tren kesadaran masyarakat u...
Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih
Rabu, 28 September 2022 - 14:35 WIB

Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika terdapat kelebihan dana di APBN, maka pe...

InfodariAnda (IdA)